Mother&Baby Indonesia
Cara Efektif dan Tepat Mendisiplinkan Balita

Cara Efektif dan Tepat Mendisiplinkan Balita

Semua orang tua tentu ingin anaknya tumbuh menjadi sosok yang disiplin. Karena itu, Moms perlu menanamkan nilai-nilai kedisiplinan sejak dini. Si Kecil bisa belajar disiplin mulai dari hal-hal yang sederhana, seperti merapikan mainannya setelah selesai bermain, membuang sampah pada tempatnya, bahkan tidak melempar makanan saat makan.

Memang Si Kecil kadang tidak melakukan hal yang Anda harapkan. Sampai akhirnya Anda pun marah dan bahkan menghukumnya untuk menumbuhkan kedisiplinannya. Namun cara tersebut pada akhirnya tidak akan efektif.

Ketika mendisiplinkan anak yang tidak mau patuh, rata-rata orang tua dan para ahli setuju perlu adanya keseimbangan antara tegas dan menjadi pemegang kendali. Nah, jika Anda bingung dengan cara yang tepat untuk mengajarkan balita disiplin, simak beberapa cara berikut ini yuk, Moms.




1. Merapikan Mainan

Setelah Si Kecil bermain dengan mainannya, ruangan pasti porak-poranda. Anda ingin ia belajar merapikan mainannya, namun bingung bagaimana menyuruhnya? Bila Anda biasa mengancamnya dengan hukuman dan tetap tidak dituruti, Anda bisa memintanya seperti, “Mama mau kamu merapikan mainan kamu dan taruh di tempatnya kembali. Kamu mau kapan melakukannya? Sebelum makan atau setelahnya?” Jadi, Anda tetap menyuarakan hati Anda supaya ia bisa merapikan mainannya sendiri dengan kesanggupan waktunya sendiri.


2. Meminta Tanpa Rewel

Biasanya Si Kecil akan rewel dan berteriak-teriak bila ia menginginkan sesuatu. Jangan langsung memarahinya dan mengancam untuk tidak memberikan apa yang ia inginkan kalau ia terus berteriak-teriak. Dengarkan keinginannya, namun minta ia untuk tidak rewel dan berteriak-teriak dengan cara yang halus, seperti, “Kamu ingin apa, Sayang? Coba bicara pelan-pelan, Mama tidak dengar kalau kamu rewel begitu.” Ia pun lama-lama akan mengerti kalau meminta dengan cara seperti itu kepada Anda tidak akan berhasil.


3. Menghabiskan Makanan

Anak biasanya sering rewel saat disuruh menghabiskan makanannya, apalagi saat makan sayur. Memerintahnya dengan ucapan, “Kamu harus menghabiskan semua makananmu!” malah akan membuatnya marah dan melawan. Sebaiknya katakan kepada Si Kecil, “Ayo, tidak ada camilan lain lho setelah makan malam” untuk mengingatkannya kalau Anda tidak akan memberinya makanan lain, namun ia yang tetap menentukan pilihan, apakah ia harus menghabiskan makanannya atau tidak.




4. Tidak Mengacau di Supermarket

Saat diajak ke supermarket, Si Kecil biasanya sangat bersemangat dan berlarian ke sana-sini. Sebelum memarahinya di depan umum dan menjadi tontonan banyak orang karena ia menangis, Anda bisa memintanya untuk mencarikan sesuatu, seperti, “Tolong bantu Mama carikan sereal kesukaan kamu dong, Sayang.” Hal ini tentu akan mengalihkan perhatiannya untuk berbuat onar dan memberikan alternatif yang lebih positif.


5. Menggosok Gigi Sebelum Tidur

Mengancamnya dengan ucapan, “Mama tidak akan membacakan cerita kalau kamu tidak gosok gigi!” hanya akan membuatnya mempelajari kegiatan rutin yang harus ia lakukan dengan paksaan. Lebih baik, Anda ingatkan kepadanya apa yang harus dilakukan dengan ucapan, “Sebelum kita tidur, harus apa dulu ya, Sayang?” Dengan demikian, Si Kecil pun akan melakukan tugasnya tanpa merasa takut dihukum.


6. Bersiap-Siap Tidur

Si Kecil biasanya suka keluar-masuk kamarnya dan masuk ke kamar Anda pada waktu tidur. Daripada Anda mengancamnya dengan berkata, “Kalau kamu tidak mau tidur, Mama akan marah!”, Anda bisa mengatakan kepadanya, “Mama ingin kamu terus di kamarmu dan cepat tidur, Sayang.” Ini akan membuat negosiasi waktu tidur antara Anda dan Si Kecil menjadi lebih tenang dan bebas emosi. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   disiplin,   mendisiplinkan anak,   anak disiplin








Cover Maret 2020