Mother&Baby Indonesia
Tips Mengatasi Persaingan antara Kakak dan Adik

Tips Mengatasi Persaingan antara Kakak dan Adik

Tidak sedikit orang tua yang menginginkan lebih dari satu orang anak karena berbagai alasan. Ada yang ingin agar rumah terasa lebih ramai, atau ada yang memang ingin memberikan teman bagi si kakak. Namun hati-hati Moms, jangan sampai rumah Anda justru menjadi 'ramai' karena seringnya terjadi pertengkaran antara si kakak dan si adik.

Memiliki anak lebih dari satu tak hanya menyenangkan tapi juga memunculkan persaingan antarsaudara atau istilahnya sibling rivalry. Maklum Moms, tidak semua anak bisa menerima kehadiran adik dengan tangan terbuka.

Persaingan antarsaudara kandung kerap muncul dalam keluarga yang memiliki lebih dari dua anak. Kondisi semacam ini biasanya terjadi apabila usia antara kakak dan adik tidak terpaut jauh, meski tak menutup kemungkinan sibling rivalry terjadi pada saudara yang jarak usianya cukup jauh.



Persaingan antara kakak dan adik ini bisa muncul ketika si adik masih berada di dalam kandungan hingga mereka tumbuh besar. Ketika memasuki usia balita, persaingan antara kakak dan adik ini bukan hanya untuk memperebutkan sesuatu tapi juga menimbulkan rasa kecemburuan dan kompetisi satu dengan yang lain. Namun jangan khawatir Moms, berikut adalah tips untuk mengatasi persaingan antara kakak dan adik.


Beri Pengertian pada Si Kakak

Memberi pengertian kepada si kakak disarankan sudah dimulai sejak adik berada dalam kandungan. Sejak awal, si kakak diajarkan bagaimana dan mengapa harus berbagi dengan adiknya ketika sudah lahir. Bukan sekadar berbagi mainan, ia juga diajarkan berbagi perhatian ayah dan ibunya. Dengan begitu ia akan berusaha memahami dan berbesar hati dengan keberadaan adiknya.

Meski demikian, ada kalanya si kakak tak mau mengerti. Jangan terburu-buru emosi ya Moms. Semakin Anda emosi, si kakak akan semakin sulit untuk diyakinkan bahwa ayah dan ibu juga menyayanginya seperti kepada si adik. Pastikan bahwa si kakak mengerti bahwa sesungguhnya Anda juga menyayanginya.


Si Bungsu bukan Pemenang

Karena usianya lebih muda, biasanya si adik mendapatkan perhatian lebih dari ayah dan ibu. Akan tetapi bukan berarti ia selalu menjadi pemenang setiap terjadi perseteruan dengan kakaknya.

Saat mainan si kakak direbut adiknya, jangan memintanya untuk mengalah dan memaksanya memberikan mainan tersebut. Bukan tak mungkin, si kakak akan memberikan mainan tapi masih menyimpan kekesalan.

Ada baiknya, Moms memberikan pengertian kepadanya bahwa berbagi adalah hal baik. Dengan begitu si kakak akan bersedia memberikan mainannya kepada si adik dengan sukarela, bahkan mungkin keduanya bisa bermain bersama.



Kala si adik menangis karena si kakak, juga jangan terburu-buru membelanya. Dengar cerita si kakak karena belum tentu ia yang bersalah.


Bersikap Adil

Berikan kasih sayang Anda dengan porsi yang sama kepada si kakak maupun adiknya. Atur waktu Moms and Dads secara bergiliran untuk si kakak maupun si adik, dengan begitu mereka akan merasa sama-sama diperhatikan.

Hindari untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan anak-anak Anda karena hal itu bisa membuat ia merasa kurang disayang dibandingkan saudaranya. Fokus pada kelebihan masing-masing anak untuk mengurangi potensi terjadinya persaingan tidak penting antara keduanya.


Ajari Mengatasi Konflik

Latih Si Kecil untuk mengatasi masalah dan konflik yang timbul secara mandiri. Hindari terlalu banyak memberi intervensi karena mereka akan sangat bergantung pada Anda.


Dorong Perilaku Positif

Ajarkan sistem reward and punishment kepada anak-anak Anda. Jangan segan memberikan hukuman saat Si Kecil berbuat buruk. Namun jangan lupa memberikan pujian saat dia mau bersikap baik. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: sibling rivalry,   persaingan,   adik,   kakak,   perhatian,   orang tua








Cover Maret 2020