Mother&Baby Indonesia
Gejala Kanker Serviks Stadium Awal dan Penanganannya

Gejala Kanker Serviks Stadium Awal dan Penanganannya

Kanker tentu menjadi penyakit paling menakutkan bagi semua orang. Bagaimana tidak, jenis kanker begitu banyak dan bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia dan gender. Salah satu jenis kanker yang sering menyerang wanita adalah kanker serviks atau kanker mulut rahim. Menurut World Health Organization (WHO), kanker serviks berada di urutan ke-4 dari semua jenis kanker yang sering terjadi pada wanita.

Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengenali gejala-gejala kanker serviks dan cara mengobatinya. Simak informasi berikut ini yuk, Moms.




Gejala Kanker Serviks Stadium Awal

1. Keluar darah dari vagina

Sedang tidak dalam masa menstruasi, tetapi tiba-tiba ada darah atau bercak darah dari vagina? Waspada, karena ini bisa jadi gejala awal kanker serviks stadium 1. Mengutip Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS), darah yang keluar seringkali berwarna merah terang dan konsistensinya bisa cair atau menggumpal. Jika kanker mulai menyebar, pendarahan juga bisa keluar melalui rektum atau anus.

2. Nyeri panggul

Walau terdengar normal terjadi, namun KICKS menyebutkan kalau nyeri panggul juga bisa menjadi gejala awal kanker rahim lho, Moms. Nyeri ini biasanya semakin terasa saat melakukan hubungan intim.

3. Keputihan berlebih

Keputihan yang tidak berbau, tidak gatal, dan terjadi menjelang masa haid adalah jenis keputihan yang normal. Namun jika keputihan berwarna hijau atau kuning kehijauan, berbau tak sedap, dan menimbulkan gatal di sekitar kelamin, maka bisa jadi ini tanda kanker serviks stadium awal.

4. Sulit buang air besar



Tak hanya tanda kurang serat saja, namun sulit BAB juga bisa terjadi karena kanker serviks. Ketika kanker serviks sudah tumbuh cukup besar, maka benjolan kanker dapat menekan usus Anda, sehingga Anda sulit buang air besar.


Cara Mengatasi Kanker Stadium Awal

1. Operasi

Walau masih stadium awal, namun operasi perlu dilakukan. KICKS menyebutkan kalau pembedahan ini bisa berupa pengangkatan leher rahim, pengangkatan sebagian besar serviks, ataupun pengangkatan rahim. 

2. Kemoterapi

Menurut KICKS, beberapa kanker tahap awal yang lebih besar mungkin akan disarankan kemoradioterapi terlebih dahulu. Setelah itu baru disarankan radioterapi eksternal dalam lima hari setiap minggunya, selama 5 minggu kurang lebih. 

3. Radioterapi

Ini adalah pengobatan yang tepat jika kanker serviks masih fase satu, jika kanker sudah di fase akhir, maka radioterapi harus disertai dengan kemoterapi. Perpaduan kemoterapi dan radioterapi ini bisa membantu mengendalikan nyeri dan perdarahan. Radioterapi membantu menghancurkan sel-sel kanker dengan memberi gelombang berenergi tinggi di area panggul. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   kanker,   kanker serviks










Cover Mei-Juni-Juli 2020