Mother&Baby Indonesia
Infeksi Ginjal Ancam Ibu Pasca-Persalinan

Infeksi Ginjal Ancam Ibu Pasca-Persalinan

Selamat Moms, Anda telah berhasil melalui proses persalinan dengan lancar dan melahirkan bayi mungil yang sehat. Anda bisa bernapas lega, tapi tetap harus waspada.

Sebagian Moms mungkin merasakan ketidaknyamanan usai melahirkan. Tak jarang, rasa tidak nyaman tersebut merupakan indikasi dari adanya masalah pasca-persalinan, salah satunya adalah infeksi ginjal atau yang dikenal dengan istilah Pielonefritis.

Perubahan hormon selama masa kehamilan memang kerap membuat beberapa fungsi organ tubuh menurun, termasuk ginjal. Perlu diketahui, infeksi ginjal biasanya diawali dengan adanya infeksi kandung kemih. Berikut adalah gejala infeksi ginjal yang perlu Moms waspadai.




1. Buang air kecil disertai rasa nyeri

Gejaka infeksi ginjal pada wanita dapat diamati dari perubahan frekuensi buang air kecil. Jika tiba-tiba Anda merasa sering buang air kecil dan disertai rasa nyeri, bisa jadi kondisi ini adalah gejala Anda sudah terinfeksi.

Staci Leisman, M.D, ahli penyakit dalam dan nefrologi di Mount Sinai Hospital menyebutkan kepada Women’s Health bahwa kondisi ini juga bisa menjadi pertanda bakteri dalam kandung kemih sudah mulai naik ke ginjal. Moms mungkin juga merasakan nyeri dan sensasi panas saat buang air kecil.


2. Demam

Setiap jenis infeksi yang terjadi pada organ tubuh mana pun akan memicu respons kekebalan tubuh, termasuk pada ginjal. Ketika ginjal mulai terinfeksi, respons tubuh yang sedang melawan bakteri akan menyebabkan suhu tubuh meningkat. Anda kemungkinan juga akan merasa dingin, tapi pada saat bersamaan juga mengeluarkan lebih banyak keringat pada malam hari.


3. Nyeri punggung

Perlu Moms ketahui, ginjal terletak di belakang rongga perut dan cenderung lebih dekat dengan punggung. Ginjal yang terinfeksi secara perlahan akan membengkak dan menekan kapsul ginjal yang menutupinya. Mengingat letak ginjal lebih dekat ke punggung ketimbang perut, maka hal ini dapat menimbulkan rasa nyeri di punggung bagian bawah. Dokter biasanya akan mengetuk pelan ke bagian punggung bawah untuk memastikan penyebabnya. Jika terasa sakit, hal ini bisa menjadi gejala infeksi ginjal.


4. Sakit perut

Selain nyeri punggung, gejala infeksi ginjal pada wanita yang paling khas adalah sakit perut. Akan tetapi tak semua wanita akan merasakan sakit perut ketika ginjalnya terinfeksi. Walau letaknya cukup jauh dari perut, tidak penutup kemungkinan rasa nyeri pada ginjal akan menjalar ke organ tubuh lainnya, termasuk perut. Untuk memastikan penyebab sakit perut karena infeksi ginjal atau penyakit lainnya, segara berkonsultasi dengan dokter Anda ya, Moms.




5. Mual dan muntah

Sebagian wanita juga mengalami mual dan muntah ketika terkena infeksi ginjal. Sama seperti demam, peradangan dan infeksi dalam tubuh akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan, salah satunya adalah dengan merangsang rasa mual dan ingin muntah.


6. Ada nanah dan darah dalam urine

Saat buang air kecil, Moms juga bisa memerhatikan warna dan kondisi urine Anda. Jika terdapat darah atau nanah, artinya Anda kemungkinan besar terkena infeksi ginjal. Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh Anda sedang berusaha melawan bakteri penyebab infeksi, dan pada akhirnya memicu sel darah merah untuk ikut terbawa bersama urine. Sementara itu, peradangan pada uretra dapat memicu pendarahan dan menyebabkan kencing berdarah.

Dalam kasus infeksi ginjal yang parah, Anda mungkin juga akan menemukan nanah pada urine. Menurut Nicole Ali, MD, ahli saraf dari NYU Langone Health di New York, nanah tersebut berasal dari penumpukan sel darah putih dan bakteri yang keluar bersama urine.


7. Air kencing berwarna keruh dan berbau

Gejala infeksi ginjal pada wanita cenderung mirip dengan gejala infeksi jamur vagina. Bedanya, gejala infeksi ginjal tidak disertai dengan keluarnya keputihan atau cairan apa pun dari vagina.

Infeksi ginjal biasanya ditandai dengan adanya bercak-bercak yang membuat warna urine menjadi keruh dan berbau. Hal tersebut juga disebabkan karena jumlah sel darah putih yang meningkat karena melawan bakteri, sehingga membuat urine menjadi berwarna keruh.

Sementara itu, bau tidak sedap pada urine adalah hasil dari fermentasi bakteri. Namun hati-hati, karena kondisi ini juga bisa menandakan Anda tengah mengalami dehidrasi. Untuk membedakannya, perbanyak minum air putih. Jika warna urine masih saja keruh dan berbau, maka hal ini merupakan gejala infeksi ginjal.

Saat Moms mengalami tanda-tanda tersebut, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Apabila dibiarkan, bukan tidak mungkin infeksi ginjal akan menyebabkan gagal ginjal atau komplikasi penyakit lainnya. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: persalinan,   ibu melahirkan,   infeksi ginjal,   infeksi saluran kemih