Home - Balita - Perawatan Balita / 26 Maret 2019 / Redaksi

Moms, Kenali Gejala ISPA pada Anak

Dari sekian banyak penyakit yang mengintai anak, penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan anak mungkin yang paling menakutkan ya, Moms. Wajar saja jika ini menyeramkan bagi para orang tua, karena hanya dalam hitungan menit, dampaknya bisa fatal pada anak.

Salah satu masalah pernapasan yang sering terjadi pada anak, khususnya balita, adalah ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut. ISPA juga sering disebut dengan URTI atau upper respiratory tract infections. Ini adalah infeksi akut yang menyerang satu komponen saluran pernapasan bagian atas, Moms. Apa saja sih yang dimaksud dengan saluran pernapasan atas? Mengutip Hello Sehat, masalah ini meliputi hidung, sinus, faring, dan laring.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, jika ISPA ini sudah bermanifestasi, maka hal tersebut bisa menimbulkan pneumonia atau radang akut yang menyerang jaringan paru di sekitarnya. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), dari jumlah 6 juta anak balita meninggal dunia, 16 persennya disebabkan oleh pneumonia. WHO bahkan menyebutkan kalau pneumonia adalah pembunuh balita nomor 1 di dunia. Untuk itu, penting bagi para Moms mengenali gejala ISPA pada anak, yang bisa berakibat pneumonia yang mematikan.




Penyebab ISPA

ISPA disebabkan oleh masuknya beragam jenis mikroorganisme, mulai dari adenovirus penyebab gangguan pernapasan, dan rhinovirus penyebab pilek. Pada anak kecil yang memiliki kekebalan tubuh rendah, pilek bisa berubah menjadi ISPA. Selain itu, perubahan cuaca secara drastis juga meningkatkan risiko ISPA. 

Infeksi ini menyebabkan fungsi pernapasan anak terganggu dan membutuhkan penanganan sesegera mungkin. Jika tidak ditangani secara langsung, ISPA akan menyebar ke seluruh sistem pernapasan dan berakibat fatal. ISPA juga sangat menular.


Gejala ISPA pada Anak

Berikut ini adalah beberapa gejala ISPA yang menyerang balita, Moms.

• Hidung tersumbat,

• Pilek,

• Batuk kering tanpa dahak,

• Demam ringan,

• Sakit tenggorokan,

• Sakit kepala ringan,



• Takipneu (napas cepat),

• Sulit bernapas,

• Warna kulit kebiruan karena kurang oksigen,

• Muncul gejala sinusitis; wajah nyeri, ingusan, dan demam.

Jika infeksi semakin parah, Si Kecil akan mengalami demam tinggi dan menggigil, sulit untuk bernapas, kesadarannya menurun, dan pingsan. Apabila gejala tersebut bertahan lebih dari 2 minggu, itu artinya Si Kecil butuh penanganan lebih lanjut.


Quick Facts ISPA

• Menurut WHO, ISPA adalah penyakit menular dan bisa menular dari satu orang ke orang lain melalui droplet yang keluar saat bicara, batuk, atau bersin.

• ISPA bisa terjadi kapan saja, namun menurut Medicinenet, ini lebih sering terjadi di cuaca dingin.

• Umumnya tidak dibutuhkan pemberian antibiotik untuk menyembuhkan ISPA, kecuali dokter mencurigai terjadi infeksi bakteri.

• Hal sederhana seperti rutin mencuci tangan, menutup mulut saat batuk dan bersin, bisa mencegah penularan ISPA.

• ISPA sendiri memang tidak terdeteksi tanpa diagnosis dari dokter. Walau infeksi yang disebabkan karena virus akan sembuh dengan sendirinya, namun Anda tetap harus menghubungi dokter jika kondisi Si Kecil semakin parah. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

11 Fakta TBC atau Tuberkulosis pada Anak

6 Penyakit Mulut pada Balita dan Cara Menanganinya

7 Cara Mengobati Sakit Gigi pada Anak

OTHER ARTICLES

Bayi Pertama di Amerika Lahir dari Transplantasi Rahim

Moms Perlu Tahu, Ini 5 Tanda Pembukaan 1 bagi Ibu Hamil

Adenoid Hypertrophy, Pembesaran Saluran Hidung Anak

Tips Ampuh untuk Ibu-Ibu Modern Zaman Now

Cara Tepat Menaikkan Berat Badan Bayi Anda