Mother&Baby Indonesia
Ini Tes Kesehatan yang Dilakukan pada Bayi Baru Lahir

Ini Tes Kesehatan yang Dilakukan pada Bayi Baru Lahir

Sesaat setelah dilahirkan, Si Kecil akan menjadi pusat perhatian, tak hanya bagi Anda dan pasangan, tetapi juga bagi petugas kesehatan, seperti dokter dan bidan. Mereka akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan Si Kecil dalam keadaan sehat. Ini beberapa tes yang dilakukan, Moms.


Tubuh

Waktu: Segera setelah dilahirkan. Berat, panjang, lingkar kepala, dan ubun-ubun Si Kecil akan diukur. Berat rata-rata newborn adalah sekitar 3 kg dengan lingkar kepala sekitar 35 cm dan panjang tubuh sekitar 50 cm. Pertumbuhan Si Kecil akan terus dimonitor mulai saat itu hingga ia balita.




Tes Apgar

Waktu: Saat persalinan, 2 menit, dan 5 menit setelah dilahirkan. Tes apgar adalah serangkaian pemeriksaan untuk menilai kemampuan bayi beradaptasi di luar rahim. Ada 5 hal yang diperiksa, yaitu kulit, denyut jantung, napas, refleks, dan aktif tidaknya otot. Sebagai hasilnya, Si Kecil akan diberikan skor dari 0 hingga 10.


Mata

Waktu: Dalam 72 jam setelah dilahirkan. Cahaya dari ophthalmoscope akan disorot ke mata Si Kecil untuk memeriksa refleksi berwarna merah atau oranye dari retina. Berbagai masalah seperti katarak, infeksi, atau juling akan diketahui saat pemeriksaan ini.


Pendengaran

Waktu: 1 hari sampai 1 bulan setelah dilahirkan. Earphone kecil bernama OAE (oto-acoustic emissions) akan dipasangkan di saluran telinga bayi kemudian diputar suara. Jika pendengaran bayi normal, akan ada pantulan suara yang terefleksi di telinga tengah. Selain itu, alat ini juga bisa mendeteksi hambatan di saluran telinga luar.


Jantung dan Paru-Paru

Waktu: Dalam 72 jam setelah dilahirkan. Beberapa menit setelah lahir, pola napas Si Kecil akan dimonitor oleh dokter untuk memeriksa apakah paru-paru Si Kecil bekerja dengan baik dan bersih dari cairan. Jantungnya pun akan diperiksa dengan stetoskop.


Refleks

Waktu: Dalam 72 jam setelah dilahirkan. Refleks Si Kecil, termasuk menggenggam, mengisap, dan menelan akan diperiksa. Refleks mengisap dilakukan dengan menempatkan jari ke dalam mulutnya. Salah satu refleks yang banyak dilakukan adalah refleks moro. Dengan jarak dekat, suster atau dokter akan menurunkan kepala Si Kecil secara mendadak. Jika refleks Si Kecil bagus, kedua tangan serta kakinya akan merentang dan menutup lagi. Bersamaan dengan itu, jemarinya pun akan menggenggam.




Tulang Belakang dan Panggul

Waktu: Dalam 72 jam setelah dilahirkan. Dilakukan dengan cara menelungkupkan bayi dan mencari adanya abnormalitas, seperti spina bifida dan pembengkakan. Kakinya juga diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya kelainan panggul.


Alat Kelamin

Waktu: Dalam 72 jam setelah dilahirkan. Scrotum bayi laki-laki akan diperiksa untuk mengetahui apakah testisnya normal dan penisnya bisa membuka. Jika bayi Anda perempuan dan mengalami vlek, ini hal yang wajar sebagai efek dari hormon ibu. Hormon ini juga yang membuat alat kelamin terlihat bengkak dan merah.


Kulit

Waktu: Dalam 72 jam setelah dilahirkan. Biasanya bayi lahir dengan beberapa tanda lahir, seperti mongolian spots (bagian kulit dengan pigmen lebih gelap) dan strawberry marks (area kulit berwarna merah). Ini merupakan tanda-tanda di kulit yang umum dimiliki Si Kecil.


Heel Prick

Waktu: 5-8 hari setelah dilahirkan. Dokter atau bidan akan mengambil sampel darah dari telapak kaki Si Kecil untuk memeriksa kelainan genetik atau kondisi lain yang membahayakan, misalnya hypotiroid.


Vitamin K

Waktu: Setelah dilahirkan. Vitamin K sangat vital bagi proses pembekuan darah. Kebanyakan bayi baru lahir dengan hanya memiliki sedikit vitamin ini dalam tubuh. Ada beberapa pilihan pemberian vitamin K, yaitu lewat suntikan atau dengan tetesan ke dalam mulut. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   newborn,   bayi baru lahir,   kesehatan bayi,   tes kesehatan bayi,   tes apgar










Cover Mei-Juni-Juli 2020