Mother&Baby Indonesia
Bolehkah Ibu Hamil Pijat Refleksi? Ini Jawabannya, Moms

Bolehkah Ibu Hamil Pijat Refleksi? Ini Jawabannya, Moms

Berbagai perubahan fisik yang dialami oleh ibu hamil berimbas pada aneka keluhan yang ia derita, termasuk lelah dan pegal. Ada banyak cara untuk mengatasi rasa sakit karena lelah atau pegal, salah satunya dengan pijat. Tidak hanya itu, pijat juga dipercaya dapat meredakan stres dan emosi. Hampir semua orang suka dipijat karena efek nyaman yang ditimbulkan.

Salah satu jenis pijat yang dipercaya dapat mengatasi lelah dan pegal adalah pijat refleksi. Pijat refleksi sendiri adalah terapi tradisional dari China yang sudah dipraktikkan sejak berabad-abad lalu dan dipercaya bisa memperlancar aliran darah sehingga membuat tubuh lebih sehat.

Pijat ini dilakukan dengan memberikan tekanan pada sejumlah titik di bagian telapak tangan dan kaki yang dianggap berhubungan dengan semua organ tubuh. Tujuannya untuk memaksimalkan kerja organ tubuh sehingga tubuh menjadi lebih sehat.



Namun, bolehkah ibu hamil melakukan pijat refleksi? Apakah ada manfaatnya untuk tubuh, atau sebaliknya, malah menimbulkan dampak buruk? Yuk, kita baca penjelasannya berikut ini, Moms.


Amankah Ibu Hamil Melakukan Pijat Refleksi?

Pertanyaan ini mungkin sering ditanyakan oleh para bumil, bolehkah dan amankah melakukan pijat refleksi saat sedang hamil? Hingga kini, belum banyak penelitian yang mengungkapkan dampak pijat refleksi pada bumil.

Meskipun demikian, para pakar kesehatan menganjurkan agar wanita yang tengah hamil sebaiknya tidak melakukan pijat refleksi karena berisiko menimbulkan kontraksi pada kehamilannya. Hal ini tentunya sangat berbahaya, apalagi jika Anda masih berada dalam trimester pertama kehamilan.

Menurut dr. Ardiansjah Dara, Sp.OG, spesialis obgyn dari MRCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta, bumil boleh saja dipijat, tetapi ada bagian-bagian tertentu yang tidak boleh dipijat, seperti telapak kaki atau refleksi. Memijat telapak kaki, terutama dengan tekanan keras, dapat menimbulkan rasa nyeri. Rasa nyeri itulah yang akan menimbulkan kontraksi rahim.

Pada dasarnya, pijat refleksi dilakukan dengan memberikan tekanan pada beberapa titik di telapak tangan dan kaki. Tekanan ini akan mampu menstimulasi fungsi tubuh, misalnya memperlancar peredaran darah, membuat organ tubuh berfungsi dengan baik, hingga bisa meningkatkan produksi hormon.

Namun, menurut para ahli, refleksi bisa menimbulkan kontraksi. Bahkan jika terjadi salah tekan saat pijat refleksi, hal tersebut bukan tidak mungkin akan mengakibatkan dampak buruk pada kesehatan bumil dan berisiko memicu kelahiran prematur serta keguguran.

Jika Anda sebelum hamil telah terbiasa pijat refleksi dan saat tengah hamil ingin melakukannya, sangat penting untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter kandungan Anda, apakah kondisi Anda aman untuk pijat refleksi. Jika ya, pilih juga terapis yang profesional dan terlatih. Mereka umumnya sudah tahu titik-titik mana yang harus dihindari saat memberikan pijatan pada bumil.




Titik-Titik yang Bisa Merangsang Kontraksi saat Pijat Refleksi

Dikutip dari hellosehat.com, ada beberapa titik yang sebaiknya dihindari pada saat bumil melakukan pijat refleksi karena dapat merangsang munculnya kontraksi rahim. Titik-titik tersebut adalah:

1. Pada tungkai bawah di atas pergelangan kaki, di belakang tulang kering, sekitar empat jari di atas mata kaki bagian dalam.

2. Pada kaki, di cekungan antara mata kaki luar dan tendon Achilles.

3. Bagian tengah telapak tangan. Kepalkan tangan Anda dan rasakan ujung jari tengah Anda mengenai telapak tangan.

4. Pada bagian ujung jari kelingking di dekat ujung kuku.

5. Pada punggung tangan, daerah cekungan antara ibu jari dan jari telunjuk.

6. Pada punggung, yaitu di ujung bawah dari tulang belakang di atas ujung otot pantat. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   pijat,   pijat refleksi,   pijat refleksi saat hamil