Home - Balita - Perawatan Balita / 17 April 2019 / Redaksi

Bolehkah Mengajak Balita Menjenguk ke Rumah Sakit?

Agar Si Kecil tumbuh menjadi sosok yang penuh empati, maka mengajak anak menjenguk orang sakit adalah salah satu cara yang tepat untuk menumbuhkan empatinya. Namun di lain sisi, orang tua banyak yang merasa resah, karena khawatir anak akan tertular penyakit di rumah sakit. Duh, kalau sudah begini, Anda pasti bingung ya, Moms? Boleh enggak sih, mengajak balita menjenguk kerabat yang sedang dirawat di rumah sakit?

Masalah ini pun dialami oleh Annisa Pohan, istri Agus Harimurti Yudhoyono, sekaligus menantu mantan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Seperti yang kita ketahui, keluarga besar Yudhoyono sedang mendapat cobaan, karena ibu Ani Yudhoyono menderita kanker dan harus dirawat secara intensif di Singapura. Tidak semua orang diizinkan menjenguk Ibu Ani, termasuk cucunya sendiri.

Pada caption dari postingan Instagram @annisayudhoyono 6 April lalu, Annisa menuliskan, “Akhirnya Aira bisa menemani Memo langsung dan kesempatan foto dengan Memo (panggilan Nenek untuk Ani Yudhoyono) setelah kembali ke kamar perawatan.” Itu menunjukkan, Annisa dan keluarga cukup cermat dalam mengajak anak menjenguk ke rumah sakit.




Pendapat Dokter Anak

Mengajak anak ke menjenguk orang sakit, khususnya ke rumah sakit, memang bisa membantu menumbuhkan empati anak pada orang yang sedang kesusahan. Namun ternyata, sebaiknya anak sudah berusia 12 tahun ke atas untuk diajak menjenguk ke rumah sakit lho, Moms! Ini disebutkan oleh Dr. Yuli Yafri Razak, SpA, dari RS Bunda, Menteng.

Menurut Dr. Yuli, kuman penyakit ada di mana-mana, terutama di rumah sakit. Secara medis, daya tahan tubuh anak di bawah usia 12 tahun masih sangat rentan, sehingga mudah sekali terpapar berbagai penyakit, khususnya penyakit menular. Biasanya, yang mudah menular adalah penyakit yang kumannya menyebar melalui udara. Selain itu, ada juga penyakit yang disebabkan virus dan bakteri, seperti campak, difteri, batuk seratus hari, cacar air, gondongan, radang otak, dan pneumonia.




Mengganggu Ketenangan Pasien Lain

Selain kekhawatiran di atas, kehadiran anak di rumah sakit juga dikhawatirkan dapat mengganggu ketenangan pasien lain. Umumnya anak-anak cenderung sulit diminta untuk tenang dan mungkin akan bermain atau berlari-larian. Suara berisik itu mungkin dapat mengganggu kondisi pasien lain.


Jika Terpaksa Ikut

Namun jika ternyata Anda terpaksa mengajak Si Kecil menjenguk orang sakit di rumah sakit, maka ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan Moms, khususnya jika orang yang Anda jenguk menderita penyakit menular.

Dr. Yuli menyarankan untuk memakaikan Si Kecil masker agar risiko paparan kuman berkurang. Lalu, ajarkan juga anak untuk mencuci bersih kedua tangannya setelah keluar dari ruangan orang yang Anda jenguk. Jika kondisi tubuh anak sedang kurang sehat, sebaiknya urungkan niat Anda mengajaknya menjenguk orang sakit. Kondisi tubuh yang lemah akan meningkatkan risiko tertular penyakit. Lebih baik mencegah daripada mengobati kan, Moms? (M&B/Tiffany/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Apakah Infeksi Telinga pada Anak bisa Disembuhkan?

Tips Mengatasi Kelilipan pada Balita

Cara Alami Mengatasi Gigitan Serangga pada Anak

OTHER ARTICLES

Awas Nyamuk Ganas! Ini 10 Fakta Japanese Encephalitis

Kenapa Area Puting Menghitam saat Hamil? Ini Jawabannya

Ini yang Diperiksa Dokter pada Bayi di Tahun Pertama

Mengenal Urtikaria, Penyakit Biduran pada Anak

Menu Sehat dan Praktis untuk Sahur