Mother&Baby Indonesia
Nafsu Makan Anak Berubah? Ini Alasannya, Moms

Nafsu Makan Anak Berubah? Ini Alasannya, Moms

Si Kecil mendadak malas makan. Padahal biasanya dia makan dengan lahap. Ehm, ada apa gerangan? Kala Si Kecil kehilangan nafsu makan, Moms tentu akan merasa khawatir. Anda pun akan bertanya-tanya, apakah dia sakit? Ada masalah dengan temannya? Atau disebabkan hal lain.

Perubahan nafsu makan bisa terjadi untuk periode singkat maupun lama. Sah-sah saja jika Moms ketar-ketir ketika Si Kecil tak mau makan selama berhari-hari. Selain bisa mengganggu kesehatan, periode tidak mau makan pada anak juga berpotensi memengaruhi tumbuh kembangnya.

Namun perubahan nafsu makan tidak selalu berarti anak jadi malas untuk makan. Ada juga periode saat anak makan lebih banyak. Perlu diketahui, perubahan nafsu makan memang kerap terjadi pada anak-anak. Penyebabnya bisa beraneka ragam. Yuk, cari tahu agar Moms tidak lagi panik dan bisa segera mencari solusinya.




Nafsu Makan Bertambah

Growth Spurt

Growth spurt biasanya terjadi pada bayi, tepatnya ketika Si Kecil berusia 2 minggu, 3 minggu, dan 6 minggu. Kemudian kondisi serupa bisa terulang kembali ketika anak berusia 3 bulan dan 6 bulan. Growth spurt merupakan percepatan pertumbuhan pada Si Kecil sehingga ia membutuhkan asupan susu atau makanan lebih banyak.

Proses Belajar

Ketika Si Kecil menginjak usia 12-24 bulan, biasanya ia akan meminta makan atau camilan berulangkali. Akan tetapi hal ini bukan disebabkan karena ia lapar, melainkan anak tengah belajar soal sebab-akibat. Anak sedang belajar hal baru, bahwa saat ia meminta sesuatu, maka orang lain akan melakukan untuknya. Oleh sebab itu, jangan terburu-buru menambahkan porsi makanan Si Kecil karena tidak selalu berarti ia memang masih lapar, Moms.

Kegiatan Ekstra

Anak usia sekolah biasanya sudah memiliki porsi makan yang tetap. Hanya saja saat aktivitasnya padat, Si Kecil juga memerlukan tenaga ekstra. Jangan heran apabila anak meminta tambahan porsi makan atau camilan.


Nafsu Makan Menurun

Anak Sakit



Ketika tubuh Si Kecil mulai merasa tidak enak, biasanya nafsu makannya pun akan menurun. Moms, bisa memperhatikan suhu tubuhnya. Jika memang sakit, biasanya suhu tubuh anak akan meningkat. Selain itu, Si Kecil juga terlihat lesu dan tidak selincah biasanya ketika bermain.

Tak Ingin Diatur

Anak usia 2-3 tahun juga seringkali menolak makan, tapi bukan karena tidak lapar. Ia bersikap seperti itu guna menegaskan sikap independensinya. Anak sedang berada dalam tahap tidak ingin diatur oleh orang lain, termasuk mamanya. Di usia ini, anak sedang mengeksplorasi dunia dan dirinya, termasuk soal mengontrol perintah pada waktu makan.

Mengenal Rasa

Eksplorasi juga terjadi dalam pengenalan rasa. Mungkin Si Kecil merasa bosan dengan rasa atau jenis makanan yang itu-itu saja. Guna mengatasinya, Moms bisa mencoba resep-resep baru atau menghias makanan agar Si Kecil lebih tertarik untuk mengonsumsinya.

Perubahan nafsu makan pada anak sesungguhnya hal yang wajar. Agar kesehatan Si Kecil tidak terganggu, Anda bisa memberikan suplemen ketika anak kehilangan nafsu makannya. Biasanya, perubahan nafsu makan tidak berbahaya. Akan tetapi Moms juga perlu memberikan perhatian khusus apabila anak mengalami hal berikut ini:

• Penurunan berat badan atau penambahan berat badan yang sangat tajam.

• Penurunan energi, lemas, dan anak selalu terlihat letih.

• Anak mengalami muntah, sesak napas, batuk, bengkak di wajah atau ruam setelah makan. Hal ini bisa menjadi pertanda alergi.

• Kehilangan nafsu makan untuk periode yang lama sehingga memengaruhi tumbuh kembangnya. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   nafsu makan,   growth spurt