Home - Kehamilan & Persalinan - Persalinan / 27 Februari 2019 / Redaksi

Tips Rileks saat Melahirkan dan Siap Melakukan IMD

Proses persalinan memang kerap kali menegangkan dan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap ibu. Tidak jarang kabar miring seputar persalinan yang sampai ke telinga Anda juga semakin menambah ketegangan menjelang HPL (Hari Perkiraan Lahir). Padahal rasa tegang yang dialami, dapat menghambat jalannya proses persalinan.

Seperti dilansir dari Babycenter.co.uk, saat tegang tubuh akan memproduksi hormon stres, salah satunya adrenalin. Hormon ini dapat menurunkan aliran darah sehingga asupan oksigen berkurang, menghambat produksi hormon oksitosin, dan memperlambat tahap awal dari proses melahirkan. Stres juga dapat menyebabkan ketegangan pada otot, sehingga Anda akan lebih cepat lelah.

Sebaliknya, jika Anda rileks, oksitosin akan bekerja lebih baik dalam mengatur kontraksi, dan persalinan pun menjadi lebih lancar.




Tips Rileks saat Bersalin

Agar tetap tenang saat bersalin, American Pregnancy Association menyarankan untuk merangsang panca indera menggunakan beberapa cara berikut ini:

• Penglihatan

Anda akan merasa lebih aman dan damai jika melihat lingkungan yang menenangkan seperti cahaya yang lembut saat persalinan. Agar menambah motivasi, pandangi baju bayi.

• Pendengaran



Suara seperti gelombang laut atau kicauan burung dapat menjadi pilihan untuk membantu Anda fokus menghadapi kontraksi. Pengaruh musik terhadap kelancaran proses persalinan telah dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh Heni Setyowati, doktor ilmu keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan UI dan sangat dianjurkan oleh dr. Jacquez Martin, dokter obgyn terbaik menurut New York Magazine.

• Penciuman

Beberapa aroma dapat menimbulkan efek menenangkan dan memberikan rasa nyaman. Anda dapat membawa beberapa perlengkapan dengan aroma yang mengingatkan pada rumah. Aromaterapi melati telah digunakan secara tradisional untuk membantu kontraksi dan mengurangi nyeri otot. Sedangkan lavender mengandung antiseptik dan analgesik yang dapat mengurangi rasa lelah.


Jangan Lupakan IMD!

WHO (World Health Organization) merekomendasikan proses IMD untuk dilakukan selama 1 jam pertama kehidupan awal bayi. Ternyata rekomendasi ini diiringi oleh banyaknya manfaat di balik proses IMD, seperti kandungan kolostrum pertama pada ASI yang membantu mencegah penyakit.

Selain itu, IMD juga berperan sebagai penunjang keberhasilan ASI Eksklusif, membangun keintiman mendalam antar ibu dan anak, membantu menstabilkan napas bayi, dan masih banyak lagi. Agar berhasil melakukan IMD, Anda harus percaya dapat melakukannya. Selain itu dukungan dari orang sekitar, serta memilih rumah sakit pro-ASI dan pro-IMD dapat menjadi penunjang keberhasilan IMD. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

5 Fakta tentang Persalinan Postmatur

5 Mitos dan Fakta Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan

Moms, Kenali 7 Ciri-Ciri Ketuban Pecah Dini

OTHER ARTICLES

Kenapa Balita Tidak Bisa Diam? Ini Penjelasannya, Moms

Manfaat dan Fakta Memandikan Bayi yang Perlu Moms Tahu

Moms, Intip Potret Liburan Seru 7 Keluarga Seleb Ini!

Ini 10 Manfaat Jika Ayah Ikut Andil Mengasuh Anak

Menggendong Kala Hamil. Apa Risikonya?