Home - Balita - Perawatan Balita / 10 Maret 2019 / Redaksi

Kenali Radang Amandel pada Anak dan Cara Mengatasinya

Amandel atau Tonsil yang letaknya di bagian belakang tenggorokan berfungsi untuk membantu sistem imun guna melindungi tubuh dari infeksi. Meski begitu, amandel juga bisa mengalami infeksi karena virus atau bakteri, sehingga terjadi peradangan di bagian tersebut yang dikenal dengan tonsilitis. Kondisi ini banyak di alami oleh anak-anak usia 5-15 tahun. Ini yang perlu Anda ketahui mengenai radang amandel pada anak dan cara mengatasinya, Moms.


Penyebab

Radang amandel bisa disebabkan oleh virus dan bakteri. Ada beberapa virus yang menyebabkan radang amandel, seperti virus influenza dan virus Epstein-Barr. Sementara bakteri yang biasanya menyerang amandel berasal dari kelompok Streptococcus.



Virus dan bakteri penyebab radang amandel ini bisa menular ke anak lain, baik kontak langsung maupun tidak langsung. Kontak langsung apabila seorang anak menghirup udara yang sudah terkontaminasi dengan virus atau bakteri dari percikan air melalui batuk atau bersin si anak yang menderita radang amandel.


Gejala

Kondisi ini akan menyebabkan amandel memerah dan membengkak sehingga menutupi saluran pernapasan yang akan membuat tenggorokan terasa sakit dan sulit untuk menelan. Disertai pula bercak-bercak putih di bagian permukaan amandel.



Gejala lainnya adalah demam, sakit kepala, batuk, nyeri telinga, mual, sakit perut, muntah, dan nafsu makan berkurang. Gejala tonsilitis yang disebabkan virus dianggap lebih ringan jika dibandingkan dengan tonsilitis yang disebabkan bakteri. Bahkan, tonsilitis yang disebabkan bakteri ini bisa membuat mulut berbau.


Yang Harus Dilakukan

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi radang amandel karena gejala perlahan akan menghilang dan pulih kembali dalam waktu 1 minggu. Namun, untuk mengurangi rasa sakit dan demam, Moms bisa memberikan obat pereda demam.

Kumur dengan air garam hangat juga bisa meredakan rasa sakit tenggorokan Si Kecil. Konsumsi makanan yang lunak seperti pisang, puding, atau es krim. Bantu Si Kecil untuk minum air lebih banyak dan istirahat yang cukup untuk mengurangi rasa sakit. Apabila gejala dan kondisi Si Kecil semakin parah, seperti mengalami sesak napas, sulit menelan, sulit tidur, bahkan mulut berbau, sebaiknya Moms segera bawa Si Kecil untuk mengunjungi dokter. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

11 Ide Model Rambut Keren dari Anak Selebriti

Jika Anak Terkena Tifus dan Cara Menanganinya

Perhatikan Hal-Hal Ini saat Anak Disengat Lebah

OTHER ARTICLES

Trik Cerdas Memilih Aksesori Rambut untuk Anak

Cara Mudah dan Murah Belanja Produk Kesehatan

Kenali Polyhidramnios, Penumpukan Air Ketuban

5 Tips Melakukan Olahraga di Bulan Puasa

Trik Memilih Nama untuk Bayi Anda