Home - Kehamilan & Persalinan - Persalinan / 4 Maret 2019 / Redaksi

12 Mitos dan Fakta tentang Persalinan Kedua

Jika Anda mengalami trauma menyakitkan pasca melahirkan bayi pertama, jangan buru-buru memutuskan untuk tidak mau memiliki anak lagi. Jangan termakan mitos! Berikut beberapa mitos mengenai persalinan kedua, dan faktanya yang perlu Anda ketahui.

 

Mitos 1: Persalinan kedua biasanya lebih mudah dan tidak sakit

Fakta: Tubuh Anda akan bereaksi lebih cepat pada proses persalinan kedua. Leher rahim akan membuka lebih lebar, panggul dan vagina Anda juga menjadi lebih lentur. Jika Anda merasa lebih nyaman berada di rumah sampai detik terakhir menjelang persalinan, maka nikmatilah! Ini akan membuat rasa stres berada di rumah sakit berkurang.



 

Mitos 2: Persalinan kedua biasanya berlangsung lebih cepat

Fakta: Proses persalinan pertama biasanya berlangsung antara 12-14 jam, sementara persalinan kedua rata-rata berlangsung selama 8 jam saja. Tubuh Anda sudah terlatih pada persalinan pertama, maka pada persalinan kedua Anda tidak banya membutuhkan obat-obatan untuk mempercepat prosesnya.

Namun hati-hati, kontraksi yang cepat akan menyebabkan tubuh Anda syok, gemetar, dan Anda pun kesakitan. Untuk mengatasinya, pergilah ke rumah sakit lebih awal sehingga dokter dapat membantu Anda. 

 

Mitos 3: Persalinan kedua lebih mudah daripada yang pertama

Fakta: Persalinan yang cepat memang terasa lebih mudah. Pada persalinan kedua ini, kontraksi yang lebih kuat akan terjadi lebih cepat, dan memudahkan pembukaan yang lebih besar pada leher rahim Anda. Dinding vagina juga menjadi lebih elastis sehingga memudahkan jalan keluar bagi kepala bayi Anda.

 

Mitos 4: Kepala bayi baru akan bergerak ke bawah di saat terakhir menjelang persalinan

Fakta: Pada usia kehamilan sekitar 36 minggu, para calon ibu biasanya dimonitor untuk mengetahui kapan kepala bayi mereka bergerak ke bawah. Namun hal ini tidak terjadi pada kehamilan anak kedua atau ketiga. Pada kehamilan anak kedua dan seterusnya, kepala bayi tidak akan bergerak ke bawah sampai dekat waktunya melahirkan. Tidak perlu cemas akan hal ini, karena kontraksi yang terjadi akan lebih kuat sehingga sangat efektif untuk mendorong bayi keluar.

 

Mitos 5: Bayi kedua lebih besar dari bayi pertama

Fakta: Tidak selalu demikian kok, Moms. Jika bayi pertama Anda kecil, maka bayi kedua cenderung memiliki berat badan lebih besar. Namun jika bayi pertama Anda terlahir besar dan montok, Anda mungkin akan cemas jika ternyata bayi kedua Anda jauh lebih besar. Jangan khawatir, karena bayi kedua tidak selalu lahir dengan bobot yang lebih besar dibanding anak pertama. Seandainya memang lebih besar, perbedaannya pun tipis dan tidak lebih dari 100 gram.

 

Mitos 6: Interval kehamilan yang terlalu pendek akan membuat bayi lahir prematur

Fakta: Benar! Selain menyebabkan bayi lahir prematur dan memiliki berat badan rendah, interval kehamilan yang terlalu dekat akan membuat Anda stres karena siklus hormonal tubuh Anda belum sepenuhnya kembali seperti semula. Jarak yang baik adalah antara 24-35 bulan setelah persalinan pertama.



 

Mitos 7: Masa kehamilan kedua lebih cepat daripada yang pertama

Fakta: Salah! Tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa bayi kedua lahir dalam jangka waktu yang lebih cepat daripada bayi pertama. Beberapa orang juga beranggapan bahwa jika anak pertama lahir dengan cepat, maka hal yang sama akan terjadi pada kehamilan berikutnya. Pada dasarnya, hal ini akan terjadi hanya jika Anda memiliki siklus menstruasi yang panjang. Dalam 40 minggu masa kehamilan yang dimulai dari hari pertama setelah menstruasi terakhir Anda, pembuahan akan terjadi setelah hari ke-14. Bagi Anda yang memiliki siklus menstruasi panjang, proses ini tergolong cepat sehingga masa kehamilan pun lebih singkat.

 

Mitos 8: Sekali caesar, maka seterusnya caesar

Fakta: Kebanyakan ibu hamil yang pernah merasa operasi caesar pada persalinan pertama, memutuskan untuk menjalani persalinan normal di kehamilan berikutnya. Sebenarnya semua itu tergantung pada alasan mengapa Anda memilih untuk caesar pada persalinan pertama.

 

Mitos 9: Persalinan kedua, ibu jadi lebih berani

Fakta: Tidak sepenuhnya benar! Rasa terhadap persalinan tergantung pada pengalaman persalinan pertama Anda. Banyak wanita yang jadi lebih berani karena merasa pernah mengalaminya sebelumnya. Mereka tahu harus berbuat apa dan sadar bahwa rasa sakit yang ditimbulkannya hanya sementara.

 

Mitos 10: Tidak perlu menghadiri pertemuan prenatal

Fakta: Salah! Anda yang sudah melahirkan sebelumnya mungkin merasa lebih percaya diri menjalani persalinan kedua, namun buka berarti tidak perlu menghadiri kelas prenatal. Ini tetap dibutuhkan untuk meredakan kecemasan Anda, menyegarkan pikiran Anda, dan tentu saja memberikan informasi lengkap mengenai persalinan kedua.

 

Mitos 11: Sekali episiotomi, akan terus episiotomi

Fakta: Salah! Metode pengguntingan vagina (episiotomi) ini perlu dilakukan hanya jika perineum Anda kurang elastis. Untuk membuatnya elastis, Anda bisa mengatur ritme mengejan sedemikian rupa, sehingga bayi Anda akan keluar dengan perlahan. Meluruskan posisi tubuh Anda juga dapat membantu perineum membuka lebih lembut saat mengejan.

 

Mitos 12: Tidak perlu membuat rencana kelahiran

Fakta: Salah! Jangan kecewa jika rencana Anda melahirkan secara normal pada persalinan pertama tidak terwujud. Pada persalinan kedua, Anda tetap bisa memilih untuk melahirkan secara normal atau caesar, menjalani epidural atau tidak, karena tubuh Anda tentu sudah lebih berpengalaman. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan mana yang baik untuk persalinan Anda, sesuai kondisi kehamilan Anda saat itu. (M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Perhatikan Ini Sebelum Anda Memilih Melahirkan di Air

Haruskah Vagina Digunting saat Melahirkan?

Tips Rileks saat Melahirkan dan Siap Melakukan IMD

OTHER ARTICLES

Yuk, Kenali Tahapan Perkembangan Emosi Anak, Moms!

Apa yang Harus Dilakukan saat ASI Tak Keluar?

Milia, Bintik Putih pada Wajah Bayi, Bahaya atau Tidak?

Mengenal Seluk-Beluk Surrogate Mother

Waspadai 5 Penyakit yang Sering Menyerang Anak Sekolah