Home - Balita - Perawatan Balita / 19 April 2019 / Redaksi

Radang Usus Buntu pada Balita, Apa Gejalanya?

Apakah Si Kecil pernah merasakan sakit luar biasa pada perut? Waspada Moms, bukan tak mungkin buah hati Anda mengalami usus buntu. Ya, usus buntu tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Anak-anak juga berpotensi terkena penyakit ini.

Masyarakat kerap beranggapan biji jambu klutuk atau biji cabai sebagai penyebab utama radang usus buntu. Mereka pun mengira anak balita tak akan terkena penyakit ini karena tidak suka pedas, atau hanya memakan bagian daging buah jambu. Faktanya, tak ada jenis makanan yang secara langsung menyebabkan radang usus buntu.




Tentang Usus Buntu

Usus buntu (apendisitis) adalah peradangan yang disebabkan oleh penyumbatan akibat penyempitan pada lubang usus buntu -struktur berbentuk selang kecil yang menempel pada bagian awal usus besar. Saat sumbatan tersebut pecah, radang usus buntu dapat membahayakan nyawa.

Penyempitan pada lubang usus buntu terjadi karena pembesaran kelenjar getah bening yang ada di lapisan usus buntu. Pembesaran ini terjadi sebagai efek, misalnya dari infeksi tenggorokan seperti radang, batuk, maupun pilek.

Jika Anda mengalami gejala flu, biasanya ada pembesaran kelenjar getah bening pada leher. Pembesaran ini juga terjadi pada usus dan tempat-tempat lainnya dalam tubuh. Efeknya, makanan yang masuk ke dalam usus buntu tidak bisa keluar karena adanya penyempitan. Makanan yang tertahan di dalam usus, lama-kelamaan akan menjadi feses yang membatu, disebut fecolit. Fecolit bisa merangsang infeksi sehingga timbullah radang usus buntu.


Keluhan Sakit Perut

Gejala radang usus buntu pada bayi, balita, dan orang dewasa sebenarnya hampir sama. Hanya saja pada bayi yang belum bisa berbicara, mereka biasanya rewel karena tak mampu mengungkapkan apa yang dirasa. Berikut adalah sejumlah tanda yang menunjukkan Si Kecil mungkin mengalami radang usus buntu:

1. Demam ringan dan nyeri pada perut.

2. Rasa sakit di bagian tengah perut Si Kecil yang mungkin hilang dan timbul.

3. Rasa sakit ini biasanya semakin parah dan bergerak ke sisi kanan bawah perut. Pada sebagian orang, rasa nyeri itu menjalar hingga perut kanan atas, pinggul, dan punggung.

4. Dalam beberapa jam, rasa sakit bergerak ke sisi kanan bawah perut di mana usus buntu biasanya berada, dan menetap serta bertambah parah. Anak akan merasa nyeri luar biasa ketika area tersebut ditekan, batuk, atau berjalan.

5. Mual, muntah, bahkan diare.

6. Kehilangan nafsu makan.

7. Susah buang angin atau buang air besar.

8. Sering buang air kecil, dan terasa nyeri ketika melakukannya.



9. Denyut jantung meningkat.

10. Gejala usus buntu pada anak bisa juga disertai peningkatan jumlah sel darah putih yang menjadi pertanda adanya infeksi dalam tubuh.

Hanya dokter yang bisa memastikan apakah anak Anda mengalami radang usus buntu atau tidak. Karena itu, sangat disarankan untuk membawa Si Kecil ke dokter apabila ia terlihat merintih menahan sakit perut.


Jenis Radang Usus Buntu

Radang usus buntu ada yang bersifat kronis dan akut. Kebanyakan penderita penyakit usus buntu, mengalami apendisitis akut dan harus segera dioperasi. Hanya sebagian yang didiagnosis sebagai apendisitis kronis.

Faktanya, apendisitis kronis memiliki gejala lebih ringan dan sulit terdeteksi. Sebagian penderita radang usus buntu kronis mengalami sakit perut di bagian kanan bawah yang kerap diiringi mual, diare, lemas, dan demam. 

Namun terkadang, penderita hanya akan merasakan sakit perut biasa yang tidak spesifik. Hal itulah yang membuat dokter sulit membandingkan diagnosis apendisitis kronis dengan penyakit lain, seperti infeksi saluran kemih.

Untuk memastikan radang usus buntu kronis, selain dari gejala sakit perut yang berulang, perlu pemeriksaan apendikogram. Perlu diketahui, apendikogram adalah pemeriksaan radiologi guna melihat adanya penyumbatan pada lubang usus buntu.

Dari hasil tes apendikogram akan terlihat apakah ia positif radang usus buntu kronis atau ada penyakit infeksi pencernaan lain. Tes apendikogram hanya boleh dilakukan bila kemungkinan diagnosis lain sudah disingkirkan, seperti radang usus halus, radang usus besar, radang saluran kemih, dan lain-lain.


Segera Operasi

Radang usus buntu bisa disembuhkan melalui operasi. Pada radang usus buntu akut, operasi harus dilakukan secepatnya karena dikhawatirkan akan terjadi perforasi atau usus buntunya pecah sehingga feses akan mengotori seluruh rongga perut.

Rongga perut yang tercemar feses bakal menimbulkan infeksi yang disebut sepsis, dan kondisi ini sangat berbahaya. Sepsis dapat menyebabkan gangguan pada organ lain seperti ginjal, paru-paru, dan jantung. Bila tak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berujung pada kematian.

Pada radang usus buntu kronis, operasi harus segera dilakukan tapi masih bisa ditunda untuk menunggu kesiapan pasien. Tapi dengan catatan, selama masa penundaan tak ada serangan radang usus buntu akut.

Setelah menjalani operasi, Si Kecil tak akan mengalami radang lagi karena usus buntu manusia hanya satu. Namun Moms bisa meminimalisasi peluang terjadinya usus buntu pada anak dengan memberinya makanan bergizi. Dengan begitu, daya tahan tubuh anak akan semakin meningkat dan dia tak mudah terserang batuk atau pilek. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Bolehkah Mengajak Balita Menjenguk ke Rumah Sakit?

Apakah Infeksi Telinga pada Anak bisa Disembuhkan?

Tips Mengatasi Kelilipan pada Balita

OTHER ARTICLES

Trik Cerdas Memilih Aksesori Rambut untuk Anak

Cara Mudah dan Murah Belanja Produk Kesehatan

Kenali Polyhidramnios, Penumpukan Air Ketuban

5 Tips Melakukan Olahraga di Bulan Puasa

Trik Memilih Nama untuk Bayi Anda