Mother&Baby Indonesia
Tips Mencukur Rambut Bayi

Tips Mencukur Rambut Bayi

Bagi sebagian Moms dan Dads, mencukur rambut bayi merupakan tantangan tersendiri. Tempurung kepala yang masih terlalu lembek, kulit yang lembut, dan pergerakan kepala yang terkadang sulit dikontrol, kerap membuat orang tua tidak berani memotong rambut Si Kecil.


Manfaat Mencukur Rambut Bayi

Perlu diketahui, akar rambut bayi mulai terbentuk sejak ia berusia 8 minggu di dalam kandungan dan terus berkembang sampai sampai ia lahir. Rambut pertama yang dimiliki bayi disebut velus. Rambut ini sangat tipis dan tiap helainya jauh lebih halus dibandingkan helai rambut orang dewasa.



Sejak minggu pertama kelahirannya hingga berusia 12 minggu, rambut halus ini akan rontok dengan sendirinya. Namun ternyata mencukur rambut halus bayi dapat memberikan manfaat kesehatan untuk Si Kecil lho, yaitu:

1. Membersihkan kepala

Pada saat dilahirkan, banyak lemak dan kotoran rahim ibu yang menempel di sekujur tubuh bayi, termasuk di kepalanya. Belum lagi, keringat dan cairan muntah atau gumoh yang tidak sengaja menempel di rambut Si Kecil akan membuat kepalanya kembali kotor. Jadi dengan mencukur rambut bayi, kotoran-kotoran yang menempel di rambut akan hilang dan kepalanya pun menjadi bersih.

2. Agar mudah terlihat ketika ada iritasi

Kepala plontos bayi akan memudahkan ibu untuk mengetahui jika ada iritasi, bisul, luka, atau ruam di kepalanya. Mencukur rambut juga wajib dilakukan jika terdapat bisul di kepala bayi. Dengan kepala yang bersih dari rambut, pengobatan bisul pun akan lebih mudah dilakukan dan mencegah infeksi bertambah parah.

3. Lebih adem

Cuaca yang panas membuat bayi banyak berkeringat. Jika dibiarkan, akan timbul biang keringat atau merah-merah di kepala Si Kecil. Dengan mencukur rambutnya, Si Kecil akan merasa adem dan lebih nyaman karena embusan angin akan langsung mengenai kepalanya.




Cara Memotong Rambut Bayi

Mencukur atau memotong rambut bayi terkadang menjadi tugas sulit bagi Moms dan Dads. Namun Anda bisa mengikuti tips berikut ini agar tugas mencukur atau memotong rambut bayi bisa dilakukan dengan baik.

1. Pilihlah waktu yang tepat untuk memotong rambut Si Kecil. Moms bisa mencukur rambutnya ketika bayi Anda tengah tertidur atau setelah disusui sehingga ia tidak rewel.

2. Sebelum mulai mencukur, basahi dulu rambut bayi untuk mempermudah Anda memotong rambutnya.

3. Cari posisi aman dan nyaman untuk mencukur rambut bayi. Moms dapat menaruh handuk kecil sebagai alas di bawah kepalanya, lalu mengangkat sedikit kepala Si Kecil dan mulai mencukurnya secara perlahan.

4. Gunting rambut bayi yang panjang terlebih dahulu. Lakukan dengan hati-hati agar bayi Anda tidak kaget.

5. Setelah selesai menggunting rambut bayi yang panjang, basahi seluruh kepalanya dengan air hangat.

6. Setelah itu, bersihkan sisa rambut dengan menggunakan pisau cukur. Arah gerak mencukur yang benar adalah vertikal ke bawah. Perhatikan posisi kemiringan penampang terhadap kulit kepala dan tekan sedikit pisau cukur secara perlahan. Pilihlah pisau cukur dengan kualitas yang baik dan dalam kondisi baru.

7. Jika Moms tidak sengaja melukai kepala Si Kecil saat mencukur rambutnya, jangan panik. Segera obati luka dengan antiseptik menggunakan kapas atau cotton buds secara perlahan.

8. Apabila Moms dan Dads merasa ragu atau tidak mampu menggunting rambut bayi Anda, tak ada salahnya untuk meminta bantuan orang lain yang memang lebih ahli, seperti om, tante, atau kakek. Anda juga bisa langsung membawa Si Kecil ke tempat potong rambut khusus untuk bayi. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   rambut bayi,   mencukur rambut bayi








Related Article