Home - Kesehatan - Kesehatan / 12 April 2019 / Redaksi

Peradangan Tendon, Kerap Dialami Setelah Melahirkan

Tidak terkilir, tapi Anda merasakan nyeri yang mengganggu pada pergelangan tangan, tepatnya di area bawah ibu jari. Waspada Moms, bisa jadi Anda mengalami sindrom De Quervain.

Rasa sakit tersebut disebabkan adanya iritasi atau peradangan tendon yang terletak di pergelangan tangan. Tanda-tanda Anda mengalami sindrom De Quervain adalah:

• Rasa nyeri di pangkal ibu jari.



• Pembengkakan di pergelangan tangan, tepat di bawah ibu jari.

• Kesulitan menggerakkan ibu jari dan pergelangan tangan ketika Anda memegang atau mengangkat sesuatu.

• Sensasi kaku atau terhambat ketika menggerakkan ibu jari.


Sering Dialami Ibu Baru Melahirkan

Walau bisa terjadi pada semua orang, sindrom De Quervain cukup sering dialami oleh ibu yang baru melahirkan. Biasanya, rasa sakit itu timbul dua atau tiga pekan setelah sang ibu menjalani proses persalinan.

Belum diketahui secara pasti mengapa sindrom ini terjadi pada wanita yang baru melahirkan. Akan tetapi, faktor perubahan hormon disinyalir menjadi salah satu penyebab. Selain itu, seorang ibu tentu akan sering mengangkat dan menggendong bayinya. Gerakan berulang tersebut berpotensi menyebabkan peradangan pada tendon di pergelangan tangan.

Jika belum terlalu parah, sindrom De Quervain bisa ditangani dengan melakukan terapi. Apabila terapi tak memberikan efek positif, dokter biasanya memberikan suntikan sejenis steroid di pergelangan tangan Anda. 

Sindrom De Quervain bisa berbahaya jika dibiarkan. Rasa sakit akan merambat hingga lengan dan bagian tubuh lain. Dalam beberapa kasus, penderita sindrom ini harus menjalani operasi.


Jenis Peradangan Tendon

Moms perlu tahu, sindrom De Quervain merupakan salah satu jenis peradangan pada tendon atau yang biasa disebut tendinitis. Definisi tendon adalah sekumpulan jaringan ikat berserat kuat yang menghubungkan otot dengan tulang. Jaringan ini terbuat dari kolagen, dan cukup kuat menahan tegangan.

Selain di pergelangan tangan, tendinitis juga bisa terjadi di siku, bahu, maupun siku. Seiring dengan bertambahnya usia, Anda semakin rentan mengalami peradangan tendon karena fleksibilitasnya berkurang. Berikut adalah tipe peradangan pada tendon:

1. Tennis’ elbow, peradangan yang terjadi di bagian luar siku. Pada kondisi yang parah, rasa sakit bisa menjalar hingga pergelangan tangan.

2. Golfer’s elbow, merupakan kebalikan dari tennis' elbow, peradangan ini terjadi pada tendon di bagian dalam siku. Sesuai namanya, tendinitis jenis ini kerap dialami para pegolf.

3. Pitcher’s shoulder, peradangan tendon yang membantu pergerakkan tangan saat diputar.

4. Swimmer’s shoulder, peradangan pada tendon yang menggerakkan sendi di bahu.



5. Jumper’s knee atau patellar tendonitis, peradangan pada tendon yang terletak di tempurung lutut atau patella.


Penyebab Peradangan Tendon

Penyebab utama terjadinya peradangan tendon adalah gerakan berulang yang berlangsung lama. Jadi jangan heran Moms, masalah ini kerap dialami oleh atlet atau pekerja kantoran biasa yang terlalu sering berada di depan komputer. Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya peradangan tendon.

1. Gerakan berulang.

2. Gerakan yang tidak sempurna sehingga menyebabkan tendon tertarik.

3. Getaran kuat.

4. Memaksa untuk melakukan gerakan tertentu.


Penanganan

Pada dasarnya, peradangan ringan pada tendon bisa diatasi dengan cara mengistirahatkan bagian yang sakit atau mengikuti terapi. Dalam kondisi yang lebih parah, dokter akan menyuntik bagian yang sakit dengan sejenis steroid.

Jika dibiarkan, peradangan ini bisa mengakibatkan tendon sobek. Pada tahap ini, dokter akan melakukan operasi khusus guna memperbaiki tendon tersebut.


Pencegahan

Peradangan pada tendon bisa dicegah dengan cara:

1. Menghindari gerakan-gerakan yang bisa memberi tekanan kuat terhadap tendon.

2. Perbaiki teknik gerakan. Jika Moms gemar berolahraga, pastikan Anda menguasai gerakannya dengan benar sehingga meminimalisasi terjadi cedera tendon.

3. Lakukan peregangan.

4. Jika Anda pekerja kantor, Anda mungkin bisa menggunakan kursi dan meja ergonomis sehingga Anda bisa duduk dan bekerja dalam posisi ideal. (Wieta Rachmatia/SW/Dok.Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Kisah Ibu yang Mengalami Osteoporosis Pasca Melahirkan

Faktor Gen dan Melahirkan Bayi Besar Picu Diabetes?

OTHER ARTICLES

Awas Nyamuk Ganas! Ini 10 Fakta Japanese Encephalitis

Kenapa Area Puting Menghitam saat Hamil? Ini Jawabannya

Ini yang Diperiksa Dokter pada Bayi di Tahun Pertama

Mengenal Urtikaria, Penyakit Biduran pada Anak

Menu Sehat dan Praktis untuk Sahur