Mother&Baby Indonesia
Bayi Sering Cegukan? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Bayi Sering Cegukan? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Dokter William Sears dalam situs Babycenter menjelaskan bahwa cegukan tidaklah berbahaya. Cegukan merupakan gangguan pada saluran pencernaan yang bisa terjadi pada manusia di usia berapa pun, bahkan janin dalam kandungan.

Cegukan sebenarnya adalah kontraksi atau kekejangan dari diafragma (otot yang naik turun ketika Anda mengambil napas dalam). Cegukan juga merupakan gerakan refleks dari tubuh dan disertai dengan suara yang khas akibat iritasi dari diafragma.

Diafragma memainkan peran utama dalam perjalanan respirasi dan proses metabolisme. Fungsi struktur otot diafragma akan terganggu jika ada sesuatu yang menghambat proses ini.



Cegukan tidaklah menyakitkan dan biasanya bukan merupakan sinyal dari masalah medis, namun cegukan bisa mengganggu Si Kecil.

“Cegukan biasanya berhubungan dengan aktivitas makan dan sering terjadi karena otot diafragma terletak berdekatan dengan perut,” jelas Dr. Sears. “Tak hanya itu, cegukan juga terjadi karena penurunan suhu yang dapat menyebabkan kedinginan,” ujar Lynette Mazur, profesor pediatrik dari University of Texas Health Science Center, Houston, AS.


Tips Mencegah Cegukan

Ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mencegah cegukan pada bayi, yaitu:

1. Mengubah posisi menyusui. Kadang-kadang bayi menelan udara terlalu banyak selama menyusui. Hal ini dapat menyebabkan serangkaian cegukan. Jadi, Anda perlu mengubah posisi menyusui untuk membatasi jumlah udara yang masuk.



2. Bersendawa. Sangat penting untuk bayi bersendawa setelah selesai menyusui. Bersendawa bertujuan untuk mengeluarkan udara atau gas berlebih di perutnya. Dalam beberapa kasus, bersendawa juga dapat membantu melepaskan kejang otot diafragma dan menghentikan cegukan.

3. Pijat bagian belakang. Saat Si Kecil cegukan, tenangkan ia. Gosok punggungnya secara perlahan. Setelah beberapa menit, jika cegukan tidak berhenti, Anda perlu berhenti menyusui bayi. Karena jika diteruskan, ia bisa muntah. Hal ini akan membuat bayi merasa lebih tak nyaman.

4. Makan secara teratur. Anda harus memberi makan pada bayi sebelum terlalu lapar hingga perutnya mengandung banyak gas. Cegukan juga bisa terjadi jika Si Kecil makan terlalu banyak. Karenanya, lebih baik memberikan Si Kecil makan dengan porsi kecil namun sering.


Cegukan Pertanda Refluks?

Profesor Lynette Mazur menuturkan bahwa cegukan merupakan hal yang normal dan wajar bagi bayi, kecuali jika cegukan sampai mengganggu aktivitasnya seperti tidur atau makan.

Cegukan bisa menjadi pertanda masalah lambung pada bayi, yang biasa dikenal dengan gastroesophageal reflux (GER). GER merupakan kondisi bayi memuntahkan kembali apa yang dikonsumsinya (biasanya ASI atau susu) ke kerongkongan sehingga menyebabkan rasa sakit dan tak jarang cegukan. Hal ini terjadi karena saluran kerongkongan bayi terlalu pendek dan otot yang melingkarinya belum bekerja secara sempurna, sehingga sulit baginya untuk menahan susu dalam lambung.

Gejala lain Si Kecil mengalami refluks adalah rewel, sering terbangun di malam hari, menunjukkan gejala terserang kolik, sakit di bagian perut setelah makan, dan sering muntah. Jika Anda mencurigai Si Kecil mengalami refluks, segera berkonsultasi dengan dokter. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   cegukan,   bayi cegukan,   anak cegukan,   mengatasi cegukan,   mencegah cegukan