Mother&Baby Indonesia
Dampak Membangunkan Anak saat Sedang Tertidur Lelap

Dampak Membangunkan Anak saat Sedang Tertidur Lelap

Beberapa saat lalu sedang viral sebuah video tentang anak yang dipaksa bangun tidur tengah malam oleh orang tuanya, hanya demi meniup lilin ulang tahun. Bukannya bahagia karena diberikan kejutan kue ulang tahun, anak tersebut justru menangis kencang.

Video berdurasi sekitar 1 menit tersebut sontak ditonton lebih dari 1 juta kali dan mendapat nyaris 5 ribu komentar. Bagaimana tanggapan netizen? Kebanyakan marah dan khawatir dengan kondisi anak tersebut, karena dibangunkan saat tidur lelap sangat merugikan anak.

Memangnya, apa sih dampak negatif dari membangunkan Si Kecil saat ia sedang tidur lelap atau masuk dalam deep sleep? Simak penjelasannya di bawah ini, Moms.




Kebutuhan Tidur Anak

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kebutuhan tidur anak berbeda-beda dan perlu disesuaikan dengan usianya. Kebutuhan tidur bayi usia 4-12 bulan adalah 12-16 jam per hari (termasuk tidur siang). Sedangkan anak 1-2 tahun adalah 11-14 jam, dan anak 3-5 tahun butuh 10-13 jam tidur per hari.


Bahaya Membangunkan Anak Tidur Lelap

Walau terdengar sepele, namun membangunkan anak saat ia tertidur lelap menimbulkan banyak dampak negatif lho, Moms. Anda perlu tahu, kalau proses tidur memberi kesempatan untuk tubuh anak bertumbuh kembang. Jika Anda bangunkan dengan paksa? Tentu saja kesempatan tersebut hilang. Berikut ini dampak negatif dan bahaya membangunkan anak yang sedang tertidur lelap:

Mengurangi Kecerdasan



“Tidur merupakan proses pematangan otak. Jika seseorang tak memiliki tidur cukup, tentu hal ini akan mempengaruhi proses tersebut. Ini juga sangat mungkin membuat seseorang mengalami masalah pada otaknya,” ujar Salome Kurth, penulis pertama studi yang dipublikasikan di Frontiers in Human Neuroscience dan seorang peneliti di University Hospital of Zurich, Swiss.

Studi tersebut menemukan bahwa anak yang kekurangan waktu tidur atau terbiasa tidur larut malam akan sangat mudah kehilangan kecerdasannya. Anak-anak yang terbiasa tidur larut malam juga berisiko mengalami masalah emosi, yang membuatnya mudah marah, moody, dan sulit bersosialisasi

Mengurangi Fokus

Dikutip melalui Healthy Sleep Habits, Happy Child, yang ditulis Marc Weissbluth, MD., tidur merupakan sumber kekuatan yang membuat pikiran anak tetap tajam dan tenang. Tidur akan mengisi kembali daya otak, sehingga meningkatkan rentang perhatian serta memungkinkan fisik menjadi rileks dan mental menjadi awas secara bersamaan.

Mengurangi Kemampuan Mengingat

Ketika tidur, seluruh informasi yang diserap selama Si Kecil terjaga akan diproses dan disimpan di dalam otaknya untuk masa depannya kelak. Nah, kalau anak kurang tidur maka kemampuannya untuk mengingat bisa berkurang. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   anak tidur,   membangunkan anak








Cover Januari - Februari 2020