Mother&Baby Indonesia
Indonesia Kirim 4 Remaja Disabilitas ke GITC Korsel

Indonesia Kirim 4 Remaja Disabilitas ke GITC Korsel

Stigma mengenai anak penyandang disabilitas memang masih kerap kita dengar saat ini. Padahal, banyak dari mereka yang telah menorehkan prestasi dan mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Untuk itu, Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) dan produsen es krim ternama Wall’s akan memberangkatkan satu tim yang berisi empat remaja disabilitas guna mengikuti Global Information Technology Challenge (GITC) di Busan, Korea Selatan.

Retty Irwan, Wakil Ketua YPAC Nasional, mengungkapkan bahwa keikutsertaan anak-anak ini dalam kejuaraan berbasis teknologi informasi tersebut bertujuan untuk mengubah stigma terhadap kaum disabilitas, bahwa disabilitas tidak akan menghalangi seseorang untuk bisa berprestasi.




Kompetisi Teknologi Informasi GITC

GITC sendiri merupakan suatu program peningkatan potensi remaja disabilitas melalui kompetisi teknologi informasi. GITC diadakan setiap tahun, dan diikuti oleh remaja disabilitas terpilih dari 18 negara di Asia-Pasifik yang akan memperlihatkan pada dunia bagaimana para remaja ini dapat mengatasi keterbatasan, menaklukkan tantangan dari diri mereka sendiri, dan menunjukkan potensinya. Ajang GITC bertujuan memberikan para peserta akses serta pengalaman teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan kemampuan mereka di bidang teknologi informasi dan komunikasi, yang dapat mendorong partisipasi sosial mereka menuju masa depan yang lebih baik.

YPAC Nasional, melalui National Secretary untuk Rehabilitation International - Indonesia, ditunjuk sebagai kontak organisasi untuk GITC di Indonesia, mulai dari menyeleksi peserta, memberikan pelatihan pembekalan, hingga pengiriman delegasi Indonesia ke ajang GITC. Kerjasama YPAC Nasional dan Rehabilitation International - Korea sejak tahun 2014 untuk GITC ini berlanjut dengan pendirian Pusat Pelatihan Informasi-Teknologi di Jakarta dan Bandung selama 3 tahun (2016-2019).


Prestasi Remaja Indonesia di Ajang GITC

Remaja Indonesia sendiri telah berhasil meraih penghargaan di ajang GITC sejak keikutsertaaan tim Indonesia di GITC 2014. Tahun 2015, GITC diadakan di Serpong, Indonesia, dengan dukungan Kementerian Informasi, Teknologi dan Komunikasi. Gelar juara umum dan penghargaan tertinggi sebagai Global IT Leader 2015 diraih oleh Pramuditya Dyan Prabaswara, remaja disabilitas low vision asal Kebumen, Jawa Tengah. Selain meraih medali perorangan dan kelompok di GITC 2014 dan 2017, di GITC 2018 di New Delhi, India, Indonesia kembali merebut juara umum lewat Global IT Leader 018 - Fayza Putri Adila, remaja putri disabilitas pendengaran berusia 16 tahun. Fayza merupakan Global IT Leader perempuan pertama, sejak GITC diselenggarakan di tahun 2011.



Tahun ini, Indonesia mengirim satu tim yang terdiri dari Tion Iswara Wirmo (disabilitas penglihatan), Lazzari Charos Lumbantoruan (disabilitas fisik), Umran Zhafran Ibrahim (disabilitas developmental), dan Syifa Arya Maharani (disabilitas pendengaran).


Dukungan dari Wall’s

Panitia GITC 2019 menanggung biaya perjalanan tim remaja peserta kompetisi dan dua orang pendamping. Sedangkan biaya terkait visa, uang saku, transportasi dari daerah di luar Jakarta, serta pelatihan tim di karantina YPAC Nasional selama 3 hari dibiayai oleh YPAC Nasional didukung oleh donatur PT Unilever Indonesia Tbk., yang dalam hal ini diwakilkan oleh brand es krim Wall’s

Melalui berbagai program, Wall’s senantiasa mengusung brand purpose atau tujuan mulia yaitu #SemuaJadiHappy, karena percaya bahwa kebahagiaan adalah hak semua orang, tanpa terkecuali. Bulan Juli 2019 lalu, Wall’s menginisiasi kerja sama dengan YPAC Nasional untuk menghadirkan kebahagiaan inklusif bagi anak-anak Indonesia melalui rangkaian acara Wall’s Happy Day yang telah digelar di 5 kota besar di Indonesia. Acara tersebut ditujukan agar anak-anak penyandang disabilitas dapat membangun rasa percaya diri, sementara anak-anak non disabilitas dapat belajar untuk berempati terhadap sesama.

Melanjutkan kerja sama yang telah dibina, Wall’s kembali mendukung YPAC Nasional untuk mendorong semangat inklusivitas dalam memaknai dan berbagi kebahagiaan melalui ajang Global IT Challenge 2019. Wall’s berharap kontingen Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berprestasi dan menggapai cita-cita. (M&B/SW/Dok. YPAC)



Tags: keluarga,   anak disabilitas,   yayasan pembinaan anak cacat,   ypac,   gitc,   walls