Home - Rekomendasi - Hiburan & Liburan / 6 April 2019 / Redaksi

Proses Belajar Melek Literasi Budaya Melalui Karya Seni

Mengenalkan budaya yang beragam, khususnya di Indonesia kepada anak-anak sangatlah penting. Tak hanya budaya tanah kelahirannya saja, tetapi juga budaya dari berbagai wilayah yang memiliki keunikannya masing-masing.

Hal ini yang menjadi dasar Sekolah Cikal mengadakan subject showcase bertajuk Playground of Ujung Pandang. Acara ini akan diselenggarakan pada 5-7 April di Sekolah Cikal Cilandak, 13 April di Rumah Main Cikal Bandung, 27-28 April di Sekolah Cikal Serpong, dan 27 April di Sekolah Cikal Surabaya.




Menurut Pia Adiprima, Ketua Panitia Playground of Ujung Pandang, subject showcase kali ini bertujuan memperkenalkan kebudayaan khas Ujung Pandang kepada murid-murid. Mereka juga sekaligus diajak untuk berkontribusi dalam program melek literasi lebih dari 2500 anak di Jeneponto, Sulawesi Selatan.

“Seluruh pendapatan yang diperoleh selama berlangsungnya rangkaian Playground of Ujung Pandang, baik dari hasil penjualan tiket pertunjukan seni maupun hasil lelang karya seni murid-murid akan disumbangkan dalam bentuk boardgames, yang dapat digunakan sebagai alat bantu oleh anak-anak di Jeneponto untuk belajar membaca (peningkatan literasi),” jelas Pia.


Subject show di Sekolah Cikal sendiri telah diadakan rutin setiap tahun sejak 2010. Dalam kegiatan ini, murid-murid diajak untuk menggali kreativitas serta dituntut untuk berpikir kritis dalam menghasilkan pertunjukan, berupa seni tari, musik, dan teater.



Selain itu, mereka juga diajak untuk membuat karya seni yang akan dipamerkan dan dilelang untuk kegiatan amal. Hal ini juga menjadi kurikulum yang digunakan Sekolah Cikal, yaitu Kompetensi 5 Bintang Cikal dan diterapkan kepada seluruh murid yang bersekolah di sana. Selain anak-anak, para orang tua juga ikut belajar mengenai budaya yang dijadikan tema dalam kegiatan tersebut.


“Saya sendiri dahulu tinggal di wilayah Sulsel, jadi senang sekali anak-anak saya juga bisa belajar budaya tersebut dari sekolahnya. Tapi tidak hanya budaya, kegiatan ini juga menjadi ajang latihan bagi keberanian dan curiousity mereka dalam membuat karya dari wilayah yang ditentukan tersebut,” cerita Ligwina Hananto, Financial Planner yang menyekolahkan anaknya di Sekolah Cikal. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik, M&B)


 

 


RELATED ARTICLE

Imajinasi Tanpa Batas di Taman Bermain Khayalan

10 Tempat Bermain Anak Seru di Jakarta

The Kid Who Would Be King: Legenda Raja Arthur Modern

OTHER ARTICLES

Trik Cerdas Memilih Aksesori Rambut untuk Anak

Cara Mudah dan Murah Belanja Produk Kesehatan

Kenali Polyhidramnios, Penumpukan Air Ketuban

5 Tips Melakukan Olahraga di Bulan Puasa

Trik Memilih Nama untuk Bayi Anda