Home - Balita - Berita Tentang Balita / 25 Februari 2019 / Redaksi

4 Kecerdasan Anak 2 Tahun dan Cara Menstimulasinya

Mungkin Anda pernah dengar orang yang bilang bahwa anak dua tahun itu sedang nakal-nakalnya. Hmm, asal Anda tahu, anggapan tersebut ternyata salah besar, Moms!

Beberapa bulan sebelum Si Kecil menginjak usia 2 tahun, Anda mungkin pernah mendengar cerita tentang bagaimana anak seusia itu susah diatur atau temperamennya sangat cepat berubah. Tenang, coba amati dulu perkembangan Si Kecil yang sedang lucu-lucunya ini.

“Boleh dibilang, usia 2-3 tahun adalah usia transisi awal pada perkembangan anak, di mana anak sedang punya keinginan yang sangat besar untuk menjadi mandiri. Padahal, kemampuan bahasa Si Kecil belum mencapai tahap yang cukup untuk bisa berkomunikasi dengan sempurna. Pola tingkah yang cenderung agresif atau mungkin tidak bisa diam adalah gambaran dari Si Kecil untuk mengungkapkan emosinya. Namun, sebagai orang tua, Anda tidak perlu memusingkan hal tersebut, anggap saja itu semua adalah bagian dari perkembangannya,” ujar Claire Lerner, penulis buku Bringing Up Baby: Three Steps to Making Good Decision in Tour Child’s First Years.

Tengok saja gambaran anak pada usia 2 tahun yang bisa Anda pelajari!




1. Saya Sudah Pandai Bicara!

Di usia 2 tahun, Si Kecil memang sudah mulai mengeluarkan segala pikirannya lewat kata-kata. Sebaiknya pada masa ini Anda sudah mulai mengajarkan perkataan-perkataan yang mudah dicerna dan tentunya baik untuk diajarkan pada Si Kecil.

“Pada saat tertentu, Si Kecil dapat mengekspresikan perasaannya ketika ia sedang suka atau tidak suka dengan sesuatu. Anda pun akhirnya tersadar, Si Kecil sudah mulai berkembang,” kata Ann Douglas, pembina keluarga dan penulis The Mother of All Toddler Books. “Meskipun di usia 2 tahun Si Kecil belum terlalu banyak bicara, namun gerakan tubuhnya menggambarkan kemauan-kemauannya,” tambah Lerner.

Agar anak semakin berkembang: Sering-seringlah mengajak Si Kecil berbicara. Berikan beberapa pertanyaan yang dapat dijawab dengan panjang lebar, tidak hanya sekadar menjawab ya atau tidak. Misalnya, jika Si Kecil sudah masuk preschool, Anda bisa menanyakan apa saja yang sudah ia lakukan di sekolah, siapa saja nama temannya, dan apa saja yang dipelajarinya. Dijamin ia tidak akan menjawab dengan kata ya dan tidak.


2. Saya Bisa Menjadi Orang Lain

Meskipun usianya masih 2 tahun, tingkah Si Kecil sudah terlihat beda dari sebelumnya. Ketika sedang bermain, Si Kecil terlihatan seperti memiliki dunianya sendiri. “Kelakuannya pun sudah mulai memancarkan bahwa sepertinya ia sudah mulai pandai berpikir dan belajar menyelesaikan masalahnya sendiri,” ujar Lerner.

Di usia 2 tahun, Si Kecil sudah mulai bermain peran, contohnya main ‘ibu-ibuan.’ Dia pun memberikan susu pada bonekanya atau mengajaknya bermain. Namun, Si Kecil juga akan cepat berganti peran, dan tahu-tahu telah menjadi seorang putri kerajaan lengkap dengan mahkotanya. Saat usianya menginjak 3 tahun, Si Kecil akan lebih fokus pada satu permainan saja.



Agar anak semakin berkembang: Ikutlah bergabung dengan segala permainannya. Namun, Anda tidak perlu mengambil alih, biarkan ia mengekspresikan pikirannya. Tanyalah beberapa pertanyaan seperti, sedang main apa? Nama bonekanya siapa? Dan tanyakan apakah Anda boleh ikut bergabung dengannya.


3. Saya Ingin Menolong Ibu!

Senangnya ketika Si Kecil ingin membantu pekerjaan rumah tangga. Si Kecil mulai ingin menjadi bagian dalam keluarga dan ingin memiliki rasa tanggung jawab. “Anak saya Etani senang sekali menyapu lantai,” ujar Jenifer Margulis Ph.D, ibu tiga anak dan Editor Toddler Real-Life Stories of Those Fickle, Irrational, Urgent, Tiny People We Love

“Si Kecil memang sedang aktif-aktifnya sehingga apa pun yang belum pernah ia kerjakan akan dikerjakannya. Salah satunya adalah membersihkan rumah.”

Agar anak semakin berkembang: Jika Si Kecil ingin membantu, memang tidak ada salahnya. Namun, Anda harus tetap mengawasinya kalau ia masih membutuhkan pertolongan Anda. Untuk tahap awal, Anda bisa meminta Si Kecil membantu memberi makanan untuk kucing kesayangannya.


4. Inilah Saya!

Di usia ini, secara tidak langsung Si Kecil juga sedang memperlihatkan identitas jati dirinya. “Anak di usia 2 tahun sudah mulai berpikir, ‘Saya adalah saya,’ dan ia sudah mulai memiliki pemikiran sendiri dengan segala perbuatannya yang terkadang seperti tingkah orang dewasa,” ujar Lerner. Anda mungkin berpikir Si Kecil ingin sekali menjadi pusat perhatian. Tentu saja itu benar. Apalagi dengan segala kelakuannya yang di luar dugaan, seperti memberikan kecupan di saat-saat tak terduga dan segala tingkahnya yang selalu membuat Anda tertawa.

Agar anak semakin berkembang: Berikan perhatian penuh pada Si Kecil dan tunjukkan rasa antusias Anda. Misalnya ketika anak memeluk Anda, beritahukan perasaan Anda ketika Si Kecil memeluk. Contohnya, “Sayang, tahukan saat Mama sedang sedih, rasa sedih itu langsung hilang waktu kamu memeluk Mama...” (M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Balita Kurang Gizi, Jumlah Anak Stunting Meningkat

Malea Emma Raih Golden Ticket American Idol 2027

Kisah Sedih Balita Korban Gempa Palu

OTHER ARTICLES

7 Jurus Ampuh Anti Mengompol untuk Balita Anda

Bolehkah Ibu Hamil Konsumsi Minuman Berenergi?

Tahu Lebih Banyak Soal Sariawan pada Bayi

Mengajak Pendidikan Indonesia untuk Berpihak pada Anak

Tips Berkendara Aman dan Nyaman Bersama Si Kecil