Mother&Baby Indonesia
Ondansetron untuk Ibu Hamil, Amankah Dikonsumsi?

Ondansetron untuk Ibu Hamil, Amankah Dikonsumsi?

Muntah atau mual berlebihan adalah problem yang kerap dialami ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Salah satu obat yang kerap dikonsumsi untuk meredakan masalah tersebut adalah ondansetron. Namun benarkah jenis obat yang satu ini aman untuk wanita yang tengah mengandung?


Pencegah Mual dan Muntah

Perlu diketahui, ondansetron adalah obat untuk mencegah mual dan muntah yang disebabkan oleh pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan terapi radiasi. Obat ini juga digunakan untuk mencegah dan mengatasi muntah-muntah usai operasi.



Ondansetron bisa digunakan sendiri atau dikombinasi dengan obat-obatan lain. Ondansetron adalah jenis obat yang larut di atas lidah, jadi cara mengonsumsinya bukan dikunyah atau ditelan. Cara kerja obat yang satu ini adalah dengan memblokir salah satu substansi natural tubuh (zat serotonin) yang menyebabkan muntah.

Terkadang, ibu hamil yang mengalami mual hebat juga mengonsumsi ondansetron. Obat ini memang lebih efektif untuk mengatasi rasa mual, dibandingkan obat lainnya seperti dimenhidrinate, prometazin, metoklopramid, dan mediamer B6. Akan tetapi beredar rumor bahwa sesungguhnya obat ini tidak direkomendasikan untuk wanita hamil. Benarkah begitu?


Kategori Obat Hamil

Faktanya, hingga kini belum ada larangan meminum obat tersebut. Berdasarkan Food and Drug Administrasion (FDA) di Amerika Serikat, ondansetron termasuk dalam kategori B, yaitu obat yang tidak menimbulkan gangguan pada kehamilan dan janin melalui penelitian menggunakan hewan percobaan. Sementara itu, menurut Therapeutic Good Administration (TGA) di Australia, ondansetron termasuk dalam kategori B1, yaitu obat yang hanya digunakan oleh sebagian kelompok dan tidak menimbulkan efek teratogenik, tapi dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Penelitian pada hewan percobaan tidak menimbulkan masalah pada kehamilan dan fetus. 

Perlu diketahui, ada enam kategori obat untuk ibu hamil, yaitu:

Kategori A: Secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita hamil dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin.

Kategori B: Mungkin dapat diterima oleh wanita hamil. Telah melalui penelitian pada hewan ujicoba, tapi belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.

Kategori C: Digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan ujicoba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia.

Kategori D: Digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan dan dalam kondisi mengancam jiwa.

Kategori X: Jangan digunakan pada kehamilan.

Kategori NA: Tidak ada informasi. 

Ondansetron termasuk obat keras. Jika Moms ingin mengonsumsinya guna menghilangkan rasa mual selama masa kehamilan, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Pada umumnya, ondansetron bisa menimbulkan efek samping pada ibu hamil, seperti ruam kemerahan pada kulit, konstipasi, dan munculnya rasa pusing.




Mencoba Cara Alternatif

Jika mual yang muncul tidak berlebihan, Anda bisa mencoba beberapa cara alternatif ini untuk mengurangi rasa tidak enak tersebut, Moms.

• Menghirup aroma jahe atau meminum air jahe hangat.

• Meminum air putih hangat.

• Mengonsumsi makanan dalam porsi sedikit tetapi sering.

• Mengonsumsi makanan asam mungkin bisa membantu.

• Menghindari faktor pemicu mual seperti bau menyengat dan makanan tertentu.

• Hindari dan kelola stres dengan baik.

• Cukup beristirahat.

• Buat agar suasana kehamilan menjadi menyenangkan.

• Belajar untuk menikmati mual dan muntah selama kehamilan.

• Lakukan relaksasi.

• Bagi suami, Anda juga bisa memberikan dukungan buat istri yang tengah hamil dengan ikut membantu melakukan pekerjaan rumah tangga. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   ibu hamil,   kehamilan,   ondansetron,   fda,   mual,   obat mual