Mother&Baby Indonesia
Mengenal Kolostrum dan Manfaatnya buat Bayi Anda

Mengenal Kolostrum dan Manfaatnya buat Bayi Anda

Moms, Anda pasti setuju kalau dikatakan bahwa ASI merupakan cairan terbaik yang diberikan untuk bayi baru lahir. ASI memiliki kandungan yang unik dan mampu membuat bayi sehat serta terpenuhi semua gizinya.

Nah, setelah melahirkan, Moms akan melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) untuk memberikan ASI pada bayi Anda. Pada awal menyusui ini, Anda akan mengeluarkan cairan kolostrum yang akan terlihat lebih kental dan keluar hanya selama 3 hari pertama. Sebenarnya, apa sih kolostrum itu, terbentuk dari zat apa saja, dan apa manfaatnya buat buah hati Anda? Berikut ini penjelasan lengkapnya, Moms.

 



Apa Itu Kolostrum?

Kolostrum adalah air susu ibu pertama yang dihasilkan payudara pada masa akhir kehamilan dan beberapa hari setelah bayi dilahirkan. Di minggu-minggu terakhir kehamilan hingga saatnya melahirkan, kolostrum sudah diproduksi oleh tubuh ibu hamil.

Dibandingkan dengan ASI, kolostrum cenderung lebih kental. Warnanya pun lebih kekuningan. Kolostrum sangat bermanfaat sebagai antibodi Si Kecil dan tepat untuk memenuhi segala nutrisi yang ia butuhkan. Kolostrum mengandung antibodi dan imunoglobulin yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

Selain itu, kolostrum mengandung protein, vitamin A yang tinggi, karbohidrat, dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama.

 

Manfaat Kolostrum untuk Bayi

Kolostrum tidak hanya membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil yang baru lahir. Ada sejumlah manfaat lain kolostrum untuk buah hati Anda Moms, yaitu:

• Mudah dicerna. Perut bayi baru lahir masih lemah. Kolostrum cocok untuk makanan pertama bayi karena sangat mudah dicerna. 

• Membantu pencernaan bayi untuk mengeluarkan meconium (feses pertama bayi)

• Mencegah infeksi. Kolostrum kaya akan sel darah putih yang akan melawan infeksi bakteri dan virus. Pemberian kolostrum akan mencegah risiko terkena flu, bronkitis, pneumonia, dan penyakit infeksi lainnya.

• Mencegah bayi mengalami penyakit kuning, karena kolostrum berfungsi untuk membantu tubuh Si Kecil dalam mengurangi bilirubin.

• Memberikan zat gizi yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan otak, mata, dan jantung bayi.



• Membantu perkembangan organ pencernaan bayi. Kolostrum akan mempersiapkan sistem pencernaan Si Kecil agar mampu mencerna ASI yang Anda hasilkan selanjutnya.

 

Memerah Kolostrum

Idealnya, setelah melahirkan, Moms akan melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada bayi sehingga Si Kecil akan langsung mengonsumsi kolostrum. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa saja menghalangi proses tersebut, misalnya ibu atau bayi harus dirawat setelah persalinan, sehingga Si Kecil tidak bisa langsung mengonsumsi kolostrum.

Hal ini ternyata bisa diatasi dengan cara melakukan pemerahan sebelum proses persalinan. Pemerahan kolostrum bisa dilakukan di minggu-minggu terakhir kehamilan, saat ibu hamil sudah memproduksi kolostrum.

Lantas apa saja kondisi yang membutuhkan ibu hamil memerah kolostrum sebelum proses melahirkan? Ini beberapa di antaranya, Moms.

• Ibu melahirkan melalui operasi caesar. IMD mungkin masih bisa dilakukan, tetapi kemungkinan besar Anda dan Si Kecil akan dipisahkan terlebih dulu untuk sementara waktu.

• Bayi yang lahir adalah kembar, sehingga akan cukup sulit buat Anda menyusui keduanya di saat bersamaan.

• Bayi lahir prematur atau mengalami kelainan seperti komplikasi jantung.

• Ibu menderita hipoplasia payudara (kondisi di mana payudara tidak berkembang dengan sempurna dan mengakibatkan kelenjar penghasil susu pada payudara sedikit atau tidak ada sama sekali).

• Bayi mengalami kelainan pada mulut yang sudah terdeteksi sejak kehamilan.

Namun, Moms sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda melakukan pemerahan kolostrum. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   melahirkan,   persalinan,   asi,   air susu ibu,   kolostrum,   inisiasi menyusui dini,   imd