Mother&Baby Indonesia
Ini Jenis-Jenis Fobia yang Kerap Dialami Anak-Anak

Ini Jenis-Jenis Fobia yang Kerap Dialami Anak-Anak

Hanya melihat laba-laba, kok Si Kecil terlihat sangat ketakutan sampai menangis histeris? Wah, bisa jadi anak Anda mengalami fobia, Moms.

Fobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu hal, termasuk benda, binatang, kegiatan, hingga situasi tertentu. Menurut situs Medicinenet, secara umum fobia dibagi menjadi tiga kategori, yaitu social phobia (rasa takut berbicara di depan umum, bertemu orang baru, atau menghadapi situasi sosial lainnya), agoraphobia (rasa takut berada di luar ruangan), dan spesific phobias (rasa takut terhadap sesuatu benda atau situasi).




Jenis-Jenis Fobia yang Kerap Dialami Anak-Anak

Fobia tidak hanya dialami orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Belum diketahui secara pasti apa penyebab fobia. Akan tetapi, sejumlah ahli berpendapat bahwa fobia bisa dipicu oleh pengalaman traumatis hingga faktor genetik. Pada anak, fobia juga bisa disebabkan karena pola asuh dari orang tua. Berikut adalah beberapa jenis fobia yang kerap dialami anak-anak.

1. Social Phobia

Ada kalanya Si Kecil terlihat ketakutan ketika Moms memintanya untuk berkenalan dengan orang-orang baru atau ketika harus melakukan presentasi di depan kelas. Sebagian ibu menganggap fenomena tersebut terjadi hanya karena Si Kecil adalah tipe anak yang pemalu.

Namun anak pemalu seringkali masih lebih mudah dibujuk untuk tampil di depan kelas atau berkenalan dengan orang baru. Akan tetapi, sulit memaksa anak yang mengalami fobia untuk melakukan hal yang sama. Bahkan tak jarang mereka akan menangis, berteriak, atau berlari karena panik ketika Moms memaksanya tampil di depan umum.

2. Agoraphobia

Anak yang mengalami agoraphobia atau takut berada di luar rumah, biasanya akan mengalami serangan panik apabila Anda memaksanya untuk pergi ke mal atau tempat-tempat ramai lainnya. Bentuk serangan panik tersebut beraneka ragam, mulai dari menangis, berteriak, sesak napas, pusing, jantung berdebar, hingga tubuh gemetar.

3. Arachnophobia dan Entomophobia

Arachnophobia adalah rasa takut berlebihan terhadap laba-laba. Sedangkan entomophobia merupakan perasaan takut luar biasa terhadap serangga pada umumnya. Anak bisa saja mengalami kedua jenis fobia ini karena menganggap bentuk dari laba-laba dan serangga tertentu, terlalu menakutkan.

4. Claustrophobia

Berdasarkan definisi, claustrophobia merupakan rasa takut yang amat sangat saat menghadapi situasi berada di ruangan tertutup dan sempit. Anak yang mengalami claustrophobia akan merasa ketakutan ketika harus bepergian menggunakan pesawat, melewati terowongan, atau berada di dalam lift.

5. Acrophobia

Rasa takut berlebih terhadap ketinggian. Kondisi ini bisa terjadi karena beragam faktor, salah satunya adalah jika Si Kecil pernah mengalami trauma terjatuh dari tempat tinggi dan menimbulkan cedera. 

6. Aquaphobia

Bermain air mungkin merupakan salah satu pengalaman menyenangkan bagi mayoritas anak-anak. Akan tetapi bagi sebagian bisa menjadi pengalaman yang menakutkan. Berdasarkan penelitian, rasa tidak suka untuk berenang atau berada di dalam air bisa timbul sejak anak berusia delapan bulan. Selain karena trauma atau diturunkan dari orang tua, fobia ini juga bisa disebabkan karena Si Kecil tidak suka dengan sensasi basah atau ketika air masuk ke hidung dan telinga mereka.


Gejala Fobia pada Anak

Bagi orang awam memang tak mudah untuk memastikan apakah seseorang mengalami fobia atau tidak. Namun Moms perlu waspada apabila Si Kecil menunjukkan setidaknya tiga dari gejala-gejala berikut ini saat menghadapi situasi, hewan, atau benda tertentu, yakni:

• Berkeringat.



• Gemetar.

• Napas pendek.

• Sakit pada dada atau mengalami ketidaknyamanan.

• Rasa tidak enak pada perut.

• Pusing atau kehilangan kesadaran.

• Kehilangan kendali pada tubuh dan pikiran.

• Mati rasa.

• Menggigil atau merasa kepanasan secara berlebihan.


Mengatasi Fobia

Fobia tidak mudah untuk dihilangkan. Terkadang dibutuhkan bantuan ahli guna menghilangkan rasa takut berlebihan pada anak. Akan tetapi, Moms bisa meminimalisasi rasa takut tersebut dengan beberapa langkah berikut:

1. Mengenalkan anak pada sumber rasa takut

Jika anak takut terhadap serangga, Anda bisa memberikan informasi tentang binatang tersebut dengan cara membacakannya dari buku ensiklopedia atau melihatnya videonya di internet. Satu hal yang paling penting, lakukan proses pengenalan ini secara bertahap. Jangan dipaksa jika memang Si Kecil sudah terlihat sangat takut.

2. Latih anak untuk mengatasi rasa takutnya

Jika Si Kecil takut ketinggian, mungkin Anda bisa lebih sering mengajaknya berjalan-jalan ke daerah pegunungan. Atau apabila anak mengalami social phobia, secara perlahan Anda bisa mengajaknya berkenalan dengan anak-anak lain yang berada sekitar di komplek tempat tinggal Moms.

3. Berikan dukungan

Mengatasi rasa takut bukan perkara mudah bagi orang dewasa, apalagi anak-anak. Yang bisa lakukan sebagai orang tua adalah mendukung Si Kecil untuk berusaha menghilangkan rasa takut tersebut. Berikan pujian jika ia berhasil melewati tahapan demi tahapan dalam menghapus fobia. Jangan marah atau merasa kesal apabila ternyata anak membutuhkan waktu lama untuk menghilangkan rasa takut.

4. Ciptakan kondisi nyaman

Sebisa mungkin, Anda menciptakan situasi yang membuat anak nyaman dan merasa terlindungi. Dengan adanya perlindungan dari Anda, bukan tak mungkin ia akan terbebas dari rasa takut yang berlebihan. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik) 



Tags: fobia,   social phobia,   agoraphobia,   arachnophobia,   entomophobia,   aquaphobia