Mother&Baby Indonesia
Waspada! Gejala Mommyrexia pada Ibu Hamil

Waspada! Gejala Mommyrexia pada Ibu Hamil

Hamil dengan tubuh yang tetap kurus menjadi salah satu hal yang diinginkan para wanita. Tengok saja artis cantik Victoria Beckham yang berusaha keras tak tampak gemuk bahkan saat ia sedang hamil, Moms.

Namun, yang umumnya dialami oleh ibu hamil adalah kenaikan berat badan seiring bertambahnya usia kehamilan. Akhirnya, ketika Anda merasa tubuh semakin berat dan besar, yang muncul hanya rasa stres karena takut akan mengalami kegemukan pasca melahirkan dan berat badan tidak bisa kembali ke ukuran semula seperti masa belum hamil.

Kenaikan berat badan yang terlalu banyak saat hamil sendiri memang tidak baik, Moms. Namun, berlebihan dalam membatasi asupan makanan juga tidak dianjurkan. Sebab, jika hal ini dilakukan dan berkelanjutan, maka akan menjadi gejala dari mommyrexia.



 

Apa Itu Mommyrexia?

Mommyrexia, atau yang juga kerap dikenal dengan sebutan pregorexia, merupakan penyimpangan perilaku pada wanita yang berusaha keras untuk tetap terlihat langsing meskipun ia sedang hamil. Wanita yang mengalami kondisi ini biasanya sangat berhati-hati dengan asupan kalori per hari. Selain itu, sang ibu juga melakukan olahraga secara berlebihan selama kehamilan.

Tak jarang, banyak di antara ibu hamil yang bahkan menginginkan proses persalinan melalui operasi caesar. Mereka juga menolak untuk menyusui, dengan alasan untuk mempertahankan berat badan yang dianggap ‘ideal’ tersebut. Bahkan, mereka juga mengharapkan berat badan mereka kembali turun dalam hitungan hari atau minggu pasca melahirkan.

“Yang mungkin menjadi korban mommyrexia adalah wanita yang menganggap keindahan adalah bagian dari daya tarik mereka. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi pada wanita yang takut akan kehilangan perhatian suaminya,” kata Ishak Herschkopf, seorang psikiater terkenal yang tinggal di Manhattan, New York, AS. Ia sering menangani selebritis yang memiliki gangguan makan.



 

Bahaya Mommyrexia pada Janin

Kondisi mommyrexia yang dialami oleh ibu hamil bisa berdampak buruk pada kesehatan janin yang dikandungnya, seperti mengalami perkembangan yang tidak sempurna atau lahir prematur. Si Kecil juga berisiko terkena gangguan pernapasan, serta nilai APGAR (Appearance (warna kulit), Pulse (denyut jantung), Grimace (refleks gerak), Activity (aktivitas otot), dan Respiration (pernapasan)) yang cenderung rendah.

Tak hanya itu, sang ibu pun bisa mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti kekurangan nutrisi, terkena penyakit jantung, juga anemia. Perilaku olahraga yang berlebihan juga dapat mengakibatkan cedera serius dan berdampak pada kondisi pasca melahirkan.

 

Mencegah Mommyrexia

Jika Moms ingin tetap menjaga berat badan agar tidak naik drastis setelah persalinan, atur pola makan dengan baik. Selain itu, ketahui kenaikan berat badan yang dianjurkan, yaitu sebanyak 1,5 kg per bulan jika berat badan Anda sebelum hamil normal atau 2 kg jika berat badan di bawah normal. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   ibu hamil,   mommyrexia,   pregorexia,   gangguan kehamilan








Cover Maret 2020