Home - Kehamilan & Persalinan - Persalinan / 14 April 2019 / Redaksi

7 Fakta Penting seputar Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur tentu menjadi salah satu momok bayi para calon ibu. Namun percayalah, Moms, bayi-bayi prematur memiliki semangat hidup yang tinggi! Untuk meningkatkan kewaspadaan Anda akan kelahiran prematur, ketahui beberapa fakta penting mengenai kelahiran prematur di bawah ini, Moms.


1. Belum cukup bulan

“Persalinan prematur adalah persalinan yang terjadi sebelum bayi dianggap cukup bulan. Yaitu bayi yang dilahirkan di bawah 37 minggu,” jelas dr. Dinda Derdameisya, SpOG, dari Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta.




2. Penyebab pastinya belum diketahui

Menurut dr. Dinda, ada banyak hal yang dapat menjadi penyebab persalinan prematur. Beberapa di antaranya adalah penyakit kronis yang dialami ibu, seperti hipertensi, diabetes, dan infeksi.

Kelainan anatomis ibu juga bisa menjadi penyebab persalinan prematur, misalnya mulut rahim yang pendek atau kelainan bentuk rahim. Selain itu, kehamilan kembar dan merokok saat hamil juga bisa meningkatkan risiko persalinan prematur lho, Moms!


3. Waspada hipotermia

Kelahiran prematur rentan menyebabkan bayi mengalami hipotermia. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi yang lahir prematur memang mudah mengalami penurunan suhu di bawah normal, hingga kurang dari 36,5 derajat celcius.

Mirisnya, penurunan suhu ini dapat mengakibatkan bayi mengalami sesak napas, lemah, pucat, atau tubuh berwarna biru karena kekurangan oksigen. Nah, jika ini tidak segera diatasi, maka dapat mengakibatkan kematian, Moms.




4. Pentingnya skin-to-skin contact

Kebanyakan bayi prematur dapat dipulangkan lebih cepat dan dirawat di rumah dengan hasil prima menggunakan perawatan metode kanguru atau perawatan bayi lekat atau skin-to-skin contact. Metode ini mudah, murah, aman dan sangat efektif, yang perlu diajarkan kepada orang tua atau siapa saja yang bersinggungan dengan bayi prematur.


5. Penyebab kematian bayi terbanyak

Mengutip laman resmi IDAI, “Di Indonesia, angka kematian bayi sangat tinggi yaitu angka kematian bayi 32 per 1.000 kelahiran hidup. Setiap 1 jam terdapat 10 kematian bayi di Indonesia. Salah satu penyebab kematian bayi terbanyak adalah prematuritas dan infeksi.”


6. Turut dipengaruhi usia ibu

Menurut organisasi March of Dimes, wanita yang melahirkan di bawah usia 17 tahun atau lebih dari 35 tahun, maka risiko melahirkan prematur juga meningkat.


7. Tidak berulang

Moms tidak perlu khawatir persalinan prematur akan berulang di persalinan berikutnya. Menurut dr. Dinda, persalinan prematur tidak berulang, kecuali yang disebabkan oleh pendeknya mulut rahim, namun itu pun bisa dicegah dengan penjahitan mulut rahim yang dapat dilepas saat bayi siap dilahirkan. (M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)

share to BBM

 

 


RELATED ARTICLE

Bolehkah Sedot Lemak saat Operasi Caesar?

Perlu Diwaspadai, Pendarahan saat Melahirkan

Begini Cara Menghitung Kontraksi Jelang Persalinan

OTHER ARTICLES

Ini Kiat Menstimulasi Anak di Weekdays dan Weekends

Tips dari Ahli untuk Mengatasi Masalah Kehamilan (3)

Gaya Keren 5 Celebrity Moms dan Anak Laki-Laki Mereka

Wujudkan Hidup Lebih Baik dengan Kecanggihan Teknologi

Disney On Ice: Pertunjukan Edukatif Nan Sarat Moral