Mother&Baby Indonesia
Sulit Hamil Akibat Rahim Dingin? Kenali Gejalanya!

Sulit Hamil Akibat Rahim Dingin? Kenali Gejalanya!

Segala cara sudah ditempuh. Tapi mengapa sang buah hati tak kunjung datang? Ehm, mungkin Anda mengalami cold uterus atau rahim dingin.

Istilah rahim dingin memang tidak terlalu populer di Indonesia. Dalam istilah medis, cold uterus diartikan sebagai kondisi saat lapisan rahim tidak memberikan respons yang tepat terhadap hormon progesteron (hormon yang menaikkan suhu tubuh).

Rahim dingin menyebabkan embrio sulit untuk berkembang. Selain itu, kondisi ini juga menghambat aliran darah dalam rahim. Ketika hormon progesteron menaikkan suhu tubuh, hormon ini juga akan membuat embrio menempel pada dinding rahim dan membantunya berkembang. Jika hormon progesteronnya tidak tinggi, maka embrio yang tertanam pada rahim akan bisa langsung luruh. Hal inilah yang dapat memengaruhi peluang Moms untuk hamil. 



Sejumlah literatur pun menyebutkan bahwa rahim dingin juga bisa memengaruhi kondisi ginjal. Selain itu, metabolisme tubuh Anda secara keseluruhan juga memiliki kemungkinan terganggu.


Anda Mungkin Memiliki Rahim Dingin Apabila...

Tanda-tanda wanita yang memiliki cold uterus atau rahim dingin antara lain adalah:

• Suhu basal tubuh (suhu terendah yang dicapai tubuh saat beristirahat) akan sulit naik atau lebih cepat turun.

• Terasa dingin pada telapak tangan dan kaki.

• Darah menstruasi berwarna gelap dan teksturnya lebih pekat. 

• Jadwal haid juga tidak teratur. Dalam beberapa kasus, wanita yang memiliki rahim dingin bahkan bisa lebih sering mengalami menstruasi.

• Kerap menderita kram perut.



• Sakit pada bagian bawah punggung.

• Minim gairah seks.

• Sering buang air kecil pada malam hari.

Namun tanda-tanda berikut tidak seratus persen akurat untuk menentukan apakah seorang wanita memiliki rahim dingin atau tidak. Tentu saja diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah seorang wanita memiliki kondisi ini. Biasanya, dokter akan mencari tahu level progesteronnya.


Hamil dengan Kondisi Rahim Dingin

Meski memiliki rahim dingin, bukan berarti Anda tidak bisa hamil dan memiliki keturunan lho, Moms. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menyiasati kondisi ini, salah satunya adalah dengan mengonsumsi pil hormon atau progesteron untuk penguat kehamilan pada masa ovulasi. Pada program inseminasi, bayi tabung, atau program hamil alami, biasanya obat-obatan hormon ini diberikan pada saat ovulasi selama dua minggu.

Dengan bantuan obat-obatan ini diharapkan saat terjadi penempelan embrio, calon bayi akan berkembang dengan baik tanpa kekurangan hormon progesteron. Dengan kata lain, diharapkan tingkat progesteronnya sudah tinggi saat terjadi penempelan dari hasil konsepsi atau embrionya mau menempel pada dinding rahim sehingga bisa berkembang dengan baik.

Sementara itu, sejumlah pihak juga menganggap kondisi rahim dingin bisa dibantu penanganannya oleh metode pengobatan non-medis, yaitu akupunktur. Pengobatan akupunktur dipercaya bisa membuat aliran darah akan kembali lancar termasuk di rahim. Akan tetapi, Anda tetap perlu menjalani pemeriksaan lengkap di rumah sakit dan berkonsultasi dengan dokter guna memastikan kondisi yang mungkin menyebabkan Anda kesulitan untuk hamil. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   ibu hamil,   susah hamil,   rahim dingin,   cold uterus








Cover Maret 2020