Mother&Baby Indonesia
Perhatikan Hal Ini saat Memberi Oralit pada Si Kecil

Perhatikan Hal Ini saat Memberi Oralit pada Si Kecil

Oralit. Moms tentu sudah tidak asing dengan nama obat yang satu ini. Ya, oralit atau ORS (oral rehydration salts) adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kondisi kekurangan elektrolit dan mineral di dalam tubuh akibat dehidrasi yang terjadi karena diare, muntah kronis, hingga aktivitas fisik yang berlebihan.

Di dalam oralit terdapat kandungan glucose anhydrous, NaCl, Na bicarbonate, dan CaCl2. Oralit tersedia dalam bentuk cairan yang harus dilarutkan terlebih dahulu dengan air. Dalam satu bungkus terdapat 200 ml oralit dan harus dilarutkan dalam 200 ml air.

Anak-anak boleh saja mengonsumsi oralit. Namun Moms harus ingat, ada panduan takarannya, lho.



• Untuk anak berusia 2-10 tahun: 50 ml per kilogram berat badan dalam 4-6 jam pertama. Kemudian 100 ml per kilogram berat badan pada 18-24 jam setelahnya.

• Bayi berusia kurang dari 2 tahun: 15 ml per kilogram berat badan dalam satu hari sekali.


Tanda-Tanda Dehidrasi pada Anak

Perlu diketahui, tidak semua anak yang mengalami diare atau muntah berat, harus diberi oralit. Untuk menentukan apakah Si Kecil perlu oralit atau tidak, Moms bisa memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Diare tanpa Dehidrasi

Keadaan anak masih baik dan sadar, matanya tidak cekung, keinginan untuk minum cenderung normal (tidak ada rasa haus), dan turgor (cubitan) bisa kembali dengan segera.

2. Diare dengan Dehidrasi Ringan atau Sedang

Anak gelisah dan rewel, matanya cekung, ingin minum terus dan haus, turgornya kembali dengan lambat.

3. Diare dengan Dehidrasi Berat.

Kondisi anak lesu, lunglai, dan tidak sadar, matanya cekung, malas minum, dan turgor kembali dengan sangat lambat.




Membuat Oralit Versi Rumahan

Ketika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, Moms bisa memberinya oralit sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Akan tetapi, Anda tidak harus selalu membelinya di apotek, lho. Moms bisa membuat oralit versi rumahan dengan cara berikut ini:

1. Cuci Tangan

Sebelum Anda membuat oralit atau ORS, cucilah tangan terlebih dahulu. Sangat disarankan untuk mencuci tangan sesuai standar WHO. Hal ini bertujuan agar oralit yang dibuat terhindar dari kontaminasi kuman atau kotoran di tangan.

2. Masak Air

Setelah tangan Anda bersih, siapkan air sebanyak satu gelas atau 200 cc. Tuang air tersebut ke dalam panci dan masak hingga hangat. Anda bisa juga memangkas proses memasak air dengan menyiapkan satu gelas air yang sudah hangat.

3. Campurkan Garam Elektrolit

Apabila telah tersedia satu gelas air hangat, tahap selanjutnya adalah mencampurkan gula dan garam ke dalam air hangat tersebut. Masukkan satu sendok teh gula pasir lalu tambahkan seperempat sendok teh garam.

4. Larutkan

Gula dan garam yang telah ditambahkan ke dalam satu gelas air hangat harus dilarutkan agar merata. Aduk-aduklah gula dan garam di dalam air dengan menggunakan sendok. Pastikan tidak ada partikel gula maupun garam yang masih terlihat.

Apabila gula dan garam tersebut sudah tidak ada, maka hal itu menjadi pertanda keduanya sudah larut di dalam air hangat. Air tersebut sudah menjadi oralit atau larutan gula garam. Anda pun bisa langsung memberikannya kepada Si Kecil yang tengah mengalami dehidrasi.

Gejala kekurangan cairan seharusnya mulai menghilang beberapa jam setelah minum larutan oralit, salah satunya adalah frekuensi buang air kecil yang lebih sering dan urine yang mulai terlihat lebih terang. Namun jika gejala dehidrasi pada Si Kecil tidak menghilang atau kondisi tak membaik, ia perlu mendapatkan bantuan medis. Moms juga harus waspada jika muncul darah pada tinja atau feses berwarna hitam, anak muntah terus-menerus, demam tingggi, dan wajah terlihat pucat serta lesu. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   oralit,   oralit untuk balita,   dehidrasi,   diare,   muntah,   oral rehydration salts