Mother&Baby Indonesia
Kenali Tinea Capitis, Penyakit Kulit Kepala pada Anak

Kenali Tinea Capitis, Penyakit Kulit Kepala pada Anak

Menjaga kesehatan tubuh Si Kecil memang harus dari ujung kepala sampai ujung kaki ya, Moms. Karena kulit balita masih sangat sensitif, Moms tidak boleh asal dalam memilih produk buat Si Kecil, khususnya yang berfungsi untuk perawatan kulitnya.

Kulit kepala menjadi satu bagian yang juga penting diperhatikan, walaupun kenyataannya sering terabaikan oleh orang tua. Karena meski sudah dianggap bersih dengan pemakaian sampo, tidak menutup kemungkinan kulit kepala terkena infeksi akibat terpapar jamur, Moms.

Kondisi ini dikenal dengan tinea capitis, yaitu kondisi lapisan kulit kepala dan batang rambut yang tertular jamur dermatofit. Jamur ini bisa berkembang di tubuh hewan peliharaan, seperti kucing, anjing, atau domba. Penularannya bisa melalui kontak langsung dengan hewan atau seseorang yang sudah menderita penyakit ini terlebih dahulu.



Selain itu, penggunaan sisir, handuk, atau seprai yang sama dengan penderita tinea capitis juga bisa menjadi sarana penyebaran jamur tersebut. Penyakit kulit kepala ini sendiri bisa terjadi khususnya pada balita dan anak yang sudah di usia pra-sekolah.


Gejala yang Timbul

Tinea capitis akan menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada setiap pengidapnya. Tetapi, umumnya Si Kecil akan merasa sangat gatal pada bagian kulit kepalanya. Selain itu juga tampak adanya area bulat seperti mengalami kebotakan, bersisik, berwarna merah, dan terkadang membengkak.

Apabila anak Anda terinfeksi penyakit ini, akan muncul juga titik-titik hitam atau patahan dari rambutnya. Jika kondisinya semakin parah, maka luka-luka tersebut akan bernanah, hingga membuat kelenjar getah bening di bagian leher membengkak dan Si Kecil mengalami demam ringan.


Cara Mengatasi dan Mencegah Infeksi




Apabila gejala-gejala ringan hingga berat tersebut tampak pada anak Anda, segera periksakan ke dokter. Pemeriksaan akan dilakukan dengan lampu khusus bernama lampu wood. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan dengan mengambil sampel kulit atau rambut.

Kulit kepala Si Kecil akan dikerok dengan bilasan kalium hidroksida, lalu dilihat menggunakan mikroskop untuk menemukan tanda infeksi di kulit kepalanya. Dan untuk mengobatinya, dokter akan memberikan sampo khusus guna mencegah penyebaran infeksi dan membasmi spora jamur di kepala.

Si Kecil juga akan diberikan obat yang perlu diminum untuk membunuh jamur dermatofit, penyebab tinea capitis tersebut. Namun sebelum kondisi ini terjadi, akan lebih baik jika Anda bisa mencegahnya sejak dini dengan melakukan beberapa hal, seperti:

• Ajarkan anak untuk rajin mencuci tangan, khususnya setelah bersentuhan dengan hewan peliharaan.

• Membersihkan rambut dan kulit kepala dengan baik dan teratur menggunakan sampo yang sesuai dengan kondisi kulit balita.

• Pastikan bahwa rambut Si Kecil sudah bersih betul setelah ia keramas.

• Usahakan agar anak memiliki handuk, sisir, atau tidur dengan seprai yang bersih dan tidak digunakan bersamaan dengan orang lain. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   kesehatan,   kepala,   kulit kepala,   penyakit kulit kepala,   tinea capitis










Cover Mei-Juni-Juli 2020