Mother&Baby Indonesia
Moms, Kenali Tanda-Tanda Bayi Anda Alami Overfeeding

Moms, Kenali Tanda-Tanda Bayi Anda Alami Overfeeding

"Setelah diberikan ASI, kenapa ya anak saya kok jadi lebih rewel?" Situasi ini mungkin pernah terjadi, sampai membuat Anda kebingungan menghadapinya, karena umumnya bayi rewel atau menangis karena merasa lapar, tidak nyaman, sakit, atau ingin diperhatikan.

Rasa tidak nyaman ini bisa diartikan sebagai kondisi anak yang merasa kekenyangan setelah menyusui atau overfeeding. Hal tersebut kemungkinan disebabkan karena sistem pencernaan bayi yang masih belum mampu menyerap terlalu banyak nutrisi ke dalam tubuhnya.

Faktor yang menyebabkan bayi mengalami overfeeding beragam, seperti memberikan ASI melalui botol. Terutama jika botol yang digunakan dengan ukuran besar, membuat aliran susu tetap konstan meski Si Kecil sudah merasa kenyang.



Ibu yang tetap memaksa Si Kecil untuk menyusui setelah ia melepas puting dari mulutnya juga menjadi faktor lain. Situasi ini sebenarnya menunjukkan bahwa bayi Anda sudah merasa kenyang dan melepaskan pelekatan secara otomatis. Namun dengan Anda tetap memintanya menyusu kembali, hal tersebut bisa membuat bayi akhirnya makan terlalu banyak.


Tanda-tanda Overfeeding

Agar Moms lebih waspada dengan kondisi bayi yang mengalami overfeeding, berikut tanda-tanda yang perlu diperhatikan:

• Perut kembung

Bayi yang terlalu banyak konsumsi ASI, perutnya akan terasa penuh atau kembung. Penggunaan botol susu menjadi salah satu alasannya, karena tak hanya susu tetapi juga udara ikut tertelan oleh bayi. Kondisi ini pun menimbulkan rasa tidak nyaman di perutnya.

• Frekuensi buang air kecil dan besar meningkat

Si Kecil akan mengalami buang air kecil maupun besar lebih sering, yaitu lebih dari 8 kali sehari. Tak hanya itu, baunya pun menjadi sangat busuk sehingga bisa juga mengganggu orang di sekitar.

• Gumoh



Bayi yang kekenyangan dan tidak langsung ditepuk-tepuk punggungnya memang akan membuatnya gumoh. Tetapi hal ini juga menjadi tanda bahwa bayi sebenarnya terlalu kenyang sehingga gumohnya terlalu banyak.

• Permintaan susu berlebih

Normalnya, bayi hanya membutuhkan sekitar 887 ml susu dalam sehari. Namun jika ia mengalami overfeeding terlalu sering, maka permintaanya pun bertambah hingga 1.067 ml sehari. Hal ini bukan pertanda bagus karena dapat mengganggu pecernaan Si Kecil.

• Sering kolik

Apabila hal ini sering terjadi, maka anak pun akan merasa tidak nyaman. Alhasil, ia akan lebih sering kolik, dan semakin sulit ditenangkan.


Risiko Berbahaya

Hal yang paling berisiko terjadi pada anak yang overfeeding adalah obesitas. Kelebihan kalori dalam tubuh Si Kecil karena makan terlalu banyak menyebabkan penumpukan lemak dan kenaikan berat badan yang tidak normal.

Refluks asam lambung atau GERD juga bisa terjadi apabila ada makanan atau susu yang meluap dan kembali ke kerongkongan. Kondisi ini membuat asam lambung meningkat, sehingga timbul iritasi akibat mengalir kembali ke kerongkongan dan menyebabkan rasa sakit. Maka, pastikan agar bayi Anda cukup asupan, tanpa berlebih atau terlalu kurang ya, Moms! (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   anak,   asi,   overfeeding








Related Article