Home - Balita - Perawatan Balita / 5 Februari 2019 / Redaksi

Balita Susah BAB, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pola makan yang kurang sehat memang dapat menyebabkan sembelit, khususnya pada anak-anak. Ini dikarenakan sistem pencernaan mereka yang masih berkembang, juga makanan yang ia konsumsi kurang higienis. Sembelit biasanya ditandai dengan Si Kecil yang kesulitan atau tidak bisa buang air besar (BAB) sama sekali minimal tiga kali dalam seminggu. Hal ini tentu dapat membuatnya tidak nyaman, terutama di area perut yang terasa keras karena tidak bisa berekskresi.


Penyebab Balita Susah BAB

Selain dari pola makan yang tidak teratur serta makanan yang tidak dijaga kebersihan dan komposisi yang kurang sehat, ada beberapa hal lainnya yang membuat anak susah BAB, di antaranya:

• Kurang makanan berserat. Meski sudah dikenalkan MPASI sejak 6 bulan, mungkin Si Kecil bisa mengalami sembelit karena kekurangan serat. Hal ini perlu Moms perhatikan, dengan memberikan sayur dan buah, seperti bayam, brokoli, apel, melon, dan lainnya. Anda bisa membuatkan sup, jus, atau dikonsumsi segar untuk Si Kecil.

• Susu Formula. Kandungan nutrisi pada susu formula terkadang bisa membuat pencernaan anak balita terganggu. Anda pun perlu cermat dalam memilih susu yang tepat, karena susu penting untuk kesehatan tulangnya. Konsultasikan ke dokter apabila Moms kesulitan untuk mendapatkan susu formula yang tepat.

• Kekurangan cairan. Banyak minum air mineral memang sangat dianjurkan, sebab jika kurang dapat mengakibatkan sembelit dan sulit BAB. Anak balita memang cukup sulit jika harus banyak minum, terlebih lagi ia merasa repot harus bolak-balik kamar kecil. Namun setelahnya, Si Kecil bisa terhindar dari susah BAB. 

• Kondisi Medis. Alergi laktosa, gangguan sistem pencernaan dari lahir, hipotiroid, kelebihan kadar kalsium dalam darah, hingga kelainan sumsum tulang belakang dan penyakit Hirschprung bisa menjadi penyebab lain Si Kecil mengalami susah BAB. Konsultasikan masalah ini dengan dokter anak agar ia mendapatkan penanganan yang tepat.


Mengatasi Susah BAB

Sembelit atau susah BAB tentu bisa diobati, Moms. Salah satunya adalah dengan memberikan obat pencahar pada Si Kecil, karena sebenarnya obat pencahar bisa diberikan kepada anak balita apabila ia mengalami kesulitan saat BAB. Obat pencahar sendiri memiliki dua cara kerja dalam mengatasi sembelit, pertama, obat akan melunakkan tinja yang susah dikeluarkan oleh tubuh, karena terlalu kering dan keras. Dan kedua, obat pencahar dapat merangsang gerakan usus untuk mengeluarkan tinja yang menumpuk di dalam usus. Meski begitu, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter agar tak salah dalam memberikannya pada Si Kecil. Tetapi Anda juga perlu tahu jenis obat pencahar yang bisa diberikan untuk mengobati sembelit anak, yaitu

• Obat pencahar untuk melunakkan tinja, seperti lactulose, docusate, dan mineral oil. Lactulose yang berbentuk cairan bisa Anda campurkan ke dalam jus atau minuman anak. Sedangkan docusate yang berbentuk kapsul atau tablet biasanya akan diberikan pada anak yang mengalami sembelit yang tidak terlalu parah.

• Obat pencahar stimulan, yaitu yang berfungsi untuk merangsang anak untuk mengeluarkan kotoran di dalam ususnya. Jenis obat yang bisa diberikan adalah sennoside B dan bisacodyl.

Selain dengan obat, Anda juga perlu mengajak Si Kecil untuk sering melakukan aktivitas fisik. Hal ini bisa membuat tinja terdorong oleh usus. Selain itu, minum air mineral 6-8 gelas per hari serta konsumsi sayur dan buah seperti yang disebutkan sebelumnya. Jika bisa dilakukan, ajarkan juga anak balita untuk ke toilet setelah sarapan agar ia terbiasa untuk BAB. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

share to BBM


RELATED ARTICLE

Demam Tifoid pada Anak dan Cara Mengatasinya

Trik Cerdas Memilih Sepatu untuk Balita

5 Cara Cepat Menurunkan Panas pada Anak



OTHER ARTICLES

7 Bahan Skin Care yang Harus Dihindari Ibu Hamil

5 Hal yang Perlu Anda Lakukan setelah Gajian

Seperti Apa Air Mineral yang Layak Diminum Keluarga?

Lakukan 5 Hal Ini Ketika Balita Punya Adik Lagi

Ini yang Dialami Moms Baru pada Masa Nifas