Mother&Baby Indonesia
Anak Berpuasa Setengah Hari, Bolehkah?

Anak Berpuasa Setengah Hari, Bolehkah?

“Makan dan minumlah kalian sampai betul-betul jelas bagi kalian benang putih di atas benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai datang waktu malam (QS. Al-Baqarah: 187). Berdasarkan firman Allah SWT tersebut, jelas yang disebut puasa adalah menahan lapar dan haus dari pagi hingga menjelang malam. Lantas bagaimana jika Si Kecil hanya berpuasa setengah hari ya, Moms?

Sejatinya, puasa setengah hari atau sampai waktu Zuhur, memang belum bisa dikategorikan puasa sempurna. Namun bukan berarti, Moms harus memaksa Si Kecil untuk menahan diri agar tidak makan dan minum hingga azan Magrib terdengar.

Dalam proses pembelajaran, puasa setengah hari tetap diperbolehkan lho Moms, terutama bagi anak Anda yang belum balig (cukup umur). Si Kecil tentu perlu beradaptasi dengan kebiasaan ini. Jika dipaksa langsung berpuasa dari pagi hingga petang, ada kemungkinan ia akan mengalami gangguan kesehatan seperti sakit maag.




Sulit Dikendalikan

Dari segi ketahanan tubuh, anak-anak dan orang dewasa tentu saja berbeda. Saat merasa lapar dan haus, anak-anak akan lebih sulit untuk mengendalikannya.

Pada balita, rasa lapar dan haus bisa memicu terjadinya tantrum atau anak menjadi mudah kesal tanpa sebab yang jelas. Untuk beberapa kasus, anak yang tak terbiasa dengan rasa lapar yang sangat bisa merasakan sakit pada lambung. Jika dibiarkan, kondisi ini tentu berbahaya bagi kesehatannya.

Jadi, disarankan Moms melatih anak berpuasa setengah hari, misalnya dari jam 6 pagi hingga pukul 12 siang. Jika memungkinkan, puasa bisa dilanjutkan setelah makan siang hingga sore hari saat berbuka.

Sesuaikan kemampuan dan usia anak. Jika Si Kecil sudah terbiasa berpuasa setengah hari, Moms bisa memperpanjang waktu baginya untuk menahan lapar dan haus, misalnya dari pukul 6 pagi hingga jam 15.00. Secara bertahap proses ini dilakukan sehingga buah hati Anda bisa berpuasa selama seharian penuh.




Dukungan Moms

Sebagai persiapan berpuasa, Moms sebaiknya menyiapkan makanan dengan nutrisi lengkap bagi Si Kecil. Meski hanya menahan lapar dan haus selama setengah hari, tetap saja anak-anak memerlukan asupan cairan yang lebih banyak karena mereka tidak bisa minum selama beberapa jam.

Untuk menjaga anak juga tak cepat kelelahan sehingga menimbulkan rasa lapar dan haus, mungkin pada awal belajar puasa bisa dikurangi kegiatan Si Kecil di luar rumah. Jika biasanya anak Anda gemar berlari-lari di halaman, alihkan energinya ke aktivitas di dalam rumah yang tak kalah menarik seperti membaca, menyusun puzzle, memasak, atau bahkan belajar mengaji.

Dukungan dari Moms tentu bisa menambah semangat anak Anda untuk berusaha memenuhi target puasanya. Jangan bosan memberinya semangat ya, Moms.


Berikan Pujian

Saat Si Kecil berhasil menjalankan puasa dengan baik, jangan ragu untuk melontarkan pujian kepadanya di depan keluarga. Dengan begitu, anak akan semakin termotivasi untuk melakukan yang lebih baik karena merasa dihargai. Selain itu, Si Kecil juga akan merasa bangga terhadap diri sendiri dan lebih percaya diri saat akan melakukan puasa keesokan harinya.

Moms, juga bisa membantu anak Anda berpuasa dengan cara menyimpan semua makanan dan minuman jauh dari pandangan. Dengan menjaga meja tetap bersih dari segala jenis penganan, anak-anak tak akan tergoda dan bisa lebih fokus dalam menjalankan puasanya.

Sebagian orang tua menjanjikan hadiah bagi buah hatinya yang berhasil menjalankan puasa. Namun sesungguhnya, pujian yang terucap dari mulut Moms sudah cukup bagi Si Kecil untuk mengetahui bahwa Anda bangga kepadanya. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: puasa,   ramadan,   lapar,   haus,   anak,   balita,   anak puasa,   balita puasa,   puasa setengah hari