Home - Bayi - Tumbuh Kembang Bayi / 16 April 2019 / Redaksi

Moms, Ini Tahapan Perkembangan Tidur pada Bayi

Selain makanan dan kasih sayang, Si Kecil perlu tidur agar pertumbuhannya maksimal. Kebutuhan tidur bayi pun berbeda-beda setiap usia, hingga 18 jam sehari. Jika saat lahir bayi tidur tanpa jadwal, lama-kelamaan ia akan tidur seperti orang dewasa. Berikut ini tahapan tidur bayi sesuai usianya, Moms.




0-3 Bulan

Di minggu pertama kehidupannya, bayi tidur selama 14-18 jam sehari. Kemudian, sampai ia berusia sebulan, ia membutuhkan tidur 12-16 jam per hari. Sayangnya, ia akan terbangun setiap dua atau empat jam tidur, sehingga Anda tidak akan bisa tenang beristirahat.

Jadwal tidur yang masih aneh ini tentu akan merepotkan karena Anda harus bersedia untuk menenangkan, memberi makan, mengganti popok, setiap kali bayi Anda bangun. Tidak heran jika banyak ibu baru mengeluh kelelahan karena kurang tidur.

Bayi baru lahir juga lebih banyak tidur di tahap tidur Rapid Eye Movement (REM), tahap yang sangat penting untuk perkembangan otaknya. Karena di tahap tidur REM, bayi akan mudah terbangun. Namun menginjak usia enam sampai delapan minggu, sebagian besar bayi tidur lebih lama di malam hari.

Mereka akan lebih banyak tidur di tahap tidur dalam (non-REM). Meski demikian, di saat malam bayi tetap akan terbangun dan perlu disusui. Sementara beberapa bayi yang belum mampu tidur lebih lama di malam hari akan terus ada di pola tidur newborn-nya, sampai ia berusia kira-kira 5-6 bulan.


3-6 Bulan

Di usia tiga bulan, umumnya bayi tidur 12-15 jam per hari. Di usia ini frekuensi minum susu saat malam sudah berkurang dan ia akan tidur sekitar 5-6 jam saat malam hari. Beberapa bayi bahkan sudah mampu tidur malam lebih lama.

Meski demikian, di usia enam bulan, kebanyakan bayi tidur tidak terlalu nyenyak di malam hari. Ini ada hubungannya dengan perkembangan sosial dan motorik Si Kecil. Ia mungkin terbangun karena merasa tidak aman, sebab Anda tidak berada di dekatnya. Atau karena ia sedang giat berlatih tengkurap atau duduk dan kemudian terbangun untuk melatih kemampuan barunya itu.


6-9 Bulan

Di usia lebih dari enam bulan, bayi biasanya sudah mampu mengatur pola tidurnya. Biasanya mereka akan melakukan dua kali tidur siang, yaitu pagi setelah mandi dan menjelang sore hari. Total dalam sehari, bayi akan tidur 11,5 sampai 15 jam. Di malam hari, bayi sudah akan semakin jarang merasakan lapar sehingga tidur malam pun semakin panjang.



Ia mungkin akan merasa tidak nyaman di malam hari, misalnya digigit nyamuk, namun ia sudah bisa segera kembali tidur tanpa benar-benar bangun dan membangunkan Anda. Tetapi sekali lagi, tetap ada beberapa bayi yang belum mampu tidur panjang di malam hari dan mungkin sering terbangun karena mereka ingin belajar duduk, merangkak, atau berdiri.


9-12 Bulan

Di usia ini bayi akan tidur selama 11-14 jam dalam sehari. Ia akan melakukan tidur siang sekitar dua kali dalam waktu 1-2 jam saja. Seharusnya di malam hari bayi bisa tidur 9-10 jam. Namun, memang beberapa bayi menjadi sangat sulit memulai tidur malam, karena mereka sedang merasakan senang bergerak.

Menjelang setahun bayi sudah bisa duduk, merangkak, dan mungkin berjalan. Dan, seringkali mereka menganggap bergerak akan lebih menyenangkan daripada tidur. Jika Anda tidur terpisah dengan bayi, datang untuk menenangkannya saat itu. Jika bayi Anda belum bisa tidur malam dengan baik, mungkin Anda perlu melatihnya untuk tidur tenang.


Melatih Anak Tidur Nyenyak

Bagaimana cara untuk melatih anak di bawah setahun untuk tidur nyenyak saat malam hari? Inilah yang harus Anda lakukan, Moms.

1. Jika bayi mengusap matanya, menarik telinganya, dan bagian bawah matanya akan menghitam, segeralah taruh di tempat tidurnya. Jika Anda terlambat menyadari tanda-tanda bayi mengantuk, ia akan menjadi sangat kelelahan dan malah sulit tidur.

2. Saat siang hari bayi terbangun, ajaklah Si Kecil bermain. Biarkan kamar dalam keadaan terang dan jangan kurangi suara-suara rumah. Jika sudah waktunya menyusui di siang hari, bangunkan! Saat tidur malam, jangan ajak Si Kecil bermain. Redupkan lampu kamar dan kurangi suara-suara. Lama kelamaan ia akan menyadari bahwa suasana itu adalah pertanda ia harus tidur.

3. Saat menginjak usia 6-8 bulan, bayi perlu dilatih tidur sendiri. Caranya, dengan menaruh Si Kecil di ranjang saat ia mengantuk. Jodi Mindell, penulis buku Sleeping Through Night, menganjurkan agar Anda mengurangi menggendong atau menyusui bayi saat mengantuk. “Jika bayi terbiasa digendong sebelum tidur, ia akan terbiasa begitu dan enggan tidur sendiri,” tambahnya.

4. Biasakan Si Kecil tidur di jam-jam yang sama setiap hari. Rutinitas tidur ini sebaiknya juga disesuaikan dengan kebiasaan keluarga Anda. Ini untuk menghindari Si Kecil terpaksa tidur sementara anggota keluarga lain masih melakukan kegiatan.

5. Biasakan melakukan ritual menjelang tidur, seperti mengelap badan, berganti pakaian, membacakan cerita, atau menyanyikan lagu pengantar tidur.

6. Ajarkan Si Kecil untuk kembali ke posisi tidur jika ia kerap terbangun karena tanpa sadar untuk duduk atau berdiri. Lakukan pelajaran lewat permainan, bangunkan dari posisi tidur lalu tidurkan lagi. Kemudian buat ia berani melakukannya sendiri. (M&B/ Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Metode Your Baby Can Learn untuk Stimulasi Anak

Perkembangan Kemampuan Bicara Bayi Usia 0-12 Bulan

Kenali Serba-Serbi Tumbuh Gigi pada Bayi Yuk, Moms! (2)

OTHER ARTICLES

Awas Nyamuk Ganas! Ini 10 Fakta Japanese Encephalitis

Kenapa Area Puting Menghitam saat Hamil? Ini Jawabannya

Ini yang Diperiksa Dokter pada Bayi di Tahun Pertama

Mengenal Urtikaria, Penyakit Biduran pada Anak

Menu Sehat dan Praktis untuk Sahur