Home - Bayi - Perawatan Bayi / 31 Maret 2019 / Redaksi

Ini Plus Minus Jenis-Jenis Popok untuk Bayi Baru Lahir

Setelah bayi lahir, pemilihan popok yang tepat untuk Si Kecil menjadi hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari kenyamanan bayi, bahan yang digunakan, dan daya tahan yang berbeda-beda. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, sebenarnya mana jenis popok yang cocok diberikan kepada newborn?


Kelebihan dan Kekurangan Popok

Popok sendiri terdiri dari tiga jenis, popok kain, cloth diaper, dan disposable diaper (popok sekali pakai). Dari ketiga jenis ini, Moms perlu memilih popok dengan menyesuaikan jumlah buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) Si Kecil yang cukup sering, bahkan lebih dari 4x dalam 24 jam.



Sebelum Anda memilih popok untuk newborn, intip dahulu kelebihan dan kekurangan dari ketiga jenis popok tersebut, seperti dijelaskan oleh dr. Reza Abdussalam, SpA, Dokter Spesialis Anak Brawijaya Hospital Antasari berikut ini:


1. Popok Kain

Kelebihan: Popok kain menjadi salah satu jenis popok yang sudah digunakan sejak dahulu. Popok ini dianggap lebih aman untuk kulit karena bebas dari bahan kimia. Jika Si Kecil BAB atau BAK, maka orang tua perlu menggantinya sesegera mungkin. Hal ini untuk menghindari iritasi kulit akibat kotorannya sendiri. Harga popok kain lebih terjangkau dan bisa untuk menghemat karena dapat dipakai berulang kali.

Kekurangan: Daya serap hanya satu kali pakai, sehingga sering terjadi bocor. Pemakaiannya juga harus sering diganti dan tidak praktis apabila dibawa bepergian. Popok kain perlu dicuci dan dikeringkan yang memakan waktu lama. Penggunaan detergen khusus bayi juga diperlukan untuk mencegah alergi pada kulit bayi.


2. Cloth Diaper



Kelebihan: Cloth diaper dianggap lebih sehat karena tidak mengandung bahan kimia, bisa dipakai berulang sehingga lebih hemat, dan lebih ramah lingkungan. Jika si kakak menggunakan popok jenis ini, maka bisa digunakan kembali untuk si adik. Daya serapnya lebih baik dari popok kain, sehingga pemakaian bisa lebih lama. Desainnya bisa diatur sesuai ukuran Si Kecil, sehingga tidak terlalu besar atau terlalu sempit.

Kekurangan: Memerlukan perawatan, karena harus dicuci beberapa kali. Pemilihan detergen bayi juga sangat penting, untuk meminimalisir ruam popok pada Si Kecil. Cloth diaper juga membutuhkan waktu lebih lama untuk kering. Saat anak bertambah besar, Moms perlu membeli popok baru untuk menyesuaikan tubuh Si Kecil.


3. Disposable Diaper

Kelebihan: Popok sekali pakai (pospak) dianggap lebih praktis, terutama saat bepergian. Sangat mudah dipakaikan pada Si Kecil, dan tersedia dalam beberapa ukuran. Untuk newborn, disarankan memilih pospak dengan perekat sehingga dapat menyesuaikan ukuran tubuhnya. Popok juga perlu gel peresap cairan, agar tak perlu sering diganti dan tidak mudah bocor. Adanya aliran udara dalam popok membuat kulit bayi pun akan tetap kering dan membuatnya tetap merasa nyaman.

Kekurangan: Moms membutuhkan dana lebih karena harus membeli popok secara berulang, dibandingkan popok kain atau cloth diaper yang bisa dipakai berulang. Anda pun perlu menggantinya sekitar 6 sampai 10 kali per 24 jam. Penggunaan bahan kimia dalam pospak juga dapat menyebabkan reaksi alergi. Karena hanya satu kali pakai, pospak dianggap tidak ramah lingkungan dan sulit terdegradasi oleh tanah.


Nah, dari penjelasan di atas, Moms jadi sudah tahu perbedaan apa saja yang dimiliki masing-masing jenis popok. Namun dr. Reza mengingatkan, untuk tetap menjaga kebersihan dengan mengganti popok sesering mungkin guna mencegah masalah seperti ruam popok. Kenyamanan Si Kecil juga menjadi prioritas utama, sehingga pemilihan popok pun harus yang tepat sesuai kebutuhan ya, Moms! (M&B/Vonda Nabilla/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

6 Langkah Mudah Bantu Moms Mencukur Rambut Bayi

Tips Memberikan Susu untuk Bayi Prematur

5 Cara Ampuh Mengatasi Batuk pada Bayi

OTHER ARTICLES

Moms, Ini Cara Membuat Anak Menjadi Si Happy Eater

Postnatal Anxiety, Takut Berlebih Ibu Baru pada Bayinya

Saat Anak Tidak Mau Lepas dari Ibunya, Mesti Bagaimana?

Manfaat Corat-Coret untuk Perkembangan Anak

Bagaimana Mengatasi Perbedaan Pandangan soal Anak?