Home - Bayi - Tumbuh Kembang Bayi / 23 April 2019 / Redaksi

Bolehkah Si Kecil Mengonsumsi MPASI Komersial?

Kesehatan Si Kecil tentu merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Hal ini dapat dimulai dari pemenuhan gizi sehari-hari Si Kecil sejak hari pertama, yaitu dengan ASI eksklusif lalu dilanjutkan dengan MPASI. Namun, kini MPASI tidak hanya bisa dibuat secara rumahan, telah tersedia pula MPASI olahan pabrik atau komersial. Lalu, apakah mengonsumsi MPASI komersial sama baiknya dengan MPASI rumahan?


Melengkapi Gizi Si Kecil

Menurut DR. Dr. Ray Basrowi, MKK, Head of Medical & Nutrition Service Department Nestle Indonesia, MPASI komersial tentu tidak masalah bagi Si Kecil yang sudah siap makan. “MPASI fortified atau komersial terbukti penting karena dapat melengkapi gizi Si Kecil, baik makronutrien maupun mikronutrien. Tidak hanya itu, teksturnya juga telah dibuat sedemikian rupa untuk mengikuti perkembangan oromotor Si Kecil,” tuturnya saat ditemui pada Konferensi Pers Imunisasi Lengkap dan Nutrisi Tepat Untuk Mendukung Indonesia Sehat, pada 22 April lalu. MPASI fortified berarti produk MPASI yang diproduksi oleh pabrik sudah dilengkapi oleh zat gizi tertentu yang penting untuk tumbuh kembang Si Kecil.



MPASI komersial bahkan dapat membantu melengkapi gizi Si Kecil. Menurut dr. Ray, bahan makanan MPASI rumahan dapat tidak adekuat sehingga berisiko menyebabkan kekurangan gizi, sehingga MPASI komersial dibutuhkan untuk membantu memenuhi kekurangan tersebut. “MPASI rumahan yang tidak dipersiapkan dengan baik berpotensi menyebabkan defisiensi mikronutrien, khususnya zat besi,” tutur dr. Ray.

“Di usia yang masih kecil, kemampuan mencerna bayi masih sangat terbatas. Beberapa MPASI komersial, termasuk salah satu produk Nestle yaitu Cerelac, dibuat khusus sehingga gizi dapat diserap maksimal,” timpal dr. Ray.


Yang Perlu Diperhatikan

Tapi, perlu diingat bahwa MPASI komersial tidak boleh menjadi asupan utama Si Kecil. Berdasarkan anjuran pemerintah, MPASI terbaik merupakan MPASI yang diolah secara rumahan dengan gizi sehat dan seimbang.



Menurut dr. Yoga Devaera, Sp.A(K), anggota Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, MPASI bisa dibedakan menjadi dua berdasarkan porsi dan kadar gizinya, yaitu makan besar (meal) dan makan selingan (snack). Makan besar harus terdiri dari sumber gizi yang lengkap, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Sedangkan makan selingan merupakan makanan yang dikonsumsi di antara waktu makan besar dengan porsi yang lebih sedikit. Snack tidak perlu mengandung gizi lengkap. “Penting untuk diingat, jus bukanlah makan besar, karena hanya mengandung gula. Tapi tidak masalah bila dijadikan snack,” tutur dr. Yoga.

Baik MPASI rumahan dan MPASI kemasan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Menurut dr. Yoga, kelebihan dari MPASI rumahan adalah komposisi rasa dan bahan makanan yang lebih mudah diatur dan disesuaikan dengan selera. Sedangkan kelebihan MPASI komersial adalah kandungan gizi yang sudah jelas dan terukur berdasarkan anjuran pemerintah dan badan pengawas gizi lainnya.

“Intinya adalah tidak menunda-nunda pemberian bahan MPASI tertentu, seperti protein hewani. Bila sudah 6 bulan, kenalkan semua sumber gizi pada Si Kecil,” tutur dr. Yoga. Jadi jangan ragu lagi ya, Moms, saat memilih atau membuat MPASI untuk Si Kecil! (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Bolehkah Bayi Makan Gandum? Ini Jawaban Dokter Anak

Tips untuk Bayi bisa Makan MPASI dengan Tekstur Kasar

Moms, Kenali Jadwal Makan MPASI Bayi 6 Bulan

OTHER ARTICLES

Trik Cerdas Memilih Aksesori Rambut untuk Anak

Cara Mudah dan Murah Belanja Produk Kesehatan

Kenali Polyhidramnios, Penumpukan Air Ketuban

5 Tips Melakukan Olahraga di Bulan Puasa

Trik Memilih Nama untuk Bayi Anda