Mother&Baby Indonesia
Telat Haid Tapi Tidak Hamil, Apa Penyebabnya, ya?

Telat Haid Tapi Tidak Hamil, Apa Penyebabnya, ya?

Setelah menikah, salah satu harapan yang ingin segera terwujud adalah hamil dan memiliki anak. Salah satu gejala yang dikenali saat hamil adalah saat Moms telat haid atau tidak mengalami menstruasi. Karena itu, setiap bulan tak jarang menjadi saat yang mendebarkan bagi Anda ya, Moms.

Dan pada satu waktu, rasanya Anda mengalami telat haid atau datang bulan, yang mungkin terjadi dalam beberapa kali. Walaupun begitu, hal ini ternyata bukan menjadi tanda bahwa Anda sedang hamil. Lalu, mengapa tiba-tiba kondisi haid tidak dialami oleh seorang wanita?




Siklus Haid Teratur

Sebelum mengetahui penyebab telat haid yang Moms alami, Anda perlu tahu siklus haid yang dialami dalam satu periode. Periode ini dimulai sejak menstruasi di bulan ini hingga satu hari sebelum hari pertama menstruasi di bulan berikutnya.

Untuk siklus haid yang teratur, normalnya rata-rata sekitar 28 hari (bisa lebih pendek atau lebih panjang, sekitar 21-35 hari) yang berlangsung selama 3 sampai 5 hari. Kondisi ini bisa berbeda-beda pada setiap wanita.

Apabila terjadi telat datang bulan, misal 5 hari dari siklus haid Anda yang teratur, Anda dianjurkan untuk segera mengecek kehamilan menggunakan test pack. Atau untuk lebih meyakinkan, Anda juga bisa mengonsultasikan langsung dengan dokter kandungan.

Baca juga: Hamil Tanpa Merasa Mual dan Muntah, Normalkah Itu?


Bagaimana Jika Tidak Teratur?


Namun, telat haid atau tidak datang bulan sama sekali bukan berarti Anda mengalami kehamilan. Ada beberapa hal yang menyebabkan kondisi ini Anda alami, meski sedang berusaha atau dalam program untuk memiliki anak. Berikut ini yang beberapa hal yang mungkin menjadi penyebabnya:

• Masalah Psikologi



Merasakan tekanan, stres, hingga mengalami perubahan berat badan, semuanya bisa sangat memengaruhi siklus haid. Kondisi ini terjadi karena hormon dan bagian otak yang mengatur siklus menstruasi (hipotalamus) menjadi terganggu. Perubahan berat badan, terutama pada Moms yang mengalami gangguan makan juga bisa membuat masa ovulasi menjadi berkurang atau bahkan terhenti.

• Obesitas

Obesitas atau kondisi berat badan di atas batas ideal bisa memicu perubahan hormonal pada tubuh Anda, terutama jika Anda orang yang jarang melakukan olahraga dan memiliki pola makan yang berantakan. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko menstruasi terlambat. Kondisi ini juga dipicu oleh penyakit kronis seperti diabetes dan celiac (penyakit autoimun akibat konsumsi gluten).

• PCOS dan Endometriosis

Polycystic ovary syndrome atau PCOS dan endrometriosis merupakan dua penyakit yang berkaitan langsung dengan sistem reproduksi wanita. Apabila tidak diberi penanganan sejak dini, maka masalah ini dapat memengaruhi kesuburan wanita sehingga tak hanya siklus haid yang tak teratur, tetapi juga menjadi sulit untuk hamil.

• Kondisi Tak Umum

Beberapa penyebab telat haid bisa muncul karena dipicu oleh hal yang tidak umum. Kondisi pertama, adanya hormon prolaktin yang biasanya meningkat ketika masa menyusui, namun hormon ini akan berlebih jika Anda mengalami penyakit ginjal atau tumor kelenjar pituitari di otak. Selain itu, kondisi menopause dini atau terjadi di bawah 40 tahun juga bahkan membuat Anda tidak akan mengalami haid sama sekali. Kebiasaan merokok juga dapat memengaruhi hormon yang mengatur siklus haid, akibat zat-zat berbahaya di dalamnya. Penggunaan alat kontrasepsi seperti pil KB yang mencegah indung telur melepas sel telur juga bisa membuat Anda telat haid namun tidak hamil. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

Baca juga: Wajib Tahu, Hormon yang 'Beraksi' dalam Tubuh Ibu Hamil



Tags: kesehatan,   kehamilan,   hamil,   haid,   menstruasi,   telat haid