Mother&Baby Indonesia
Anak Suka Bermain dengan Orang Dewasa? Ini Efeknya

Anak Suka Bermain dengan Orang Dewasa? Ini Efeknya

Si Kecil kok jarang bermain dengan teman sebayanya, ya? Alih-alih berkumpul dengan sesama anak-anak, ia malah lebih suka bersama orang dewasa. Apakah hal itu normal?

Balita lebih nyaman bermain dengan orang dewasa memang bukan hal wajar, tapi bukan pula sesuatu yang berbahaya jika dilakukan dalam batasan tertentu. Meski begitu, memang sebaiknya Moms tidak membiasakan Si Kecil terlalu sering bermain dengan orang yang usianya jauh lebih dewasa.

Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, M.Psi., atau yang biasa disapa Nina, menjelaskan bahwa sebaiknya anak memang diperkenalkan terlebih dahulu dengan teman seusianya. Setelah itu, baru Moms bisa memperkenalkan Si Kecil dengan orang dewasa atau anak yang usianya lebih muda.



Akan tetapi jika anak sudah terlanjur merasa nyaman bergaul dengan orang dewasa, Nina menuturkan hal ini sebenarnya bisa menjadi nilai positif asal sesuai dengan batasannya. Saat anak mampu berkomunikasi dengan orang dewasa, maka ia cenderung mampu menjadi pengikut. Lain halnya jika anak lebih suka bermain dengan teman yang usianya lebih muda, yang biasanya akan melatih anak menjadi pemimpin.

“Manfaatnya memang berbeda. Akan tetapi akan jauh lebih baik jika anak memang bisa bermain dengan segala usia karena manfaatnya komprehensif,” ujar Nina seperti dilansir detikHealth

Menurut Nina, Moms tetap harus mengenalkan anak dengan teman segala usia. Jangan hanya karena Si Kecil sudah tampak lebih nyaman bermain dengan orang dewasa atau anak yang usianya lebih kecil, lantas orang tua tidak membiasakan anak bergaul dengan teman-teman sebayanya.

“Diperbanyak juga kesempatan anak untuk bertemu dengan teman-teman seusianya. Jadi ia akan menguasai keterampilan bermain dengan orang dewasa, teman sebaya, dan anak yang lebih kecil,” jelas Nina.


Selalu Waspada

Di sisi lain, ketika Si Kecil terlihat nyaman saat bermain dengan orang dewasa, maka Moms juga perlu waspada. Saat ini cukup banyak terjadi kasus kejahatan yang dilakukan orang dewasa terhadap anak-anak. Ironisnya, terkadang aksi kriminal tersebut dilakukan oleh orang-orang terdekat anak tersebut, seperti paman, saudaranya, atau tetangganya.



Nah Moms, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Anda perlu mewaspadai tanda-tanda bahwa hubungan Si Kecil dengan orang dewasa di sekitarnya sudah tidak sehat. Perhatikan hal-hal berikut jika anak terlalu dekat dengan orang dewasa tertentu:

1. Si Kecil terlalu sering digendong, dikelitiki, diajak bercengkrama, atau bahkan dicium oleh orang dewasa yang bukan orang tuanya sendiri. Ajarkan batasan-batasan kepada anak sampai di mana orang dewasa yang bukan Moms dan Dads, bisa menyentuh tubuhnya.

2. Orang dewasa yang bukan keluarga sering mengantarkan anak ke kamar mandi. Hal semacam ini bukan hal wajar. Beritahu Si Kecil, bahwa ia hanya boleh diantarkan ayah dan ibunya jika ingin ke kamar mandi. 

3. Si Kecil sering berduaan dengan orang dewasa yang bukan anggota keluarga dekatnya. Moms perlu mengetahui obrolan antara anak dan orang dewasa yang dekat dengannya.

4. Orang dewasa yang bukan keluarga dekat mengajak Si Kecil pergi meninggalkan rumah. Moms harus mengajarkan anak untuk menolak atau setidaknya meminta izin kepada Anda terlebih dahulu.

5. Batasi pergaulan Si Kecil dengan orang dewasa. Ajarkan ia untuk lebih sering bermain dengan teman sebayanya. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   balita bermain dengan orang dewasa










Cover April 2020