Mother&Baby Indonesia
Ciri-Ciri Bayi Kekurangan Zat Besi dan Penanganannya

Ciri-Ciri Bayi Kekurangan Zat Besi dan Penanganannya

Selama 1.000 hari pertama setelah lahir, bayi memang sangat membutuhkan nutrisi yang cukup untuk menunjang pertumbuhannya. Salah satu yang perlu dipenuhi adalah zat besi, yang berperan menghasilkan hemoglobin atau sel darah merah.

Dengan adanya zat besi, aliran darah menjadi lancar dan mampu mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Namun, apabila kondisi ini tidak terjadi hingga mengganggu jaringan dan organ tubuh lainnya, maka Si Kecil bisa mengalami anemia atau kekurangan zat besi, Moms.




Ciri-Ciri Anemia

Ada beberapa faktor penyebab bayi tidak mendapatkan zat besi yang cukup. Yang paling memengaruhi adalah kondisi prematur atau berat badan rendah saat ia lahir. Hal ini menyebabkan adanya gangguan penyerapan zat besi dalam tubuh Si Kecil.

Selain itu, pemberian ASI yang kurang maksimal atau tidak rutin dilakukan juga memengaruhi kecukupan zat besinya. Untuk itu, Moms perlu mengetahui tanda-tanda bayi yang mengalami kekurangan zat besi sebelum ia berisiko terserang anemia yang lebih parah. Berikut ini ciri-ciri bayi yang kekurangan zat besi.

• Warna kulit bayi menjadi lebih pucat. 

• Bayi akan tampak lemas dan tidak nafsu ketika diberi ASI (atau MPASI ketika ia sudah berusia di atas 6 bulan). Karena kekurangan oksigen, maka energinya juga melemah, tampak kurang aktif dan sulit diajak bercanda atau bermain.

• Berat badan Si Kecil sulit atau bahkan tidak bertambah.

• Lidah bayi tampak membesar atau bengkak.

• Karena aliran darah tidak lancar, maka sistem kekebalan tubuhnya melemah dan menjadi sering sakit.




Cara Mengatasi Kekurangan Zat Besi

Si Kecil membutuhkan setidaknya 70 persen zat besi dalam tubuh yang menghasilkan hemoglobin. Selain untuk sarana transportasi oksigen dan cadangan makanan sel darah merah, zat besi juga membantu mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil.

Maka, apabila bayi Anda mengalami kekurangan zat besi, biasanya ia akan dianjurkan untuk diberikan suplemen zat besi tambahan oleh dokter. Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa hal agar kondisi Si Kecil membaik, di antaranya:

• Suplemen tambahan

Meskipun masih menerima ASI eksklusif, tak menutup kemungkinan bayi membutuhkan tambahan zat besi di luar ASI. Salah satu faktornya karena si ibu memiliki anemia dan membuat ASI kekurangan zat besi. Meski jarang terjadi, namun ada baiknya jika Anda konsultasikan ke dokter terlebih dahulu agar tepat dalam memberikan suplemen tambahan tersebut.

• Sumber vitamin C

Apabila Si Kecil sudah di atas 6 bulan, MPASI menjadi penunjang yang tepat untuk tumbuh kembangnya. Maka, Moms bisa memberikan Si Kecil sumber makanan yang mengandung vitamin C tinggi, yang mampu membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Misalnya, Anda bisa berikan tomat, jambu, jeruk, atau pepaya.

• Tidak memberikan MPASI bersamaan dengan susu

Susu memang dibutuhkan untuk kesehatan tulang Si Kecil. Namun, jangan mengonsumsinya bersamaan dengan MPASI, karena bisa menghambat penyerapan zat besi. Jadi, berikan susu di luar jadwal makan utama bayi Anda ya, Moms! (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   zat besi,   anemia,   bayi kekurangan zat besi