Mother&Baby Indonesia
Waspada Batu Ginjal pada Anak! Ini Penyebabnya, Moms

Waspada Batu Ginjal pada Anak! Ini Penyebabnya, Moms

Batu ginjal bukan semata masalah orang dewasa. Anak-anak pun bisa mengalaminya, Moms. Biasanya penyakit ini dipicu oleh kebiasaan anak kurang minum air putih, sehingga ia mengalami dehidrasi dan kerja ginjal menjadi lebih berat.


Beda Batu Ginjal pada Anak dan Orang Dewasa

Meskipun begitu, anak yang mengalami batu ginjal umumnya tidak akan mengalami gejala seperti orang dewasa, yaitu rasa nyeri yang muncul di perut atau urine yang berdarah. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian.



Dr. Cesare Polito meneliti 100 orang pasien berusia 3-18 tahun yang mengalami nyeri perut dan batu ginjal. Polito melaporkan bahwa lebih dari 50 persen penderita batu ginjal cilik tidak memiliki tanda-tanda sakit perut atau urine berdarah, seperti umumnya penderita batu ginjal dewasa.

Hal itu terjadi karena anak-anak hanya merasakan sakit perut yang terlihat ringan. Jadi, sebaiknya Anda mewaspadai jika Si Kecil mengeluh sakit perut tanpa gejala yang jelas. Si Kecil akan berisiko besar mengalami batu ginjal jika ada riwayat penyakit tersebut di keluarga Anda atau suami. Ini beberapa gejala yang menandakan anak mengalami batu ginjal:

• Mual dan muntah.

• Sering merasa sangat ingin (kebelet) buang air kecil.

• Mengalami sakit saat buang air kecil.

• Sakit di bagian perut atau pinggang.

• Mengalami demam.




Penyebab Batu Ginjal pada Anak

Seperti telah disebutkan di atas, umumnya penyakit ini dipicu oleh kebiasaan anak kurang minum air putih, sehingga ia mengalami dehidrasi dan kerja ginjal menjadi lebih berat. Selain itu ada hal lain yang menyebabkan penyakit ini dialami anak, yaitu:

• Infeksi saluran kemih. Kelainan akibat ISK ini akan menghambat aliran urine dan membentuk sebuah area penumpukan urine. Ketika urine berhenti keluar, akan terbentuk kristal yang menyebabkan terjadinya batu ginjal.

• Obesitas. Obesitas dapat menyebabkan penyakit ginjal karena terjadi peningkatan lemak dalam tubuh (hiperlipidemia) dan peningkatan tekanan darah. Akibatnya, muncul gejala dari kelainan ginjal yang mudah dikenali lewat urine.

• Dehidrasi. Dehidrasi membuat asupan cairan berkurang di dalam tubuh dan konsentrasi urine menjadi lebih pekat. Itulah sebabnya terbentuk endapan kristal di saluran ureter, sehingga terjadi batu ginjal.

• Kurang gerak. Anak yang kurang banyak gerak karena lebih tertarik untuk bermain gadget atau game dan tahan duduk berjam-jam berisiko mengalami penyakit ginjal. Karena tidak banyak bergerak, anak sangat mudah mengalami kenaikan berat badan.

• Konsumsi garam berlebih ternyata dapat merusak ginjal. Karena itu, kurangi asupan garam agar ginjal Si Kecil sehat. Membatasi asupan garam dapat mengurangi albuminuria atau kelebihan protein dalam urine yang merupakan ciri dari disfungsi ginjal.

• Konsumsi obat-obatan. Beberapa obat bisa meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan sering.

• Gangguan metabolisme dan gangguan kesehatan bisa memicu terjadinya batu ginjal. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   batu ginjal