Mother&Baby Indonesia
5 Tips Jitu Cegah Baby Blues Usai Melahirkan

5 Tips Jitu Cegah Baby Blues Usai Melahirkan

Kelahiran buah hati pastinya mengundang perasaan bahagia bagi para ibu. Namun tak semua Moms ternyata merasakan hal tersebut. Jika Anda baru saja melahirkan dan merasa mudah menangis, mudah tersinggung, serta sedikit tertekan, kemungkinan besar Anda mengalami baby blues.

Menurut Della, M.Psi, psikolog dari Tiga Generasi dan Brawijaya Clinic, baby blues ini dapat dialami oleh 30-80 persen wanita yang baru melahirkan. Akan terjadi perubahan mood secara tiba-tiba, seperti menjadi murung, cemas, bahkan mudah menangis.

Baby blues bisa terjadi sejak hari kedua hingga dua minggu setelah memiliki anak. Kondisi tersebut disebabkan karena pengaruh hormonal yang masih fluktuatif sejak masa kehamilan. Tetapi, apabila kondisi ini semakin intens dan terjadi lebih dari 2 minggu, dikhawatirkan dapat terjadi post partum depression.

Agar hal itu tidak terjadi, Moms tentu bisa melakukan pencegahan sejak masa kehamilan. Hal yang paling utama harus Anda lakukan adalah tidak perlu memikirkan hal-hal yang akan terjadi pasca persalinan yang tentu akan dihadapi di masa depan. Berikut ini cara mengatasi baby blues pada ibu baru melahirkan:



 

Mengubah Cara Pikir

Jika Anda adalah pribadi yang perfectionist, abaikan sejenak hal itu saat baru menjadi seorang ibu. Coba cari hal yang membuat Anda tersenyum saat melihat Si Kecil. Selain itu, tanamkan pikiran bahwa jika Anda senang, maka ASI lancar. Jadi, usahakan untuk selalu merasa bahagia agar kebutuhan makanan utama Si Kecil ini bisa tetap terpenuhi.

 

Meluangkan Waktu

Me time menjadi sangat penting ketika Moms mengalami baby blues. Tak harus jauh, cukup dengan mengambil minum sambil menikmati waktu menonton film favorit. Atau, sempatkan untuk tidur ketika Si Kecil tengah tidur. Biarkan ruangan berantakan sesaat, yang penting Moms bisa beristirahat meskipun hanya sejenak.

 

Berdiskusi dengan Teman

Untuk meredakan baby blues, Moms bisa ikut konseling khusus atau mencari waktu mengobrol dengan ibu lainnya. Pandangan yang berbeda-beda dari setiap ibu bisa membuat Anda terbuka untuk menerima kekurangan dan kelebihan yang dimiliki.

 



Melakukan Aktivitas

Kondisi pasca melahirkan memang tidak memungkinkan Moms untuk langsung kembali bekerja. Namun, Anda tetap bisa melakukan kegiatan seperti olahraga atau memasak jika itu hobi Anda. Hal tersebut dapat membuat depresi yang dirasakan menjadi berkurang.

 

Membangun Bonding

Meski baby blues bisa membuat ibu merasa tidak nyaman di dekat anaknya, namun bonding harus tetap terjalin. Minta bantuan Dads atau anggota keluarga lain untuk menemani Anda saat tengah berdekatan dengan buah hati. Hal ini akan semakin memudahkan Moms untuk membangun bonding dengan Si Kecil.

 

Selain itu, baby blues juga bisa diatasi dengan Anda menyusui bayi secara langsung dari payudara. Namun, kondisi ini juga bergantung pada dukungan dari tenaga medis, praktisi laktasi, suami, juga keluarga, agar proses pemberian ASI secara eksklusif bisa terjadi.

Selain itu, ada cara sederhana lain untuk mengatasi baby blues yang mungkin Moms alami, yaitu dengan bernyanyi. Hal ini terbukti dari sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh British Journal of Psychiatry. Penelitian ini mengungkapkan bahwa bernyanyi dapat memulihkan rasa depresi ibu pasca melahirkan lebih cepat daripada cara lainnya.

Jadi, ajaklah Si Kecil bernyanyi bersama dengan lagu-lagu yang mampu menenangkan hati. Atau putarkan lagu ceria agar suasana hati menjadi lebih baik dan baby blues bisa teratasi, Moms. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: panduan ibu baru,   persalinan,   melahirkan,   baby blues,   depresi








Cover Januari - Februari 2020