Home - Balita - Perawatan Balita / 26 Maret 2019 / Redaksi

Pertolongan Pertama Buat Anak yang Terbentur Kepalanya

Moms, selama proses tumbuh kembangnya, balita Anda pasti pernah melukai kepalanya, baik itu saat ia terjatuh dari tempat tidur, tak sengaja menubruk sesuatu, atau terpeleset saat sedang bermain dan berlarian. Sebagai orang tua, tentunya Moms merasa cemas, apakah luka di kepalanya bisa berisiko pada kesehatan Si Kecil atau tidak.


Menangani Anak yang Terbentur Kepalanya

Jika kepala Si Kecil terluka sampai benjol atau bahkan berdarah, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah jangan panik. Jika Anda kehilangan kontrol, Si Kecil akan merasa ada hal yang perlu ia khawatirkan. Moms perlu tetap tenang dan perhatikan langkah-langkah berikut ini, seperti dikutip dari Whattoexpect.com.



1. Berdarah Banyak

Letakkan handuk atau perban di atas lukanya, lalu tekan selama beberapa menit. Luka di kepala dan wajah cenderung mengeluarkan darah lebih banyak, karena terdapat lebih banyak pembuluh darah di area tersebut. Namun, jumlah darah yang banyak bukan berarti anak mengalami luka berat.

2. Luka Kecil dan Lecet pada Wajah

Bersihkan area luka tersebut dengan sabun dan air hangat. Kemudian oleskan salep anti bakteri dan tutup memakai plester untuk luka atau perban.

3. Benjol

Jika ada benjol di kepala anak, amati dahulu perilaku Si Kecil. Jika ia hanya menangis sebentar dan kembali ceria, Anda bisa mengompres benjol itu dengan ice pack untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Ini caranya, Moms.

1. Kompreskan es selama 10-15 menit untuk menghilangkan bengkak, dan berikan ia pelukan untuk mengurangi rasa sakit.

2. Waspadai gejala lain selama 48 jam berikutnya. Anak mungkin baik-baik saja, tapi jika Anda agak khawatir, gelitik kakinya saat ia tidur untuk memastikan ia masih bergerak.

3. Bersabarlah. Benjolan akan mengempis dalam beberapa hari, walau memar akan terlihat selama berminggu-minggu. Tidak ada yang dapat Anda lakukan kecuali menunggu.


Periksa ke Dokter

Pada umumnya, luka di kepala bisa dirawat sendiri di rumah, tapi Anda sebaiknya segera menghubungi dokter jika menemukan 4 tanda ini, Moms.



1. Luka cukup dalam, sehingga ada jarak antara 2 kulit yang terbelah dan butuh untuk dijahit.

2. Darah tidak berhenti keluar setelah 5-10 menit.

3. Anak tidak berhenti menangis walaupun sudah ditenangkan.

4. Kepala anak terbentur ke permukaan yang keras.


Kemungkinan Gegar Otak

Mungkinkah Si Kecil mengalami gegar otak akibat kepalanya terbentur sesuatu dengan sangat keras?

Kebanyakan benjolan di kepala anak akibat terbentur bukan masalah besar. Namun, jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda tengkoraknya retak (ia pingsan, mimisan, atau ada cairan keluar dari hidung atau telinga), segera hubungi dokter. Anda bisa membawanya langsung ke UGD jika Si Kecil sakit kepala, muntah, atau jadi linglung. 

Jika anak mengalami pukulan yang cukup keras di kepala atau ia sampai pingsan, ada kemungkinan Si Kecil mengalami gegar otak. Lakukan hal-hal berikut untuk memastikannya.

1. Pastikan anak tetap bangun sekitar 1 jam setelah kejadian dan amati apakah ia normal atau terlihat pusing dan bingung. Untuk bayi, Anda akan melihat ia menjadi sangat rewel.

2. Cek berkala warna kulit dan pernafasannya saat tidur. Jika semua normal, tidak perlu membangunkannya. Namun, jika ia terlihat pucat atau sulit bernapas, bangunkan perlahan. Segera hubungi dokter jika ia tidak bangun.

3. Segera hubungi dokter jika dalam 24 jam setelah kejadian Si Kecil muntah, bingung, tidak seimbang, kehilangan nafsu makan, sulit tidur, sulit bernapas, sakit kepala, mimisan, kejang, atau pingsan. (M&B/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

11 Fakta TBC atau Tuberkulosis pada Anak

5 Cara Mengikat Rambut yang Cantik untuk Anak Perempuan

6 Penyakit Mulut pada Balita dan Cara Menanganinya

OTHER ARTICLES

Bulu-Bulu Halus pada Tubuh Bayi Baru Lahir, Apa Itu?

Orang Dewasa Juga Wajib Vaksin! Ini 6 Jenis Utamanya

Yuk, Kenali Tahapan Perkembangan Emosi Anak, Moms!

Gondongan, Benarkah bisa Menyebabkan Kemandulan?

Apa yang Harus Dilakukan saat ASI Tak Keluar?