Home - Kesehatan - Kesehatan / 15 April 2019 / Redaksi

5 Fakta Penting seputar Keloid Pasca Operasi Caesar

Keloid pasca operasi caesar memang sering terjadi, khususnya bagi Anda yang memang secara genetik ‘berbakat’ mempunyai keloid. Meski letak keloid seperti ini tersembunyi, namun tetap saja rasanya tidak nyaman dan bisa menurunkan rasa percaya diri Anda. Untuk itu, M&B telah mewawancarai Dr. Taufik Jamaan, Sp.OG, dari RSIA Bunda Menteng. Simak tanya jawab berikut ini yuk, Moms!


T: Kenapa keloid bisa timbul?



J: Keloid adalah suatu reaksi kulit pada radang atau inflamasi pada kulit karena trauma. Reaksi setiap orang berbeda. Pada kulit sensitif, reaksi yang timbul bisa berupa jaringan parut. Orang dengan kulit sensitif mengalami proses pembentukan jaringan kulit baru (epitelisasi) secara berlebihan, sehingga kulit tumbuh menumpuk melebihi permukaannya.

Bekas luka juga bisa menjadi keloid karena kulit mengalami iritasi yang merangsang reaksi radang. Faktor lain pemicu keloid selain iritasi adalah faktor genetik atau bakat keloid.


T: Apakah keloid pasti akan timbul pasca-caesar?

J: Timbul atau tidaknya keloid dapat juga bergantung pada teknik operasi serta pemilihan benang untuk proses penjahitan. Benang yang dipilih harus yang bersifat absorbable, yang dapat dengan mudah diserap kulit dan tidak menimbulkan reaksi berlebihan pada jaringan kulit.

Bagusnya, benang jahit yang sekarang digunakan untuk penjahitan dalam dunia kedokteran sudah memenuhi kriteria tersebut (terbuat dari usus domba yang memang lebih mudah menyerap ke dalam kulit, sedangkan dulu benang jahit terbuat dari nilon), sehingga hasilnya akan lebih baik dan risiko tumbuhnya keloid dapat dikurangi.




T: Setelah operasi, berapa lama keloid akan muncul?

J: Biasanya setelah luka mengering, sekitar 2 minggu sampai 1 bulan, keloid sudah bisa terdeteksi. Daerah pinggir kulit bekas luka akan berwarna kemerahan dan menonjol di sepanjang luka bekas jahitan.


T: Apakah keloid bisa menimbulkan masalah di daerah kulit sekitarnya?

J: Kalau keloid yang timbul banyak, berarti di daerah tersebut berkumpul kotoran. Kotoran juga dapat menyebabkan daerah berkeloid tersebut jadi mudah terinfeksi. Namun efek infeksinya hanya berimbas pada daerah yang berkeloid saja, tidak menyebar ke daerah lain di sekitarnya.


T: Bagaimana cara mengatasi masalah keloid?

J: Untuk mencegah keloid pasca-caesar, dokter akan melakukan teknik operasi sesederhana mungkin. Penjahitan dilakukan menggunakan benang yang mudah diserap. Anda lalu akan diberi antibiotik dan cara merawat luka dengan baik untuk mencegah infeksi. Lama pengobatan dengan antibiotik biasanya 1 minggu sampai 10 hari setelah operasi. Ada juga jenis kortikosteroid yang fungsinya menekan reaksi inflamasi yang timbul pada daerah pinggir luka, untuk memperkecil risiko timbulnya keloid.

Anda juga bisa meminta dokter untuk melakukan pembuangan keloid sekaligus saat operasi. Jika Anda pernah bersalin caesar sebelumnya dan mempunyai keloid setelah itu, maka pada proses persalinan berikutnya, dokter akan melakukan sayatan pada daerah yang sama, sekaligus merapikan atau membuang keloid tersebut dengan bantuan dokter bedah plastik. Anda lalu akan diberi obat yang dapat mencegah keloid timbul kembali, (M&B/Tiffany/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Peradangan Tendon, Kerap Dialami Setelah Melahirkan

Janin Tak Berkembang dalam Rahim, Ini Penyebabnya

Ketahui 5 Jenis Autisme pada Anak

OTHER ARTICLES

Tips Berpuasa untuk Anda yang Menderita Asam Lambung

Awas Nyamuk Ganas! Ini 10 Fakta Japanese Encephalitis

Kenapa Area Puting Menghitam saat Hamil? Ini Jawabannya

Ini yang Diperiksa Dokter pada Bayi di Tahun Pertama

Mengenal Urtikaria, Penyakit Biduran pada Anak