Mother&Baby Indonesia
Bayi Berkelamin Besar? Awas Ia Terkena Penyakit HAK!

Bayi Berkelamin Besar? Awas Ia Terkena Penyakit HAK!

Tahukah Moms? Anak laki-laki yang terlahir dengan kelamin besar, ternyata bisa mengindikasikan penyakit yang berbahaya, salah satunya adalah hiperplasia adrenal kongenital (HAK). Apa itu HAK? Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia, “Hiperplasia adrenal kongenital merupakan suatu kelainan genetik yang terjadi akibat kegagalan ataupun gangguan pembentukan enzim yang berperan dalam produksi hormon kortisol dan aldosteron.”

Padahal, dengan sistem skrining yang baik, kelainan tersebut dapat dideteksi sejak masa kehamilan maupun segera setelah lahir lho, Moms. Mau tahu lebih lengkap mengenai penyakit yang satu ini? Mari perkaya ilmu pengetahuan tentang kesehatan anak berikut ini.




Mengindikasikan Penyakit Berbahaya

Penyakit hiperplasia adrenal kongenital (HAK) dipicu oleh gangguan kelenjar adrenal atau anak ginjal yang memengaruhi produksi hormon, terutama hormon androgen alias hormon seks pria. Selain ukuran penis menjadi lebih besar, kelainan ini juga bisa menyebabkan pubertas pada anak Anda terjadi terlalu cepat, Moms.

Jika ini terjadi pada anak perempuan, penyakit ini dapat memicu terjadinya pembengkakan klitoris. Itu sebabnya, HAK pada anak perempuan lebih mudah dikenali karena klitoris umumnya berukuran kecil, sehingga jika sedikit saja terjadi pembesaran klitoris, Moms bisa dengan mudah mengetahuinya.

Sementara pada bayi laki-laki, kelamin berukuran besar justru sering dianggap baik dan tidak berbahaya. Ada Moms yang percaya mitos, anak laki-laki yang lahir dengan kelamin besar maka kelak akan menjadi orang penting dan bisa menjadi pemimpin yang baik. Wah, sebaiknya tidak langsung percaya dengan mitos seperti ini ya Moms, karena bayi dengan kelamin besar justru bisa mengindikasikan masalah kesehatan seperti HAK.


Ciri-ciri HAK

Selain kelamin yang membesar, HAK atau hiperplasia adrenal kongenital sebenarnya dapat dikenali dengan beberapa ciri lain. Contoh ciri-ciri lain tersebut adalah:



1. Warna kulit yang menghitam saat bayi

2. Jerawat muncul pada usia lebih muda

3. Dehidrasi

4. Tekanan darah rendah

5. Gangguan fungsi kelenjar adrenal yang membuat bayi sering muntah, tampak lemas, dan kurang baik dalam menyusu.

Ingat, HAK dapat berakibat fatal karena ini bisa memicu krisis adrenal yang mematikan Si Kecil. Selain itu, HAK juga bisa membuat tubuh kekurangan cairan serta garam lho, Moms. (M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   kelamin bayi,   penyakit bayi,   hiperplasia adrenal kongenital