Mother&Baby Indonesia
Moms, Ini Risiko Bahaya Tidur Miring pada Bayi

Moms, Ini Risiko Bahaya Tidur Miring pada Bayi

Bayi membutuhkan waktu tidur sekitar 12-14 jam sehari. Dalam waktu tersebut, posisi tidur bayi pun menjadi salah satu hal yang sering ditanyakan oleh orang tua. Pasalnya, posisi tidur yang salah ternyata dapat menimbulkan banyak risiko, termasuk kematian.


Bahaya Tidur Miring pada Bayi

Tak jarang, Si Kecil pun dibiarkan untuk tidur dalam posisi miring, yang dirasa nyaman untuknya. Namun, hal ini ternyata tidak boleh dilakukan, baik posisi miring kanan ataupun kiri, karena bisa meningkatkan risiko berbahaya seperti berikut ini:



• Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

Posisi bayi tidur menyamping bisa berubah menjadi tengkurap. Hal ini dapat menghambat jalur udara sehingga Si Kecil sulit bernapas. Jika terlalu lama didiamkan, otaknya akan kekurangan oksigen dan ia pun bisa tersedak, sehingga meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

• Flathead

Tulang tengkorak bayi masih sangat lunak, sehingga dapat berubah bentuk jika mengalami satu kondisi dalam waktu lama. Salah satunya adalah dengan posisi tidur miring, kepala pada bagian yang menopang satu sisi ini akan berisiko mengalami flathead atau kepala datar. Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan helm khusus untuk mencegah kondisi ini menjadi lebih parah, setelah diperiksa dan didiagnosis oleh dokter.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Gangguan Tidur yang Bisa Dialami Anak

• Harlequin Color Change



Posisi tidur miring berarti membiarkan hanya satu sisi yang menjadi penopang selama tidur. Apabila hal ini terlalu lama terjadi pada Si Kecil, sisi tersebut akan berubah menjadi merah muda atau merah. Menurut pakar medis, kondisi ini kemungkinan terjadi karena pembuluh darah bayi yang belum matang namun harus menahan tubuh dan akan semakin memerah jika terjadi dalam waktu lama. Meski kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya, Moms harus tetap waspada, ya!

• Torticollis

Pertumbuhan otot dan tulang bayi bisa terhambat karena posisi tidur yang miring. Kondisi ini dikenal dengan torticollis atau otot pada leher menjadi lebih pendek dan kaku. Apabila sudah terjadi, maka Si Kecil harus menggunakan bantalan lembut untuk menopang lehernya agar bisa kembali ke posisi normal.


Posisi Tidur yang Aman


Untuk memastikan bahwa Si Kecil tidur dengan aman dan nyaman, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar bayi harus tidur dengan posisi telentang selama 6 bulan pertama kehidupan. Sebab, posisi ini akan mengurangi risiko SIDS pada bayi Anda.

Meski begitu, pastikan bahwa Moms dan Dads selalu mengecek kondisi saat bayi tertidur secara berkala. Mungkin saja bayi Anda berubah posisi, terutama ketika ia sudah tidur di ranjangnya sendiri. Pastikan juga bahwa di sekitarnya tidak ada benda yang memicu masalah pernapasan di dalam ranjangnya, seperti boneka berbulu atau bantal dan guling. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   bayi tidur,   posisi tidur,   bayi tidur miring,   sids