Mother&Baby Indonesia
10 Trik Cerdas Memotret Bayi yang baru Lahir

10 Trik Cerdas Memotret Bayi yang baru Lahir

Memotret bayi ibarat memotret hewan di alam liar. Ia punya sejuta ekspresi, tetapi Anda harus sabar untuk menunggunya. Mengabadikan tumbuh kembang Si Kecil di awal usianya memang cukup penting, karena momen ini tak akan terulang kembali. Nah, untuk sukses melakukan hal tersebut, ada beberapa tips dan trik yang bisa Anda terapkan untuk memotret Si Newborn, baik dengan menggunakan jasa fotografer atau melakukannya sendiri, Moms.


1. Fokus pada Kemungilannya

Yakinlah, hanya dalam sekejap mata, si newborn akan bertumbuh besar. Karenanya, mumpung ia masih mungil, dokumentasikan tumbuh kembangnya sebaik mungkin. Fokuslah pada detail-detail kecil, misalnya jari dan kakinya yang mungil. Anda juga bisa memotret wajahnya yang masih berkeriput, kulit yang merah, hidung, telinga, dan rambut. Jangan lupakan kesempatan untuk membuat kenang-kenangan yang hanya akan terjadi 1 kali dalam hidup Si Kecil ini.




2. Jangan Lewatkan Interaksi

Momen interaksi si newborn bersama kakaknya atau Anda, merupakan hal yang penting untuk didokumentasikan. Ini sama pentingnya dengan foto newborn seorang diri. Cobalah mengambil momen-momen perkenalan si kakak dengan adik barunya atau momen pasangan Anda mencoba untuk mengurus newborn.


3. Zoom In

Di beberapa minggu dan bulan usianya, newborn mulai membuat ekspresi wajah, seperti tertawa atau tersenyum, menangis, ekspresi ingin tahu, atau sekadar merasa kenyang setelah menyusu. Karenanya, zoom in kamera Anda. Jangan ragu membuat foto yang sangat dekat.


4. Pose Serupa

Jika Si Kecil memiliki kakak, cobalah untuk membuat foto dengan pose mereka yang sama. Minta si kakak mencontoh gerakan dan ekspresi adiknya ketika hendak Anda potret. Pasti akan menjadi foto yang sangat lucu dan menggemaskan.


5. Jepret Sebanyak-banyaknya

Mood bayi biasanya cepat berubah, kadang menangis kemudian tertawa. Dari 30 jepretan, mungkin Anda hanya akan mendapatkan 1 foto yang baik. Karenanya, ambillah gambar sebanyak-banyaknya. Anda pun bisa menggunakan continous mode untuk menangkap beberapa gambar dalam 1 detik.




6. Gunakan Mode Grayscale

Jangan ragu untuk memotret atau mengedit foto dengan mode black and white atau greyscale. Gambar akan nampak dramatis dan elegan.


7. Atur Pencahayaan

Pencahayaan alami menggunakan sinar matahari akan membuat gambar tampak tajam dan membuat kulit nampak lembut. Untuk mendapatkan foto yang baik, selalu perhitungkan pencahayaan. Jika Anda menggunakan kamera handphone, usahakan selalu agar cahaya yang menerangi Si Kecil mencukupi. Jika tersedia, gunakan flash saat memotret di dalam ruangan. Namun, perlu diingat bahwa jarak efektif flash adalah sekitar 2-3 meter.


8. Foto Outdoor

Jika Anda bosan dengan foto indoor, ajaklah Si Kecil berfoto di luar rumah, misalnya saat berjalan-jalan pagi atau Anda sengaja mengajaknya ke taman kota yang teduh.


9. Foto saat Tidur

Saat-saat tidur juga merupakan saat yang tepat untuk mengambil gambar Si Kecil. Aturlah background agar tampak rapi, bila perlu tidurkan ia di alas yang bertekstur lembut (tak terlalu kasar) atau ranjang yang lucu, gunakan topi atau baju yang menarik. Namun perlu diingat, sebaiknya kostum dan aksesoris yang dikenakan kepada Si Kecil tetap membuatnya nyaman dan tidak kegerahan.


10. Cetak dan Simpan

Cetaklah foto-foto ini dan simpan dalam sebuah album khusus atau scrapbook. Suatu hari, Anda akan terharu dan bersyukur telah mengabadikan semua momen indah tersebut. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   memotret bayi,   foto bayi,   memori