Mother&Baby Indonesia
Awas Moms! Stres Anda Ternyata Bisa ‘Menular’ pada Bayi

Awas Moms! Stres Anda Ternyata Bisa ‘Menular’ pada Bayi

Bayi Anda memang mungkin belum memahami bahasa, tetapi ia memiliki perasaan yang sensitif, Moms. Si Kecil akan sangat peka dalam merasakan perubahan perasaan dan emosi yang dialami oleh orang tuanya.

Tidak percaya? Anda mungkin pernah mengalami hal seperti ini: Saat Anda sedang tidak sabar menyuapi bayi Anda, Si Kecil akan menjadi sangat rewel dan bertingkah, entah itu tidak mau makan, melepehkannya, atau bahkan menumpahkan makanan dari piring. Tapi kejadian tersebut tidak akan Anda alami jika Anda menyuapi Si Kecil dengan perasaan senang. Ia juga pasti akan ceria dan makan dengan lahap.

Nah, pernah berada dalam kondisi tersebut, Moms? Menurut psikolog Dr. Rose Mini Adi Prianto, M.Psi, hal ini disebabkan bayi masih bergantung pada orang tuanya. Jadi, wajar saja jika perasaan buruk orang tua akan berpengaruh pada mood Si Kecil.




Ada Aksi, Ada Reaksi

“Ketika orang tua stres, anak akan ikutan stres,” kata Andrew Garner, MD, seperti dikutip dari situs WebMD.com. “Kami mengetahui hal itu dari riset yang dilakukan pada manusia dan hewan,” lanjutnya. Garner menyimpulkan bahwa bayi dan anak-anak adalah barometer sosial yang sensitif.

Rose Mini mengatakan, manusia bertingkah laku dengan prinsip aksi dan reaksi. Jadi, ketika ibu sedang mengalami stres, anak akan memberikan reaksi untuk mengatasi hal tersebut. “Stres memang tidak menular, tapi stres pada anak muncul akibat sikap orang tua yang stres. Itulah reaksi anak terhadap aksi stres orang tuanya,” kata Rose Mini.


Risiko Anak Terkena Stres

Jika anak terlalu sering menghadapi stres dan gangguan emosi di masa batitanya, Si Kecil akan berisiko menghadapi masalah psikologis di masa dewasanya.

Menurut penelitian psikolog, ketika orang tua mengalami stres, perhatian mereka terhadap anak akan berkurang. Kondisi ini akan sangat menakutkan Si Kecil karena ia masih memerlukan perhatian dan bantuan dari orang tuanya. Si Kecil akan merasa terabaikan dan terisolir. Perasaan itu mungkin saja terekam di dalam otak Si Kecil sehingga perlu waktu yang sangat lama untuk memperbaiki kondisi tersebut.

“Stres bukan sesuatu yang tidak bisa disembuhkan. Jika anak telanjur mengalami kondisi stres, ia mungkin saja disembuhkan, tetapi penyembuhannya membutuhkan proses bertahap yang akan memakan waktu yang sangat lama,” jelas Rose Mini.


10 Hal Penyebab Orang Tua Stres

Menjadi orang tua baru tidak hanya merupakan pengalaman yang membahagiakan bagi Anda dan suami, tetapi juga dapat membuat Anda berdua stres jika tidak bisa mengatasi berbagai masalah baru yang muncul setelah kelahiran buah hati. Berikut ini 10 hal yang menyebabkan timbulnya stres pada orang tua baru:



1. Perubahan fisik pada ibu karena hamil, melahirkan, dan menyusui.

2. Tuntutan tanggung jawab yang lebih tinggi untuk membesarkan seorang anak.

3. Perubahan hubungan antara suami dan istri karena ada hal lain yang harus dipikirkan sebagai orang tua.

4. Cemas akan keamanan finansial untuk membiayai Si Kecil.

5. Kecemburuan suami karena perhatian dan kasih sayang istri sementara teralihkan ke bayi.

6. Kelelahan luar biasa karena harus mengurus anak, bekerja, atau belajar.

7. Kesulitan untuk menikmati hubungan seks yang normal setelah proses persalinan.

8. Trauma pasca melahirkan.

9. Tuntutan untuk segera menambah keturunan dari keluarga atau orang-orang di sekitar.

10. Pekerjaan yang tidak bisa menoleransi hubungan orang tua dan anak. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   stres,   ibu stres,   bayi stres,   stres menular,   bayi tertular stres