Mother&Baby Indonesia
7 Mainan Anak Ini Berbahaya! Jauhkan dari Si Kecil Moms

7 Mainan Anak Ini Berbahaya! Jauhkan dari Si Kecil Moms

Bagi balita, bermain tentu menjadi aktvitas favorit yang sangat menyenangkan. Pemberian mainan anak akan membantu mengasah kemampuan motorik Si Kecil sekaligus caranya mempelajari sesuatu. Oleh karena itu, ini menjadi tantangan bagi Moms untuk dapat memilih mainan anak yang tepat dan sesuai dengan usia Si Kecil.

Tapi, Moms harus waspada dan cermat dalam memilih mainan anak karena ternyata ada mainan anak yang justru berbahaya bagi Si Kecil. Berikut ini 7 mainan anak yang berbahaya untuk Si Kecil yang harus dijauhkan dari jangkauannya!




1. Mainan anak yang memiliki ujung runcing dan tajam

Biasanya mainan anak yang seperti ini berbahan kaca atau plastik dan termasuk mainan yang mudah pecah. Misalnya mainan dinosaurus yang pada bagian ekor dan jarinya memiliki ujung yang runcing. Efeknya bisa menusuk sehingga melukai tubuh Si Kecil.

Solusi yang bisa Moms lakukan, cek terlebih dahulu sebelum membeli. Jika melihat yang tidak beres, langsung singkirkan mainan tersebut. 


2. Jenis mainan anak berpita dan bertali 

si Kecil Bermain Boneka

Gambar: Freepik/@teksomolika

Moms mungkin akan bertanya-tanya kenapa mainan anak yang menggemaskan seperti boneka dengan pita bisa berbahaya untuk Si Kecil? Ini mungkin dihubungkan dengan penelitian di Amerika Serikat pada tahun 2016, di mana ada lebih dari 174.000 mainan anak yang menyebabkan kecelakaan pada anak dengan umur di bawah 15 tahun.

Kecelakaan tersebut karena si anak tersedak dan sesak napas akibat tercekik oleh mainan dengan tali. Mendengar informasi ini, Moms harus ekstra hati-hati dalam memilih mainan anak khususnya untuk jenis boneka. Meskipun menggemaskan, Moms jangan tertipu karena boneka dengan pita ataupun bertali longgar tersebut berpotensi menyebabkan Si Kecil tercekik. 

Baca juga: Waspada Tumpukan Bakteri Berbahaya pada Mainan Anak


3. Jenis mainan anak dengan suara yang keras

Jenis mainan anak ini memang tidak mengakibatkan Si Kecil terluka atau bahkan tercekik. Namun perlu diingat Moms, mainan yang mengeluarkan suara yang sangat keras ini bisa berpotensi mengganggu pendengaran Si Kecil. 

Sebelum membelikan mainan untuk Si Kecil, sebaiknya Moms mencoba terlebih dahulu sehingga mengetahui apakah bunyi mainan tersebut aman untuk telinga anak. Seperti yang diketahui, bahwa seluruh organ tubuh Si Kecil termasuk organ pendengaran masih belum sempurna dan dalam tahap perkembangan.

Contoh mainan anak dengan bunyi terlalu keras adalah pistol mainan. Selain bisa mengganggu indra pendengaran, memberikan mainan pistol-pistolan kepada anak ini seperti mengenalkan konsep kekerasan, yaitu menggunakan senjata sejak dini.


4. Jenis mainan anak yang bisa dikendarai

Memang tidak ada salahnya jika Moms memberikan mainan anak yang bisa dinaiki dan dikendarai untuk Si Kecil, seperti motor-motoran dan skuter, karena membantu melatih keseimbangan dan juga kreativitasnya. Namun Moms sebaiknya memperhatikan mainan anak tersebut harus sesuai dengan usianya.

Khususnya untuk balita atau bahkan untuk usia anak yang lebih muda lagi, jenis mainan yang bisa dinaiki dan dikendarai sangat tidak disarankan. Kenapa? Karena ketika usia balita, Si Kecil belum memiliki koordinasi gerak yang baik. Alih-alih memberikan mainan anak untuk menyenangkan, mainan jenis ini justru berbahaya dan bisa mencelakainya.



Selain motor-motoran, skuter, mainan anak kekinian seperti trampolin tergolong bisa membahayakan keselamatan Si Kecil. Jadi, hati-hati ya Moms! 

Baca juga: 8 Rekomendasi Mainan untuk Bayi Usia 5 Bulan


5. Jenis mainan bermagnet

Jenis mainan anak berikutnya yang bisa berpotensi membahayakan si Kecil adalah mainan yang mengandung magnet. Menurut Health Canada, jenis mainan anak ini bisa berbahaya jika Si Kecil tidak sengaja menelannya. 

Cara kerja magnet sendiri seperti yang diketahui adalah bisa menarik magnet lainnya. Jika mainan ini tertelan oleh si Kecil dan otomotis akan melewati sistem pencernaan anak, magnet tersebut bisa berpotensi merobek dinding usus Si Kecil. Selain itu, dampak lebih buruknya mainan ini bisa membuat organ ususnya tersumbat. Bahaya sekali ya, Moms!

Untuk menghindarinya, usahakan Moms menjauhkan Si Kecil dari benda bermagnet di rumah, seperti magnet di lemari es. Buat magnet lemari es tersebut sulit dijangkau oleh Si Kecil. Beri peringatan Si Kecil tentang bahaya magnet dan benda berbahaya lainnya jika dimasukkan ke dalam mulutnya.


6. Jenis mainan yang berukuran sangat kecil

Balita sering memasukkan benda apa pun ke dalam mulutnya. Sebaiknya hindari memberikan mainan anak yang berukuran sangat kecil. Ini karena akan mudah dimasukkan ke dalam mulut si Kecil dan akibatnya akan fatal. 

Di setiap toko mainan, pasti setiap mainan akan diberikan label peringatan. Oleh karena itu, Moms tidak perlu membelikan mainan tersebut. Moms harus lebih teliti dan cermat ketika memilih mainan anak, khususnya untuk balita yang berusia di bawah 4 tahun.

Baca juga: Tips Memilih Mainan Tepat buat Anak


7. Boneka terbang (sky dancer)

Jenis mainan anak ini sempat populer dan banyak digemari oleh anak-anak, cara memainkannya pun cukup mudah. Namun ternyata mainan ini dianggap mainan yang tidak direkomendasikan untuk Si Kecil. Namun arah terbang boneka sky dance ini tidak bisa diprediksi bahkan sering salah arah dan mengenai gigi dan mata Si Kecil.

Sebanyak 150 pengaduan yang terjadi di Amerika yang dialamatkan kepada perusahaan yang memproduksi mainan ini. Pengaduannya mulai dari tulang rusuk patah, luka di wajah, gegar otak, patah gigi, bahkan ada yang mengalami kebutaan sementara.

Maka, Moms sebaiknya menjauhi bahkan tidak perlu membelikan 7 mainan anak di atas. Membuat anak senang bukan berarti menuruti seluruh keinginannya namun mencegah dari hal-hal yang justru berbahaya untuk keselamatan Si Kecil. (Hafif Rahman/TW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   mainan anak,   jenis mainan,   mainan berbahaya








Cover Januari - Februari 2020