Mother&Baby Indonesia
Pendidikan Seks untuk Anak, Semakin Dini Semakin Baik

Pendidikan Seks untuk Anak, Semakin Dini Semakin Baik

Bagi kebanyakan orang, seks sering dikaitkan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas seksual, seperti berciuman, berpelukan, atau berhubungan intim. Padahal, sebenarnya seks memiliki arti yang lebih luas, yaitu jenis kelamin.

Memang, mengenalkan soal seks pada balita tentu saja tidak semudah membicarakan seks dengan orang dewasa. Pola pikir dan pemahaman balita yang masih sederhana tidak bisa disamakan dengan pemikiran Anda sebagai orang tua.




Dimulai dari Pengenalan Jenis Kelamin

Menurut Indra Savitri, M.Psi dari Lembaga Psikologi Terapan (LPT) UI, secara disadari atau tidak, sebenarnya Anda sudah mengenalkan seks secara dasar kepada Si Kecil melalui pengenalan jenis kelamin dirinya sendiri atau orang lain.

Identifikasi diri, yaitu dengan mengatakan bahwa mama, nenek, dan tante itu adalah perempuan, sedangkan papa, kakek, dan om itu adalah laki-laki, sudah cukup menjelaskan pada Si Kecil tentang perbedaan antara pria dan wanita.

Setelah anak berusia 2 tahun, biasanya perbendaharaan kata-katanya sudah lebih banyak dan ia sudah mulai bisa berbicara. Pada saat ini, tahapan pengenalan tentang pendidikan seks bisa ditingkatkan, misalnya dengan memberitahu nama alat kelamin kepada Si Kecil.

“Dalam memberitahu nama alat kelamin pada anak, sebut sesuai namanya, tanpa istilah-istilah yang akan membingungkannya. Katakan saja dengan terus terang sesuai namanya. Setelah penyebutan nama, beritahu juga Si Kecil bahwa alat kelamin merupakan sesuatu yang harus dijaga dengan baik dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, selain diri mereka sendiri,” jelas Indri.




Jelaskan Tanpa Diminta

Lebih lanjut, Indri menambahkan, penjelasan sederhana tentang seks pada anak merupakan kewajiban orang tua. Jadi Anda tidak perlu menunggu hingga muncul pertanyaan darinya dan baru memberikan jawaban.

“Penjelasan tentang seks seperti ini bisa Anda lakukan sambil memandikan Si Kecil. Ajarkan ia membersihkan kelaminnya dengan benar, larang ia memainkan alat kelaminnya karena bisa menyebabkan lecet,” tegas Indri.


Memberitahu Batasan-Batasan Lainnya

Di samping itu, Anda juga harus memberitahu Si Kecil batasan-batasan dalam memperlakukan temannya, sehingga mereka bisa bersikap sopan satu sama lain. Misalnya, tidak mengangkat gaun atau rok teman perempuan, tidak menurunkan celana teman laki-laki atau perempuan, dan tidak mendorong teman hingga jatuh. Sedangkan untuk mengungkapkan rasa sayang pada teman, Si Kecil boleh menggandeng tangan atau mencium pipi mereka.

Pemberitahuan-pemberitahuan seperti ini akan membuat Si Kecil terhindar dari perilaku-perilaku seks menyimpang, kekerasan seksual, atau kasus-kasus pedofilia yang justru sering dilakukan oleh orang-orang terdekat.

“Pengenalan jenis kelamin sejak dini membuat anak menyadari siapa dirinya, sehingga kemungkinan ia mengalami perilaku seks menyimpang bisa dicegah. Selain itu, anak menjadi lebih bisa menjaga diri jika ada orang lain yang berani berbuat tidak senonoh padanya. Setidaknya, ia bisa memberitahu Anda bila diperlakukan tidak pantas oleh orang lain,” kata Indri lagi. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   seks,   pendidikan seks,   pendidikan seks untuk anak