Home - Kehamilan & Persalinan - Panduan Ibu Baru / 8 April 2019 / Redaksi

10 Hal yang Pantang Dilakukan Ibu Setelah Melahirkan

Selamat atas kelahiran bayi Anda! Akhirnya, setelah menjalani masa kehamilan selama kurang lebih 9 bulan, kini Anda bisa mendekap erat Si Kecil di pelukan. Masih belum terbiasa menjalani kehidupan sebagai ibu baru? Tenang, semua ibu baru pasti pernah mengalaminya kok, Moms.

Memang dibutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada, dan tubuh Anda pun tidak langsung kembali seperti sebelum hamil lho, Moms. Setidaknya dibutuhkan waktu 6 hingga 8 minggu untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan sebelum Anda hamil, dan masa ini sering disebut dengan periode postpartum. Tak hanya fisik yang butuh penyesuaian, psikis atau mental Anda pun butuh penyesuaian.

Untuk itu, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan setelah melahirkan. Apa saja? Simak penjelasannya di bawah ini, Moms.



 

1. Mengonsumsi Makanan Pedas

Menurut organisasi March of Dimes, tak hanya ibu hamil yang rentan konstipasi, ibu baru melahirkan juga! Untuk menghindarinya, Anda tak hanya disarankan mengonsumsi makanan kaya serat, tetapi juga menghindari makanan pedas dan berminyak. Makanan pedas bisa melukai usus Anda dan menimbulkan ketidaknyamanan pada perut Anda juga Si Kecil. Makanan pedas bahkan bisa membuat Anda sakit perut hingga diare. Duh, kalau sudah begini, produksi ASI bisa terganggu, lho.

 

2. Diet Ketat

Demi merampingkan kembali tubuh setelah melahirkan, banyak ibu yang langsung diet ketat. Padahal ini tidak baik, dan bisa memengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Menurut March of Dimes, Anda tidak perlu diet karena berat badan ibu baru melahirkan akan segera turun sesaat setelah melahirkan. March of Dimes menyebutkan sekitar 5 kg akan langsung hilang dari tubuh ibu baru melahirkan, dan akan turun beberapa kilogram lagi dalam minggu pertama.

Kalau mau langsing alami, lebih baik berikan ASI eksklusif untuk Si Kecil, dan makanlah aneka makanan kaya nutrisi yang baik untuk Anda dan bayi. Lebih enak dan mudah kan, Moms?

 

3. Minum Kafein dan Alkohol

Sedikit kafein mungkin tidak memberi dampak negatif untuk tubuh Anda, namun jika Anda mengonsumsi kafein dan alkohol berlebih, maka dampaknya tentu tidak baik. Kafein bisa menyebabkan Anda sulit tidur dan dehidrasi. Uniknya lagi, kafein juga bisa bercampur dengan ASI, dan masuk ke tubuh Si Kecil. Akibatnya, bayi jadi gelisah, sulit tidur, dan akhirnya rewel.

 

4. Berenang

Terutama jika Anda baru melahirkan secara normal, sebaiknya hindari berenang dalam beberapa hari pertama melahirkan, hingga luka Anda kering. Jika luka yang masih terbuka dibawa berenang, maka akan meningkatkan kemungkinan terpapar bakteri hingga terjadi infeksi.

 

5. Mengangkat Benda Berat

Baik melahirkan secara normal maupun caesar, sebaiknya hindari aktivitas yang mengharuskan Anda mengangkat atau mendorong benda berat.



 

6. Mengejan saat BAB

Otot yang Anda gunakan saat mengejan untuk melahirkan sama dengan otot yang Anda gunakan untuk mengejan saat BAB. Maka setelah melahirkan, jangan siksa lagi otot tersebut untuk mengejan karena BAB keras. Cegah dengan banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan kaya serat ya, Moms.

 

7. Mengenakan Celana Ketat

Baik celana maupun celana dalam yang terlalu ketat, bisa membuat gerak Anda terbatas dan menggesek bagian tubuh Anda yang masih luka karena melahirkan. Ini juga bisa menggesek area perineum yang biasanya ikut luka saat melahirkan. Kalau luka terus tergesek, maka risiko infeksi tentunya ikut meningkat ya, Moms.

 

8. Berhubungan Intim

Selama beberapa hari pertama setelah melahirkan, sebaiknya Moms menghindari berhubungan intim terlebih dahulu, ya. Rasa sakit yang Anda rasakan tidak hanya membuat hubungan intim terasa tidak nikmat, tetapi juga meningkatkan risiko infeksi, terutama jika Anda melahirkan secara normal.

Menurut Dr. Dinda Derdameisya, SpOG, dari Brawijaya Women and Children Hospital, hubungan intim pasca persalinan sebaiknya dilakukan setelah darah nifas tidak lagi keluar. Di Indonesia, masa nifas dipercaya selesai 40 hari pasca persalinan. Namun sebenarnya, setelah 30 hari, darah nifas sudah habis dan Anda sudah boleh kembali berhubungan intim. Hubungan intim sebelum darah nifas habis tidak disarankan, karena akan meningkatkan risiko infeksi. 

 

9. Olahraga Berat

The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan untuk tidak langsung berolahraga berat setelah melahirkan, seperti olahraga angkat beban atau lari marathon. ACOG menyarankan ibu baru untuk berolahraga yang ringan saja, seperti berjalan sambil mendorong stroller.

 

10. Malu Meminta Bantuan

Terbiasa mandiri, maka setelah melahirkan, banyak ibu baru yang malu meminta bantuan. Padahal, diam-diam Anda merasa kewalahan dan bingung harus apa. Perlu Anda ketahui, hal seperti ini bisa memicu baby blues lho, Moms. Baby blues biasanya mulai muncul dalam beberapa hari setelah melahirkan, yang membuat ibu baru merasa depresi, cemas, mudah marah, atau sedih berlebih.

Kondisi ini bisa dicegah, salah satunya dengan tidak malu meminta bantuan kepada orang-orang terdekat. Tidak perlu melakukan semuanya sendiri, jika itu justru membuat Anda kewalahan. Ingat, kebahagiaan ibu memengaruhi produksi ASI juga, lho. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Tips Menurunkan Berat Badan selama Masa Nifas

Ini yang Dialami Moms Baru pada Masa Nifas

Tandem Nursing, Saat Harus Menyusui Dua Anak Sekaligus

OTHER ARTICLES

Bulu-Bulu Halus pada Tubuh Bayi Baru Lahir, Apa Itu?

Orang Dewasa Juga Wajib Vaksin! Ini 6 Jenis Utamanya

Yuk, Kenali Tahapan Perkembangan Emosi Anak, Moms!

Gondongan, Benarkah bisa Menyebabkan Kemandulan?

Apa yang Harus Dilakukan saat ASI Tak Keluar?