Mother&Baby Indonesia
Baby-Led Schedule, Gaya Penerapan Rutinitas untuk Bayi

Baby-Led Schedule, Gaya Penerapan Rutinitas untuk Bayi

Haruskah Anda membuatkan jadwal yang teratur untuk Si Kecil? Menurut para ahli pengasuhan anak, ada beberapa macam gaya penerapan rutinitas untuk bayi. Salah satunya adalah Baby-Led Schedule. Mau tahu apa itu Baby-Led Schedule? Yuk, baca dan kenali gaya penerapan rutinitas satu ini, Moms!


Apa Itu Baby-Led Schedule?

Baby-Led Schedule merupakan salah satu penerapan rutinitas pada bayi yang cukup longgar. Dilihat dari namanya, untuk penerapannya, Moms hanya tinggal mengikuti sinyal-sinyal yang diberikan Si Kecil, apakah ia sedang lapar, lelah, mengantuk, atau lainnya, dan memenuhi kebutuhannya tersebut.




Apa Dasar Pemikiran dari Gaya Penerapan Rutinitas Baby-Led Schedule?

Para ahli yang menganjurkan metode ini berkata, membuat jadwal untuk bayi memang seharusnya berfokus pada Si Kecil. Metode ini menekankan pada bagaimana Anda menerjemahkan ‘bahasa’ Si Kecil, daripada memenuhi hasrat Anda sendiri dalam membentuk rutinitasnya.

Metode ini pertama kali dicetuskan oleh seorang dokter anak bernama Benjamin Spock dalam bukunya yang berjudul The Common Sense Book of Baby and Child Care pada tahun 1946. Dokter Benjamin mengatakan bahwa setiap bayi memiliki kepribadian dan kebutuhan yang berbeda, sehingga orang tua tidak bisa menyamaratakan dengan mengikuti jadwal aktivitas tertentu. Menyusui, misalnya, dalam metode ini menyusui Si Kecil harus disesuaikan dengan keinginannya. Jika ia belum menunjukkan rasa lapar, Moms sebaiknya tidak menyusuinya.


Bagaimana Menerapkan Baby-Led Schedule?

Kunci utama dari gaya penerapan rutinitas ini adalah mengobservasi Si Kecil dan peka pada tanda-tanda yang ditunjukkan olehnya. Apakah ia memasukkan tangan ke dalam mulut atau bermain dengan lidahnya ketika sedang lapar? Apakah ia akan mengucek matanya ketika sudah mengantuk?

Kebanyakan orng tua akan mengetahui hal-hal ini seiring mereka mengenal kebiasaan Si Kecil. Namun, ketika memutuskan untuk menerapkan metode ini, Anda harus berbuat lebih dari sekadar mengenal kebiasaan-kebiasaan tersebut. Moms harus benar-benar menjadi ahli dalam mengenali Si Kecil.




Apa Keuntungan dari Penerapan Metode Baby-Led Schedule?

Metode ini tak hanya membuat Moms jadi mengenali Si Kecil dengan lebih baik, tapi juga Anda akan memiliki intuisi yang lebih baik. Baby-Led Schedule juga berarti Anda tak perlu memiliki daftar panjang yang berisi bagaimana, apa, dan kapan harus menyusui Si Kecil atau menidurkannya.

Orang tua yang menerapkan metode ini juga percaya bahwa Si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang bisa beradaptasi dengan berbagai situasi, karena mereka dilatih untuk tidak terikat kaku dengan jadwal yang ketat.


Apa Kerugian dari Penerapan Metode Baby-Led Schedule?

Bulan-bulan awal usia Si Kecil akan sangat menyulitkan bagi Moms, terutama saat Anda menentukan apa arti tangisan Si Kecil, apakah ia lapar atau lelah? Selain itu, beberapa kritik dari pendekatan ini juga mengatakan bahwa Anda tak akan memiliki banyak waktu untuk diri sendiri. Apalagi jika Anda ibu bekerja, pendekatan ini akan sangat melelahkan.

Jika Si Kecil bergantung pada Moms untuk membaca sinyal-sinyalnya, biasanya Anda akan menemui kesulitan untuk meninggalkannya dengan pengasuh atau orang lain. Selain itu, Si Kecil jadi tak terbiasa untuk belajar menenangkan diri sendiri.

Namun, terlepas dari itu, metode Baby-Led Schedule mungkin sangat menarik untuk Anda terapkan pada buah hati Anda. Kenapa tidak coba saja, Moms? Hasilnya bisa Anda ceritakan pada kami setelah itu. Bagaimana? (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   pengasuhan anak,   rutinitas bayi,   baby-led schedule








Related Article