Mother&Baby Indonesia
6 Cara Menstimulasi Otak Bayi Anda

6 Cara Menstimulasi Otak Bayi Anda

Tahukah Anda betapa menakjubkannya otak seorang bayi? Di dalamnya ada 100 miliar neuron! Dalam 8 bulan pertama pertumbuhan bayi, neuron ini akan membentuk koneksi yang nantinya akan mendukung kemampuan belajarnya ketika dewasa. Di masa ini juga, otak bayi berkembang dengan sangat cepat.

Untuk meningkatkan kecerdasan Si Kecil, selain pemberian nutrisi, orang tua juga perlu memberikan stimulasi yang tepat, untuk membantu memaksimalkan potensi dan kemampuan dirinya. Berikut stimulasi yang perlu Moms berikan untuk Si Kecil:




1. Berikan Cinta

Walaupun terkesan klise, cinta adalah salah satu unsur penting dalam pembentukan kecerdasan anak Anda. Penelitian yang dilakukan oleh Washington University School of Medicine, AS, mengatakan bahwa bayi yang mendapatkan cinta dan kasih sayang dari ibunya memiliki kemampuan belajar yang lebih baik.

Penelitian ini juga menemukan bahwa bayi yang dirawat oleh ibunya di usia awal kehidupan memiliki hipokampus lebih besar di usia sekolah nanti. Hipokampus yang berfungsi sebagai pembelajaran dan penyimpanan serta pengolahan memori jangka panjang ini sangat berperan dalam mendukung proses belajar dan kemampuan mengingat Si Kecil.

Peluk bayi Anda sebanyak mungkin. Keterikatan Anda dengan bayi Anda yang baru lahir sangat memengaruhi perkembangan otaknya. Selain itu, dengan memberikan sentuhan dan pelukan hangat pada Si Kecil akan terbangun bonding yang erat antara Anda dan buah hati.


2. Interaksi yang Cukup

Mendengarkan dan berbicara dengan anak sangatlah penting. Berinteraksi dengannya terbukti bisa meningkatkan IQ Si Kecil. Penelitian mengatakan bahwa bayi sangat tertarik saat melihat wajah manusia lain, tapi ia paling tertarik pada wajah ibunya. Jadi dekatkan wajah Anda dengannya untuk mendukung perkembangan penglihatannya. Dekatkan wajah Anda 20-30 cm dari wajahnya.

Untuk meningkatkan kemampuan pendengaran dan bahasa Si Kecil, bicaralah padanya sesering mungkin. Bernyanyilah lagu yang lucu atau mainkan musik yang lembut. Jika Anda konsisten mengajak anak bicara, ia akan belajar mengenal kata-kata.


3. Berikan Perhatian

Berikan perhatian, misalnya dengan merespons ketika ia menangis. Dengan memeluk dan membuatnya nyaman, Anda sedang memberikan sinyal positif kepada sistem limbik otak yang berhubungan dengan emosinya. Saat merasa nyaman, ada sinyal yang sampai ke otak Si Kecil bahwa ia dalam keadaan aman.

Perhatian dan respons juga harus diberikan secara konsisten agar di masa awal ia mengenal dunianya, ia bisa memahami cara hidup di lingkungan tempat ia tinggal. Menurut penelitian, anak yang merasa disayangi, tumbuh dengan aman dan nyaman juga memiliki perilaku lebih baik.




4. Berikan Pujian

Meningkatkan kecerdasan anak juga bisa dilakukan dengan membuat mereka merasa berharga. Berikan pujian atas kemajuan-kemajuan kecil yang mereka capai dan usaha lain yang mereka lakukan. Sejak dini, SI Kecil harus tahu bahwa ia berharga dan apa pun yang ia lakukan memiliki arti untuk Anda. Biarkan juga ia melihat gerakan gembira Anda, mata Anda yang bercahaya, dan senyum ceria Anda ketika bertemu Si Kecil. Dari sini ia akan tahu betapa Anda mencintainya.


5. Bermainlah!

Jika ia belum bisa memegang mainan, bukan berarti Anda tak bisa mengajaknya bermain. Buat permainan sederhana yang menggunakan tangan seperti cilukba. Bayi memberikan respons yang baik terhadap permainan sederhana. Jika sudah lebih besar, belikan ia mainan yang bisa merangsang pertumbuhannya serta memberikan kesempatan Si Kecil berinteraksi dan mengeksplorasi kemampuannya.

“Misalnya, ketika ia sudah bisa merangkak, belikan mainan yang bisa memacunya untuk merangkak. Atau ketika ia sudah belajar berjalan, belikan mainan yang bisa ia dorong dan tarik untuk memotivasinya terus berjalan,” ujar Vera Itabiliana Hadiwidjojo, psikolog anak dan keluarga.

Selain itu, buat rumah Anda menjadi lingkungan yang aman untuk Si Kecil mengeksplorasi ruang-ruang yang ada di sekitarnya. Berikan ruang dirinya untuk merangkak sehingga ia bisa memahami arti dari jauh, dekat, atas, dan bawah. Ia juga bisa memetakan lingkungan sekitarnya dan membangun keterikatan yang nyaman dengan dunia tempat ia tinggal.


6. Tidur Nyenyak

Bayi yang baru lahir membutuhkan tidur yang banyak karena otaknya sedang tumbuh dengan aktif dan membentuk banyak koneksi secara menakjubkan. Ketika terjaga, ia mengambil banyak informasi baru yang akan dicerna saat ia tidur dan menjadi pegangannya saat ia tumbuh.

“Ketika tertidur, tubuh dan otak bayi juga mengalami regenerasi dan terjadi pemulihan sehingga otak menjadi lebih segar setelah terbangun,” ujar dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A. Hormon pertumbuhan pun menjadi maksimal saat Si Kecil tertidur. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   otak anak,   otak bayi,   stimulasi otak bayi








Cover Maret 2020